8 Fakta Menarik Trenggiling Patut Diketahui, Hewan Tertuduh Sebagai Perantara Corona

Trenggiling akhirnya kini berada di posisi sama dengan kelelawar, yang diduga menyebar virus corona.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
8 Fakta Menarik Trenggiling Patut Diketahui, Hewan Tertuduh Sebagai Perantara Corona
Trenggiling. ©2020 Merdeka.com

Trenggiling merupakan hewan langka yang akhir-akhir ini diperbincangkan sebagai penyebab penyebaran virus corona. Dalam sebuah studi di Cina, menunjukkan bahwa trenggiling merupakan inang perantara dalam proses penularan.

Trenggiling akhirnya kini berada di posisi sama dengan kelelawar, yang diduga menyebar virus corona ke manusia melalui perdagangan ilegal di Asia.

Sudah sejak lama hewan bersisik pemakan semut ini memiliki daging yang lezat, serta sisik yang menjadi bahan obat tradisional, ungkap World Wildlife Fund. Trenggiling masuk daftar binatang dilindungi oleh hukum internasional, karena menjadi mamalia paling diperdagangkan.

Lalu, bagaimana dengan trenggiling di Indonesia? mari kita simak fakta menarik trenggiling selengkapnya:

Trenggiling Aman dari Penyebaran Jamur

Dikutip dari hellosehat.com, bahwa amat sangat jarang, kucing dan trenggiling dapat menjadi perantara penyebaran jamur Sporotrichosis, infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii.

Meskipun diduga sebagai hewan penyebar virus corona, namun trenggiling masih aman dari penyebaran jamur tertentu. Trenggiling yang selama ini dijual bebas di pasar Asia, karena sebelumnya dipercaya sebagai pengobatan yang berkhasiat.

Trenggiling Jadi Inang Perantara Virus Corona

Mengutip dari liputan6.com, bahwa Xinhua News Sabtu (8/2/2020) menyampaikan studi dari South China Agricultural University yang disampaikan oleh sang rektor, Liu Yahong. Pelacakan biologis molekuler menunjukkan level positif dari Betacoronavirus pada tenggiling sekitar 70 persen. Para peneliti kemudian mengisolasi virus tersebut, serta mengamati strukturnya menggunakan mikroskop elektron.Penelitian selanjutnya menemukan bahwa urutan genom dari galur Virus Corona, 99 persen identik dengan urutan genom pada orang yang terinfeksi.Namun masih perlu dilakukan penelitian dan bukti lebih lanjut. Hal ini ditegaskan dan ditambahkan oleh Dirk Pfeiffer, profesor kedokteran hewan di City University Hong Kong, bahwa penelitian ini masih jauh membuktikan trenggiling telah menularkan virus.

Jenis Trenggiling di Indonesia

Trenggiling yang paling banyak tersebar di Indonesia, jenis trenggiling biasa atau dikenal dengan nama ilmiahnya, Manis javanica. Termasuk satwa yang dilindungi, karena kondisi perdagangan liar yang marak sejak tahun 2000-an.Awal Mei 2012 pernah dilaporkan kasus oleh petugas Balai Karantina Kelas II Cilegon-Banten, menemukan truk boks pendingin thermo king yang ditinggalkan di area parkir Pelabuhan Merak. Terdapat 4.124,12 kilogram daging beku trenggiling dan 31,36 kilogram sisiknya. Menteri Kehutanan memusnahkan 12,7 ton trenggiling ilegal.

Trenggiling Binatang Dilindungi

Trenggiling termasuk dalam kategori endangered species oleh IUCN, serta dilindungi pemerintah berdasarkan UU No. 5/1990 serta PP No. 7/1999. Menurut CITES (konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam) termasuk appendix II. Maksudnya, trenggiling masuk daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Perilaku Trenggiling Tidur

Pengamatan perilaku tidur pada trenggiling di dalam kandang berlangsung lama dengan frekuensi kecil dan biasanya dilakukan sepanjang siang hingga sore hari.Trenggiling lebih banyak tidur pada siang hari, sehingga di penangkaran satwa tetap sebagai nokturnal sebagaimana di alam. Dikutip dari buku karya Medway, The wild mammals of Malaya, London.Keadaan suhu yang cukup tinggi akan mempengaruhi perilaku trenggiling di dalam kandang. Suhu yang tinggi dan kelembaban yang rendah pada siang hari membuat trenggiling tidak banyak bergerak, serta lebih banyak beristrahat. Kondisi hutan memang lebih baik untuk kehidupan trenggiling sehari-hari.

Perilaku Trenggiling Makan

Trenggiling tidak punya gigi, sehingga mengolah makanan dalam perut menggunakan kerikil dan duri keratin. Seekor trenggiling bisa makan sekitar 70 juta semut per tahun.Menurut Suratmo, IPB, bahwa perilaku makan trenggiling berhubungan dengan ketersediaan pakan, habitat atau lingkungan, musim, gangguan, dan kondisi biologis.Di penangkaran UD Multi Jaya Abadi Medan, trenggiling diberi pakan kroto yang dicampur dedak dan jagung halus. Namun trenggiling akan makan kroto terlebih dahulu, dengan cara menumpahkan campuran makanan lalu menjulurkan lidahnya untuk mencari kroto.Selanjutnya diterangkan oleh Church, bahwa trenggiling miliki sifat seleksi yang cukup tinggi terhadap pakan yang tersedia, sehingga lebih banyak memakan yang paling disukainya saja.

Perilaku Trenggiling Beraktivitas

Perilaku bergeraknya trenggiling, berupa aktivitas jalan, mendatangi pakan, memanjat, dan berdiri. Trenggiling jantan lebih aktif bergerak dan memanjat, hal ini dilakukan untuk melatih otot kakinya ketika kawin menaiki betina. Aktivitas memanjat pada trenggiling betina umumnya dilakukan untuk menghindari sang jantan yang masih ingin kawin sementara betinanya sedang mengandung. Trenggiling betina membawa anak-anaknya menggunakan punggung dan ekor mereka, si anak akan menempel berpegangan di belakang.

Sisik Trenggiling yang Begitu Mahal

Sisik trenggiling terdiri dari keratin seperti kuku manusia, serta memiliki banyak khasiat. Sisik yang diselundupkan ke luar negeri, bisa dijual dengan kisaran harga 7000 dollar per kilogram, atau 98 juta rupiah. Bukan hanya mahal, tapi keterlaluan fantastis bukan?Sebenarnya manusia masih bisa memanfaatkan bahan alami lain sebagai pengganti sisik trenggiling. Sisiknya yang biasanya dijadikan sebagai campuran bahan obat terlarang, obat untuk ejakulasi dini atau lemah syahwat, bahan kosmetik, dan dipercaya tanpa efek samping sama sekali.

Rekomendasi