Masih ingat dengan kisah cinta artis cantik Ririn Ekawati dan Ferry Wijaya. Kebahagiaan pernikahan mereka harus terhalang oleh perbedaan dunia. Ferry Wijaya meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker leukimia.
Sebelum meninggal, Ferry Wijaya telah menitipkan hadiah terindah kepada sang istri. Abigail Cattleya Putri, putri cantik dari buah pernikahan keduanya. Tiga tahun telah berlalu, siapa sangka Cattleya baru pertama kali menginjakkan kaki di makam sang ayah.
Bagaimana reaksi Cattleya anak Ririn Ekawati saat tiba di makam sang ayah? Melansir dari akun YouTube Ririn & Rini, Kamis (18/6/2020), berikut ulasan informasinya.
Advertisement
Pergi ke Makam Papa
Di awal video, Ririn Ekawati sempat bertanya ke Cattleya, mereka akan pergi ke mana. Dengan senyum cerahnya, Cattleya mengatakan akan pergi ke makam sang ayah.
"Hari ini kita mau ke mana, Yaya?," tanya Ririn ke sang anak.
"Ke kuburan papa," jawab gadis cilik yang akrab disapa Yaya.
Advertisement
Pertama Kali ke Makam Papa
Saat sang ayah meninggal dunia, Yaya memang masih sangat kecil. Diakui oleh Ririn, ini merupakan pengalaman pertama Cattleya pergi ke makam sang ayah sejak tiga tahun lalu.
"Ini Yaya pertama kali ya?," tanya Ririn yang dibalas dengan anggukkan dan senyuman manis Cattleya.
Advertisement
Senang Bisa Datang ke Tempat Papa
Meski masih balita, Cattleya tak menutupi rasa bahagianya. Terbukti saat Ririn menanyakan apakah Cattleya bahagia, gadis kecil ini menganggukkan kepala sembari tersenyum cerah.
"Yaya happy enggak?" tanya Ririn ke Cattleya.
Advertisement
Datang ke Makam
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, Ririn dan Cattleya sampai ke tempat peristirahatan Ferry Wijaya. Untuk pertama kalinya setelah tiga tahun, Ririn menunjukkan makam sang suami kepada Cattleya.
"Ini papanya Yaya," kata Ririn tepat di samping makam sang suami.
Advertisement
Menanyakan Keberadaan Sang Ayah
Hanya bertemu dalam waktu yang singkat, membuat Cattleya diliputi rasa penasaran dengan sosok sang ayah. Bahkan, saat Ririn mengatakan jika itu sang ayah dengan polos Cattleya bertanya di mana sosok yang dicarinya sembari melihat sekeliling.
"Papa di mana?," tanya Cattleya polos."Di sini papa nak," jawab Ririn."Papa enggak ada di sini," celetuk Cattleya tetap sambil melihat sekitar.
Advertisement
Ingin Bertemu Papa
Mendengar pertanyaan sang anak, Ririn lantas menunjukkan kembali makam papa Cattleya. Namun, Cattleya tetap mencari dan ingin bertemu secara langsung dengan sang ayah.
"Itu papa, namanya papa Ferry Wijaya," kata Ririn sembari menunjuk makam sang suami."Mau ketemu papa. Papa enggak ada," ujar Cattleya langsung menghampiri sang mama, Ririn Ekawati.
Advertisement
Kasih Bunga ke Makam Sang Ayah
Diberikan pengertian dengan lembut, Cattleya kemudian bisa menerima jika sang ayah berada di makam tersebut. Putri cantik Ririn dan Ferry ini pun juga meletakkan bunga di atas makam sang ayah.
"(bunga) Buat siapa itu?," tanya Ririn ke Cattleya."Papa. Papa tumbuh," jawab Cattleya."Papa tumbuh? Tumbuh di hati Yaya, ya?" tanya Ririn lagi dan dijawab oleh anggukkan kepala sembari memandang makam sang ayah.
Advertisement
Berdoa di Samping Makam
Setelah menabur bunga dan meletakkan tangkai mawar putih, Cattleya lantas berjongkok di samping makam. Bersama sang ibu dan neneknya, Cattleya berdoa untuk mendiang ayahnya, Ferry Wijaya.
Sembari mengadahkan kedua tangannya, gadis kecil itu menunduk sembari berdoa. Berada di antara sang mama dan nenek, Cattleya memanjatkan doa dengan begitu khusyuk.
Advertisement
Tidak Ingin Pulang
Setelah selesai berdoa, Ririn dan rombongan berencana kembali lagi ke rumahnya. Tak disangka, Cattleya tidak ingin pulang dan masih ingin berada di makam sang ayah.
"Masak sekali saja?," tanya Cattleya."Iya, nanti kita ke sini lagi, nanti," jawab Ririn."Tetapi lama, Yaya mau di sini saja," ucapan polos Cattleya sembari menatap makam sang ayah.
Advertisement
Rindu Sosok Papa
Mendengar permintaan sang anak, Ririn tak kuasa menjawabnya. Rombongan Ririn pun menyadari jika Cattleya sangat merindukan sang ayah.
"Yaya kangen papa?," tanya Ririn tak kuasa menahan perasaannya."Heem (iya)," jawab Cattleya dengan cepat.
Advertisement
Berdoa Setiap Malam
Melihat sang anak rindu, Ririn hanya bisa berujar agar Cattleya berdoa terus untuk sang papa. Apalagi Cattleya ternyata selalu berdoa untuk papanya setiap malam.
"Di doain makanya. Kan Yaya tiap malam doain papa kalau mau tidur ya," ungkap Ririn."Papa kok enggak muncul-muncul?," tanya Cattleya masih berjongkok di samping makam.
Advertisement
Masih Menunggu Sosok Papa
Meski waktu telah berlalu, Cattleya rupanya masih menunggu sosok sang papa. Cattleya sangat ingin bertemu dengan papanya."Kok lama sih, papa enggak muncul-muncul?" tanya Cattleya menunggu kehadiran sang papa.
"Kan Yaya sering doain papa, nanti muncul di mimpinya Yaya, ya," kata Ririn memberikan pengertian."Tetapi papa enggak muncul-muncul. Mau papa muncul," jawab Cattleya sedih."Nanti muncul, nanti muncul," jawab Ririn sembari merengkuh tubuh kecil Cattleya.