Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perbedaan Isolasi Mandiri, Jaga Jarak Fisik dan Karantina Mandiri

Perbedaan Isolasi Mandiri, Jaga Jarak Fisik dan Karantina Mandiri Kantor bus sekolah DKI jadi tempat isolasi pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak pula istilah-istilah baru yang sebenarnya perlu untuk dipahami. Sebuah edukasi yang baik dan benar, perlu diberikan kepada masyarakat agar tidak salah pengertian.

Istilah yang kerap muncul antara lain adalah seperti isolasi mandiri (isoman), jaga jarak fisik (physical distancing) hingga karantina mandiri. Nyaris terdengar sama, sebenarnya ketiga istilah tersebut tentu sangat berbeda.

Banyak sekali masyarakat yang belum tahu dan memahami perbedaan di antara ketiga istilah itu. Bagi Anda yang ingin mengetahui dan memahaminya secara benar, berikut adalah perbedaan isolasi mandiri, jaga jarak fisik dan karantina mandiri seperti dikutip langsung dari WHO via laman resmi Satgas Covid-19:

- Karantina berarti membatasi kegiatan atau memisahkan orang yang tidak sakit tetapi mungkin terpapar COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit pada saat orang tersebut baru mulai mengalami gejala.

- Isolasi berarti memisahkan orang yang sakit dengan gejala COVID-19 dan mungkin menular guna mencegah penularan.

- Menjaga jarak fisik berarti terpisah secara fisik. WHO merekomendasikan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Jarak ini merupakan ukuran umum tentang seberapa jauh semua orang harus saling menjaga jarak walaupun mereka baik-baik saja tanpa diketahui terpapar COVID-19 atau tidak. (mdk/bil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP