Pesawat Ukraine International Airlines Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan PS 752, jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara International Imam Khomeini, Teheran, Rabu (8/1).
Pesawat tersebut kabarnya akan terbang dari Teheran menuju Kiev, Ukraina. Setelah lepas landas, hanya beberapa menit pesawat tersebut tiba-tiba jatuh hingga menewaskan sekitar 176 penumpang termasuk awak kabin.
Laman Time melaporkan, Kamis (9/1), masih belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat itu. Penjelasan awal dari Ukraina dan Iran saling bertentangan. Berikut informasi selengkapnya:
Advertisement
Selepas jatuhnya pesawat tersebut, pejabat Iran mengatakan jika pesawat Boeing 737-800 jatuh dikarenakan adanya masalah teknis pada mesin. Namun, pihak kedutaan Ukraina menyangkal dan akan menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat lebih lanjut.
Perlu diketahui jika jatuhnya pesawat ini memang hanya berselang beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Irak. Serangan rudal ini merupakan balasan atas meninggalnya Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani, Jumat lalu. Hal inilah yang menyebabkan beberapa pihak mengatakan jika penyebab jatunya pesawat Ukraine Airlines ini diakibatkan terkena hantaman rudal.
Advertisement
Diketahui tim penyelidik juga diturunkan untuk mencari kemungkinan serpihan rudal di lokasi jatuhnya pesawat. Ketua Dewan keamanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danylov juga menuturkan adanya sebuah kemungkinan pesawat itu jatuh karena bom atau mesin yang meledak hebat.
Oleksy juga mengimbau untuk berhati-hati dengan spekulasi yang yang tersebar mengenai penyebab jatuhnya pesawat sampai penyelidikan selesai.
Advertisement
Sebuah data dari FlightRadar24 memperlihatkan jika pesawat Ukraine Airliner tersebut jatuh dalam waktu dua menit setelah lepas landas bahkan belum mencapai ketinggian lebih dari 8.000 kaki sebelum kemudian hilang komunikasi dengan menara pengawas.
Sebuah laporan dari otoritas penerbangan Iran mengatakan jika pesawat sempat berusaha kembali ke bandara saat sudah terbakar dan pilot tidak sempat meminta bantuan melalui radio.
Advertisement
Diketahui kotak hitam pesawat dan perangkat komunikasi kokpit sudah ditemukan meski dalam keadaan rusak. Di lansir dari BBC Indonesia Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh mengatakan tidak akan memberikan kotak hitam kepada pembuat pesawat (Ukraina) dan Amerika. Hal ini dikarenakan Iran berhak memimpin jalannya penyelidikan menurut aturan penerbangan dunia.
"Kecelakaan ini akan diinvestigasi oleh organisasi penerbangan Iran, namun pihak Ukraina juga dapat hadir selama penyelidikan insiden ini," ungkap Ali dikutip dari BBC Indonesia Jumat (10/1).
Advertisement
Iran melakukan penyerangan rudal pada Rabu (8/1) pagi. Serangan ini terjadi di Ain al-Asad, Irak Barat. Hantaman roket Iran ke markas pasukan Amerika Serikat di Irak merupakan balas dendam atas kematian Jenderal Qassem Soleimani pada Jumat (3/1) lalu.
Seperti yang dilansir dari Aljazeera, Iran menyerang pasukan Amerika Serikat dengan lebih dari selusin roket. Serangan ini dilakukan ke dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. Iran menyerang pasukan Amerika Serikat sebanyak dua kali.