Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan Ilmiah Berjemur Sinar Matahari Disebut Bisa Bunuh Virus Corona

Penjelasan Ilmiah Berjemur Sinar Matahari Disebut Bisa Bunuh Virus Corona ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Belakangan ini, berjemur menjadi tren baru yang dipercaya mampu melawan virus corona. Hingga Selasa (31/3/2020), kasus positif corona di Indonesia mencapai 1.528. Diikuti dengan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 81 orang dan meninggal dunia hingga 136 jiwa.

Segala upaya tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menekan penyebaran virus corona. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga berupaya semaksimal mungkin agar tidak terinfeksi virus corona. Salah satunya dengan berjemur sinar matahari di pagi hari.

Namun, apakah berjemur bisa membunuh virus corona? Simak ulasan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Pentingnya Sistem Kekebalan Tubuh

Melansir dari halodoc, Rabu (1/4/2020), sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam memunculkan gejala penyakit, baik itu ringan maupun berat. Begitu pula yang terjadi pada pasien virus corona (Covid-19).

sistem kekebalan tubuh

2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Faktanya, sebagian besar pasien meninggal bukan disebabkan oleh virus corona. Melainkan rusaknya sistem kekebalan tubuh mereka yang memang disebabkan oleh virus tersebut.

Berjemur di Paparan Sinar Matahari

Sejak virus corona masuk di Indonesia, banyak sekali informasi-informasi yang bermunculan. Termasuk cara ampuh mencegah virus corona dengan berjemur di paparan sinar matahari.Melansir dari halodoc, terkena paparan sinar matahari langsung mampu merangsang produksi vitamin D. Di mana vitamin ini berperan penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor pada makanan. Tidak hanya itu, vitamin D juga memiliki peranan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan sel darah. Dengan berjemur di pagi hari nantinya juga bisa menekan sistem imun yang terlalu aktif bekerja. Sel darah putih pun akan mengalami peningkatan, sehingga mampu mencegah infeksi dan mengatasi penyakit dengan sendirinya.

Gunakan Tabir Surya

Perlu diketahui, tidak selamanya paparan sinar matahari bagus untuk kulit. Terdapat beberapa dampak buruk yang menyertainya. Alih-alih tidak berjemur, kalian justru bisa melakukan beberapa tips aman berjemur di bawah sinar matahari. Salah satunya dengan menggunakan tabir surya.ilustrasi tabir surya

Shutterstock

Tabir surya dikenal mampu membantu mencegah kerusakan pada kulit akibat paparan sinar ultraviolet A dan B. Meski begitu, perhatikan juga jenis tabir surya yang digunakan. Sebab, salah dalam memilih dan menggunakan tabir surya bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan kulit.Terdapat beberapa jenis tabir surya yang dijual di pasaran. Hal ini disesuaikan pula dengan tipe kulit seperti kulit berminyak, kulit kering, kulit normal, kulit sensitif dan kulit gelap. Bisa juga menggunakan tabir surya yang berbahan dasar dari bengkoang dan teh hijau.

Waktu Tepat untuk Berjemur

Waktu yang tepat untuk berjemur di bawah paparan sinar matahari adalah di rentang pukul 9-11 siang. Pada waktu-waktu tersebut, vitamin D akan didapatkan tubuh secara maksimal. Seperti dikatakan sebelumnya, vitamin D memiliki peranan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin D juga bisa membantu menjaga tubuh tetap fit.Tidak disarankan berjemur terlalu pagi atau di sore hari. Lantaran, kandungan vitamin yang ada di sinar matahari masih belum terlalu banyak.

Maksimal 15 Menit

Meski begitu, hindari berjemur terlalu lama di bawah paparan sinar matahari. Saat hendak berjemur, perhatikan dengan betul durasinya. Durasi berjemur di bawah sinar matahari yang tepat adalah 10-15 menit.002 bramy biantoro

Pixacube

Jika lebih, bukan manfaat yang didapatkan melainkan efek samping yang justru bisa membahayakan kesehatan kulit. Bahkan, kulit bisa terbakar dan menimbulkan gejala penuaan dini jika terlalu lama berjemur.

Buat Jadwal Berjemur

Tidak banyak yang tahu, berjemur di bawah paparan sinar matahari setiap harinya justru tidak baik. Hal ini lantaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kulit.Untuk itu, jadwalkan aktivitas berjemur di bawah sinar matahari. Kalian bisa berjemur 3-4 kali dalam seminggu untuk mendapatkan manfaat vitamin D dari paparan sinar matahari.

Hindari Keramaian

Di tengah pandemi corona, hindari melakukan aktivitas berjemur di keramaian. Sebab, berjemur di keramaian akan meningkat risiko seseorang terinfeksi virus corona (Covid-19).007 febrianti diah kusumaningrum

Daily Express

Pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai. Tentu saja kalian bisa memilih tempat yang nyaman agar pikiran juga menjadi tenang dan rileks. Kalian juga bisa membawa kacamata, minuman dan alas saat sedang berjemur.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP