Tata Cara Salat Gaib Lengkap Beserta Kisah di Baliknya

Tata cara salat Gaib belum banyak diketahui oleh banyak orang mengenai urutan tertib dan bacaannya. Sebagian besar umat Muslim akan mempercayakan seutuhnya pada sang Imam.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Tata Cara Salat Gaib Lengkap Beserta Kisah di Baliknya
Ilustrasi masjid. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Tata cara salat Gaib belum banyak diketahui oleh banyak orang mengenai urutan tertib dan bacaannya. Sebagian besar umat Muslim akan mempercayakan seutuhnya pada sang Imam.

Lalu bagaimana bila ada keluarga atau handai tolan yang meninggal di beda negara atau tempat yang jauh dari sanak saudara? Alangkah baiknya kita sebagai umat beragama Islam untuk menunaikan salat Gaib walau sudah lewat seminggu atau lebih.

Dikutip dari berbagai sumber terpercaya, merdeka.com telah merangkum tata cara salat gaib. Ini lengkapnya:

Hukum Salat Gaib

Rasulullah SAW memang tidak selalu mengerjakan salat Gaib, namun ada salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dan dikisahkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu mengenai raja Habasyah (sekarang Ethiopia) :

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam (yang ketika itu sedang berada di Madinah) pernah mengumumkan berita kematian an-Najasyi (Ash-hamah), raja Habasyah kepada orang-orang pada hari kematiannya. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya saudara kalian telah meninggal dunia, dan dalam sebuah riwayat disebutkan : Pada hari ini, hamba Allah yang shalih telah meninggal dunia di luar daerah kalian (karenanya, hendaklah kalian mensalatinya),

Mereka berkata : Siapakah dia itu? Beliau menjawab : an-Najasyi
Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian ini.

Abu Hurairah bercerita : Maka Beliau berangkat ke tempat salat. (Setelah itu, Beliau maju dan mereka pun berbaris di belakang Beliau (dua barisan)

Maka kami pun membentuk shaff di belakang Beliau sebagaimana shaff untuk salat jenazah dan kami pun mensalatkannya sebagaimana shalat yang dikerjakan atas seorang jenazah. Dan tidaklah jenazah itu melainkan diletakkan di hadapan Beliau

Maka kami bermakmum dan Beliau mensalatkannya). Seraya bertakbir atasnya sebanyak empat kali. (Diriwayatkan oleh al-BukhÃri (III/90,145,155 dan 157), Muslim (III/54)

Para ulama berbeda pendapat mengenai hokum pasti salat Gaib. Namun yang paling unggul ialah pendapat Imam Syafi'i yang mengutarakan bahwa salat Gaib disyariatkan, sesuai dengan hadits di atas.

Tata Cara Salat Gaib

1. Membaca NiatBacaan Niat Jenazah Laki-LakiUSHALLI ALAL MAYYITI (SEBUTKAN NAMA JENAZAH) ALGHOOIBI ARBA'A TAKBIROTI FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN / MA'MUUMAN LILLAHI TA'ALAArtinya, Saya niat sholat ghoib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam/makmum karena Allah ta'ala.Bacaan Niat Jenazah PerempuanUSHALLI ALAL MAYYITATI (SEBUTKAN NAMA JENAZAH) ALGHOOIBI ARBA'A TAKBIROTI FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN / MA'MUUMAN LILLAHI TA'ALAArtinya, Saya niat sholat ghoib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam/makmum karena Allah ta'ala.Jenazah Tidak Tahu Nama atau Identitas Begitu banyak korban penindasan di negara Islam lain hingga saat ini dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Sebagai umat Islam di Indonesia serta sesama saudara Muslim, bisa menunaikan salat Gaib, karena kita tidak tahu siapa saja nama para korban, dapat membaca niat :USHOLLI ALA MAN SHOLA ALAIHI ARBA'A TAKBIROTI FARDHOL KIFAYATI IMAAMAN / MA'MUUMAN LILLAHI TA'ALAArtinya, Saya niat sholat ghoib sebagai imam/makmum atas mayit yang disholati dengan empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala.

2. Berdiri (bagi yang mampu)3. Takbiratul ihram (pertama)Membaca surat Al-Fatihah, tetap dalam posisi berdiri. Layaknya salat jenazah, tanpa sujud, ruku, duduk, dan sebagainya.

4. Takbir kedua

Membaca sholawat Nabi,ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA WA ALAA ALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMA SHOLAITA ALAA SAYYIDINA IBROHIM WA ALAA SAYYIDINA IBROHIM, WA BARIK ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD, KAMA BARAKTA ALAA SAYYIDINA IBROHIM WA ALAA ALI SAYYIDINA IBROHIM, FIL ALAAMINAA INNAKA HAMIIDUM MAJIIDArtinya :Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau telah beri berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Bahwasanya Engkau Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.

