Seorang pria paruh baya di sebuah desa mendadak menghebohkan warga setelah namanya diumumkan meninggal dunia melalui pengeras suara masjid, padahal ia masih hidup dan tengah bekerja di sawah.
Kejadian tersebut sontak memicu kepanikan warga hingga rumah yang bersangkutan telah dipasangi tenda duka.
Peristiwa itu terjadi saat pria bernama Slamet sedang beraktivitas di area persawahan. Ia dibuat terkejut ketika mendengar pengumuman kematian yang menyebutkan namanya.
Merasa ada yang tidak beres, Slamet langsung meninggalkan sawah dan bergegas kembali ke rumah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Advertisement
Setibanya di rumah, Slamet mendapati suasana duka telah tercipta. Sejumlah warga terlihat berkumpul, bahkan perlengkapan tenda untuk melayat sudah berdiri di depan rumahnya. Situasi itu membuat Slamet kebingungan dan heran dengan pengumuman yang beredar.
"Kok aku disiarkan mati?" ujar Slamet dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @Viralbanten.id, Senin (22/12).
Keluarga Slamet pun ikut terkejut melihat ia pulang dalam kondisi sehat. Mereka mengaku sebelumnya menerima kabar duka dan tidak menyangka informasi tersebut ternyata keliru.
Setelah ditelusuri, pengumuman kematian tersebut disebabkan oleh kesalahan identifikasi jenazah. Jenazah yang ditemukan di area persawahan dan diumumkan melalui masjid ternyata merupakan warga dari desa lain yang memiliki kemiripan ciri fisik dengan Slamet, sehingga terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi.
Advertisement
Video kejadian ini kemudian menyebar luas di media sosial dan memancing berbagai reaksi warganet.
Sebagian menanggapinya dengan nada humor, sementara lainnya mengungkapkan rasa syukur karena Slamet dipastikan masih hidup dan sehat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait lokasi pasti kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum diumumkan ke publik untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Reporter magang: Ahmad Subayu