Pantang mundur hingga titik darah penghabisan jika asa belum tergapai. Kalimat tersebut rasanya cukup mewakili kepribadian seorang prajurit muda tamtama TNI AD berikut ini.
Tak kenal menyerah, sosoknya mengaku sempat gagal 10 kali sebelum akhirnya menjadi anggota TNI AD. Lantaran hal ini, seorang Kolonel TNI merasa kaget sekaligus takjub.
Seperti apa kisahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Edward Sitorus Papua Channel, Jumat (12/1).
Advertisement
Kolonel TNI Hampiri Prajurit Tamtama
Resmi dilantik menjadi prajurit tamtama muda korps Kavaleri TNI AD, sejumlah prajurit kedapatan tak didampingi keluarga.
Melihat hal ini, Kolonel TNI Edward Sitorus seketika menghampiri sekaligus memberi pesan hingga motivasi.
"Tetap semangat ya. Sampaikan ke ortu kalau kalian siap ditempatkan dimana saja. Nanti kalau sampai di Batalyon ada informasi mengenai senior-senior kalian, contoh yang bagus-bagusnya ya," ungkapnya.
Advertisement
10 Kali Gagal Tes
Di antara belasan prajurit di lokasi, ada salah satunya yang lantas paling menuai atensi Edward. Sosok tersebut diketahui telah mengalami sepuluh kali kegagalan sebelum akhirnya lulus dan dilantik menjadi prajurit tamtama TNI AD.
"Perjuangan kalian masuk ke sini gampang atau susah? Yang satu kali langsung masuk ada? Paling banyak berapa?" tanyanya.
Advertisement
"Siap, saya sepuluh kali," balas prajurit tersebut.
Advertisement
Mendengar pernah merasakan perjuangan panjang hingga sepuluh kali tes dari sang prajurit, Edward lantas merasa kaget bercampur kagum.
Takjub dengan perjuangan kerasnya menjadi seorang prajurit, Edward lantas melempar rasa penasaran mendalam mengenai alasannya.
"Kamu enggak ada kerjaan lain? Enggak bosan? Enggak capek mempersiapkan berkas? Kenapa?" tanyanya.
Usut punya usut, menjadi prajurit memang telah menjadi cita-citanya.
Karenanya, prajurit tersebut memilih berjuang dengan keras dan tanpa henti agar bisa mencapai cita-citanya.
"Memang sudah jadi cita-cita, komandan," terangnya.
Dikisahkannya, perjuangan panjang dimulai sejak tahun 2020 silam. Berbagai level prajurit pun menjadi incarannya, demi menjadi abdi negara. Mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira turut diincarnya kala itu.
Advertisement
"Kamu sejak kapan berjuang?" tanya Edward.
"Saya sejak tahun 2020," terangnya.
Menutup perbincangan keduanya, Edward menggarisbawahi jika sosok prajurit itu merupakan bukti nyata dari kerja keras.
Selain itu, ada pertolongan dari Yang Maha Kuasa untuk membantu setiap manusia yang telah bertekad.
Advertisement
"Ini dia, pantang menyerah. Ada yang tiga kali saja, sudah menyerah. Kamu kepikiran enggak kalau kalah sama orang dalam?" tanya Edward. "Siap, tidak," balasnya.
"Nah itu, dia. Dengan perjuangan dan pertolongan Tuhan, semuanya tidak ada yang mustahil," tukas Edward.