5. Takbir ketiga

Membacakan doa untuk jenazah, jika laki-laki :ALLAAHUMMAGHFIR LA-HU WARHAM-HU WA'AFI-HI WA'FU AN-HU, (versi pendek)
WA AKRIM NUZUULA-HU, WAWASSI' MADKHOLA-HU, WAGHSIL-HU BIL MAA-I WATS TSALJI WAL-BARADI, WANAQQI-HI MINAL KHATHAYAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYAD-HU MINAL DANASI, WA ABDIL-HU DAARAN KHAIRAN MIN DAARI-HI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLI-HI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAU-JI-HI, WAQI-HI FITNATAL QABRI WA'ADZABAN NAARI (versi panjang, baca keseluruhan)Artinya :Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada istrinya di dunia, dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.

Takbir Ketiga, Jenazah Perempuan :

ALLAAHUMMAGHFIR LA-HAA WARHAM-HAA WAAFI-HAA WAFU AN-HAA,
WA AKRIM NUZUULA-HAA, WAWASSI MADKHOLA-HAA, WAGHSIL-HAA BIL MAA-I WATS TSALJI WAL-BARADI, WANAQQI-HAA MINAL KHATHAYAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYAD-HAA MINAL DANASI, WA ABDIL-HAA DAARAN KHAIRAN MIN DAARI-HAA, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLI-HAA, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAU-JI-HAA, WAQI-HAA FITNATAL QABRI WAADZABAN NAARIArtinya : "Ya Allah, ampunilah dia berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau suami di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.

6. Takbir keempat

Membaca doa, untuk jenazah laki-laki ALLAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRO-HU WALAA TAFTINAA BA'DA-HU WGHFI LANAA WA LA-HU WA LI IKHWANINA LADZINA SABAQQUUNA BIL IMAANI WA LA TAJ'AL FI QULUUBINA GILAL LILADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUUFUR ROHIIMJenazah perempuan :ALLAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRO-HAA WALAA TAFTINAA BADA-HAA WAGFIR LANAA WA LA-HAA WA LI IKHWANINA LADZINA SABAQUUNA BIL IMAANI WA LA TAJAL FI QULUUBINA GILLAL LILLADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUUFUR ROHIIMArtinya :Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya serta ampunilah kami dan dia, dan juga bagi saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

7. SalamMemalingkan kepala ke kanan dan ke kiri sambil mengucap salam : ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUHArtinya : Keselamatan dan Rahmat Allah Semoga tetap kepada Kamu sekalian

Doa Sesudah Salat Gaib

Bismillahhir-rahmaanir-rahiim

"ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA WA ALAA ALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. ALLAHUMA BI HAQQIL-FAATIHAH. ITIQ RIQAABAANAA WA RIQAABA HAADZAL-MAYYITI (jenazah laki-laki) / HAADZIHIL MAYYITATI (jenazah perempuan) MINAN-NAAR ( 3 X ).

ALLAHUMA ANZILIR-RAHMATA WAL MAGHFIRATA ALAA HAADZAL MAYYITI (jenazah laki-laki) / HAADZIHIL MAYYITATI (jenazah perempuan) WAJAL QABRAHU (HAA)

RAUDHATAN MINAL-JANNAH. WA LAA TAJALHULAHU (LAHAA) HUFRATAN MINAN-NIIRAAN. WA SHALLALLAHU ALAA KHAIRI KHALQIHI SAYYIDINA MUHAMMADIN WA AALIHI WA SHAHBIHI AJMAIINA WAL-HAMDULILLAHI RABBIL-AALAMIIN."Artinya : Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surge dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulianya makhluk-Nya, yaitu junjungan kami Nabi Muhamamad dan keluarganya, serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.Penjelasan doa : ganti menjadi akhiran HUU untuk jenazah laki-laki, serta akhiran HAA untuk jenazah perempuan.

Manfaat Salat Gaib

Salat Gaib merupakan suatu amalan salat yang baik dan berpahala. Sekaligus menambah kesadaran pada diri mengenai kematian dan kehidupan di alam kubur. Kemudian kita juga turut mendoakan dari jauh saudara, keluarga, atau teman yang meninggal dunia.Shalat Gaib ialah melaksanakan salat jenazah yang gaib (tidak ada di hadapan). Dalam kitab Zd al-Mad Fi Hadyi Khairil Ibd, Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah berkata, salat Gaib merupakan kebiasaan Nabi Muhammad SAW.Sebagai seorang umat Muslim sebaiknya mengerti dan mempelajari yang sudah menjadi ketentuan agama Islam. Berusaha mengikuti tauladan Rasulullah SAW akan membuat diri semakin yakin dan semangat menjalankan ibadah yang lain. Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

Rekomendasi