Belum lama ini masyarakat dikejutkan dengan viralnya pernikahan anak di bawah umur NS (12) dengan seorang terapis tunanetra, Baharuddin (44), pada Selasa (30/6).
Kini terungkap sebuah fakta mengejutkan. Ternyata ayah tiri NS sengaja menikahkan keduanya untuk menutupi perilaku bejatnya selama dua tahun terakhir.
Simak informasinya berikut ini.
Advertisement
Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) melakukan penangkapan pelaku yang diduga menyetubuhi anak di bawah umur atas nama Sappe di Dusun Menro, Desa Watang Pulu Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan.
Sappe merupakan ayah tiri dari korban NS. Bocah wanita ini menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya yang berusia 39 tahun.
Advertisement
Dilansir dari akun resmi Instagram ndorobeii, barrawal dari viral pernikahan anak di bawah umur, Unit PPA Sat Reskrim Polres Pinrang bersama Lembaga (P2TP2A) melakukan penyelidikan dan investigasi.
Hasil penyelidikan diketahui telah terjadi tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur. Sappe sengaja meminta jasa terapis pijat ke rumah. Lalu, terapis pijat tunanetra Baharudin dikenalkan dengan NS. Tujuannya, agar terjalin kasih untuk menutupi perbuatannya.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan hasil pemeriksaan, NS mengaku telah disetubuhi ayah tirinya.
Unit PPA dipimpin Ipda Muis Panrita bersama anggota serta Lembaga P2TP2A menuju rumah terduga pelaku dan menemukannya sembuyi. Langsung dilakukan penangkapan dan membawanya ke Polres Pinrang.
Advertisement
Pelaku Sappe mengakui telah menyetubuhi NS. Awalnya dia menjemput korban di depan masjid usai melakukan salat maghrib. Lalu korban diajak pergi membeli telur menggunakan sepeda motor menuju kampung Lamajakka, Desa Watang Pulu, Suppa, Pinrang.
Dalam perjalanan Sappe tiba-tiba singgah di pinggir jalan, lalu menggendong NS masuk ke dalam kebun. Sappe mengancam korban dengan menggunakan batu sebelum melampiaskan aksi bejatnya.
Atas kejadian nahas tersebut, P2TP2A segera melaporkan ke Polres Pinrang.
Advertisement
Beberapa barang bukti diamankan, yakni satu set baju, satu jilbab mukena, satu sarung milik pelaku dan sepeda motor yang digunakan untuk menjemput. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Pinrang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Istri Sappe telah mengetahui tindak asusila terhadap NS, tak berani melaporkan. Sebab dia berulang kali menerima ancaman dari sang suami yang berprofesi sebagai sopir truk itu.
Advertisement
Baharuddin merupakan seorang terapis pijat tunanetra. Kala itu dia menerima panggilan dari orang tua NS untuk memijat anaknya di rumah.
Kapolsek Suppa AKP Chandra mengatakan, bahwa keduanya sempat menjalin kasih. Meski awalnya Baharuddin menganggap NS sebagai anak kecil.
"Mereka ini sempat pacaran," ungkap AKP Chandra dilansir dari akun Instagram makassar_iinfo.
Advertisement
Lembaga Perlindungan Anak Pinrang dan Dinsos Kabupaten telah memeriksa pernikahan di bawah umur tersebut.
"Iya betul, ada pernikahan anak di bawah umur dan sudah didalami oleh pemerintah," papar AKP Chandra.
Advertisement
Setelah keluarga kedua belah pihak mempelai menerima penolakan dari KUA, mereka mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama Pinrang, Sulsel, supaya memperoleh legalitas atau penetapan secara negara. Baharuddin terlepas dari jeratan hukum, sebab tak ada unsur paksaan.
"Namun pihak KUA menolak dengan pertimbangan usia perempuan yang tergolong masih di bawah umur. Tapi, kakak kandung dari NS tetap menikahkan mereka," jelas AKP Chandra.
Advertisement
Netizen pun berekasi. Mereka ramai-ramai mengecam pernikahan ini.
"Dari anak umur 10 thn jadi korban pencabulan, lalu ketahuan ibu, tapi bukannya sang ibu membantu melepaskan malah membiarkan dgn alasan takut di cerai dari sini kita bisa melihat tak selamanya ibu yang melahirkan kita adalah malaikat kita," tulis demiairin.
"Jadi guys si bapak tiri merkosa anaknya.. Terus untuk nutupin kejahatannya si anak dinikahkan sama laki-laki tunanetra yang di slide 1.. Lokasi perkosaan slide 2... Bapak tiri slide 3...," tulis maya.sumantri.
"Jahatt banget ya Allah," tulis rosdianaris78.
"Setuju banget, muka pelaku nggak ditutupi, biar tau rasa jadi tontonan orang se Indonesia," tulis lailacharany.