Penyakit Anemia Beserta Gejala Hingga Cara Mengatasinya, Pahami Agar Tak Berlanjut
Merdeka.com - Penyakit anemia merupakan jenis gangguan kesehatan yang hingga kini masih banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang, gejala hingga akibat dari penyakit anemia tersebut mampu mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dalam dunia medis, anemia merupakan sebuah gangguan kesehatan di mana tubuh kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin dari yang seharusnya. Hemoglobin tersebut merupakan suatu zat protein yang berperan untuk memberikan warna merah pada darah serta membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Sementara itu, pada umumnya penyakit anemia sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis dari penyakit anemia tersebut didasarkan pada penyebab hingga gejala yang dirasakan oleh penderita.
Meski terkesan cukup berbahaya, namun sebenarnya penyakit anemia tersebut dapat diatasi dengan pengobatan tertentu. Tak hanya itu, bagi Anda yang belum pernah mengalaminya sama sekali, ada baiknya untuk mengetahui berbagai cara pencegahan yang bisa dilakukan.
Simak penjelasan mengenai penyakit anemia yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Gejala Penyakit Anemia
Sebenarnya, penyakit anemia yang dialami oleh penderitanya tersebut memiliki gejala yang beragam dan berbeda-beda. Namun secara tidak langsung, penyakit anemia tersebut dapat dikenali dengan berbagai gejala yang seringkali menghampiri.
Beberapa tanda dari penyakit anemia tersebut biasanya berupa:
- Kulit yang terlihat pucat atau kekuningan.
- Rasa lelah berlebih meski tak melakukan aktivitas berat.
- Sering mengalami sesak napas.
- Dada sering terasa sakit hingga nyeri.
- Kaki dan tangan yang sering terasa dingin
- Kepala yang sering terasa sakit dan nyeri.
Jenis dan Penyebab Penyakit Anemia
Penyakit Anemia AsplastikJenis anemia yang satu ini merupakan kondisi tubuh saat kekurangan hemoglobin dalam jumlah yang dibutuhkan. Bahkan, tubuh dikatakan tidak mampu memproduksi sel darah merah yang cukup. Penyebabnya pun beragam yakni adanya infeksi, penyakit autoimun, zat kimia, hingga rutinitas saat menggunakan pengobatan tertentu.
Penyakit Anemia Defisensi BesiBerbeda dengan sebelumnya, jenis penyakit anemia defisiensi besi merupakan gangguan kesehatan tubuh saat kekurangan asupan nutrisi berupa zat besi. Seperti yang kita tahu, zat besi merupakan unsur utama dalam pembentukan sel darah merah yang disebut dengan hemogloblin.

©Shutterstock.com
Penyakit Anemia PendarahanJenis anemia ini terjadi saat tubuh mengalami banyak pendarahan misalnya pada saat terjadi kecelakaan, masa menstruasi yang terlalu lama, operasi, hingga pendarahan yang tak terduga lainnya. Hal ini jelas dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah.
Penyakit Anemia HemolitikAnemia hemolitik merupakan gangguan yang dapat terjadi saat sela darah merah dapat dihancurkan lebih cepat daripada proses pembentukannya. Hal yang umumnya terjadi pada sumsum tulang belakang tersebut bisa diakibatkan oleh beberapa jenis penyakit lainnya seperti talesmia, sickle cell, hingga glucose-6 phospate dehydrogenase deficiency.
Penyakit Anemia MegalobiastikJenis penyakit anemia megalobiastik merupakan gangguan kesehatan tubuh saat kekurangan asupan nutrisi berupa asam folat atau vitamin B12. Zat tersebut diketahui juga merupakan salah satu unsur pembentuk sel darah merah yang ada di dalam tubuh.
Penyakit Anemia KronikJenis penyakit anemia yang terakhir ini disebut dapat terjadi lantaran beberapa penyakit kronik. Di antaranya yakni dapat berupa penyakit mematikan HIV/AIDS, kanker, rheumatoid arthritis (RA), penyakit ginjal kronik, hingga penyakit Chron yang dapat menyerang proses pembentukan sel darah merah di dalam tubuh.
Faktor Risiko Penyakit Anemia
Dilansir dari Halodoc, risiko seseorang dapat terkena penyakit anemia semakin tinggi apabila di dalam tubuhnya memiliki beberapa kondisi yang cukup kurang baik. Hal itu seringkali disebut dengan faktor risiko.

©2020 Merdeka.com
Beberapa faktor risiko seseorang dapat terkena penyakit anemia yakni sebagai berikut:
- Memiliki sejumlah penyakit kronis yang telah dialami dalam jangka waktu yang lama.
- Kekurangan vitamin dan beberapa nutrisi berupa rendah vitamin B12, zat besi, dan folat.
- Memiliki penyakit atau gangguan sistem pencernaan terutama usus.
- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit anemia.
- Pernah mengalami paparan zat kimia beracun.
- Memiliki riwayat imun tubuh yang cukup rendah.
Pengobatan dan Cara Mencegah Penyakit Anemia
Pengobatan Penyakit AnemiaMeski beberapa jenis penyakit anemia tersebut diklaim tidak bisa dicegah, namun beberapa di antaranya masih dapat diatasi hingga dicegah. Beberapa strategi pengobatan pada penyakit anemia tersebut yakni:
- Transfusi darah melalui cara dan mekanisme yang steril.
- Pemberian obat untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
- Pemberian sejumlah pengobatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
- Pemberian suplemen penambah darah, zat besi, asam folat, hingga vitamin B12.

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/alexskopje
Cara Mencegah Penyakit AnemiaMeski beberapa jenis penyakit anemia tersebut dapat diatasi, namun tak ada salahnya untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan yang berupa:
- Konsumsi diet yang kaya mineral dan vitamin secara rutin.
- Menghindari penularan malaria.
- Melakukan konseling genetik, terlebih saat memiliki keluarga dengan riwayat penyakit anemia.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya