Pemobil Ganti Pelat TNI ke Hitam saat Isi Pertalite Ternyata Anak Pensiunan Jenderal
Merdeka.com - Video viral yang sempat menjadi sorotan saat pemobil ganti pelat TNI ke hitam saat mengisi BBM subsidi Pertalite di SPBU Rest Area Sebelum Exit Tol Jatiwaringin Jakarta Timur menemui titik terang.
Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD akhirnya memberikan klarifikasi dan kejelasan dari masalah yang terjadi.
Dalam Press Release yang dilakukan, diketahui bahwa mobil tersebut dikendarai oleh anak seorang pensiunan jenderal yang izin berlakunya pelat tersebut sudah habis.
Beberapa kesepakatan lain juga dilakukan antara pihak TNI AD dengan pemilik pelat dinas. Berikut informasi selengkapnya.
Pakai Pelat Dinas, Ditolak Isi Pertalite
Sebuah video yang diunggah di kanal Snack Video terkait dugaan penyalahgunaan pelat dinas TNI AD ramai disorot warganet.
Melansir dari Instagram @majeliskopi08 Selasa (24/1), pengunggah video sempat merekam kejadian tersebut saat tengah mengisi bensin di SPBU Rest Area dekat Exit Tol Jatiwaringin pada Senin (16/1) lalu.
"Smoga pak Panglima bisa ngliat hal ini. Jd org ini minta diisi pertalite tp ditolak krn mbl dinas. Kejadian tgl 16/01/2023 di SPBU restart area sebelum keluar tol Jatiwaringin," tulis informasi dalam video.
Pengemudi mobil berpelat dinas tersebut tampak sempat berdebat dengan petugas SPBU karena merasa pelat miliknya berwarna hitam, hanya saja masih terbalut pelat dinas TNI yang merupakan milik ayahnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Pengemudi Anak dari Pensiunan Jenderal TNI
Pengemudi mobil tersebut diketahui adalah putra dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto bernama Yonatan Wiliam Pascalis.
Mobil dengan merk Suzuki Jeep warna hijau metalik tua dengan plat teregister di Samsat D 1585 XGR itu memang memiliki nomor dinas dengan registrasi 90186-32.

Instagram pussenkav_id ©2023 Merdeka.com
Pelat nomor mobil memang sempat berlaku saat Mayjen TNI (Purn) Mindarto masih berdinas di Pussenkav sebagai Pamen Ahli. Plat mobil tersebut terakhir diperpanjang pada 7 Juli 2020 dan habis berlaku pada Juli 2021 lalu.
Pemilik mobil yang bersangkutan sudah tak memperpanjang karena sudah pensiun dari kesatuan.
Klarifikasi Pengemudi Mobil Pelat Dinas

Instagram pussenkav_id ©2023 Merdeka.com
Pengemudi sempat mengonfirmasi adanya kesalahpahaman dalam peristiwa tersebut. Pada saat itu Yonathan tidak menyadari bahwa mobil masih terpasang plat dinas militer milik orang tuanya.
Yonathan tak mengetahui aturan terkait mekanisme penggunaan kendaraan plat dinas TNI yang tidak diizinkan mengisi BBM bersubsidi di SPBU.
Pengemudi sempat bingung dan beradu argumen dengan petugas SPBU sehingga ia berinisiatif mengganti pelat dinas dengan pelat hitam yang ada di dalam kendaraan tersebut.
Press Release Pussenkav TNI AD
Melansir dari akun Instagram @pussenkav_id Selasa (24/1), pemilik pelat dinas milik Mayjen TNI (Purn) Mindarto akhirnya menyerahkan pelat tersebut ke Pomdam III/Siliwangi.
Satuan Pussenkav dan Pomdam III/Siliwangi juga menggelar Press Release pada Senin (23/1) untuk meluruskan kejadian yang ada. Berikut selengkapnya.
1. Nomor pelat dinas TNI AD dengan Nomor registrasi 90186-32 Merk Suzuki Jeep warna Hijau Metalik Tua dengan pelat teregister di Samsat Nomor D 1585 XGR yang viral tersebut adalah milik dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto. Plat nomor tersebut diterbitkan saat yang bersangkutan masih berdinas aktif di Pussenkav sebagai Pamen Ahli. Terakhir kali pelat tersebut diperpanjang pada 7 Juli 2020 dan masa berlaku nomor tersebut sudah habis sejak Juli tahun 2021 serta tidak lagi diperpanjang karena yang bersangkutan telah memasuki masa pensiun. Saat ini pelat dinas tersebut sudah ditarik langsung oleh Kasubditpamlatter Sdirum Pussenkav Kolonel Kav Harri Purnomo kemudian diserahkan ke Pomdam III/Siliwangi.
2. Pengguna kendaraan dinas yang terekam pada video tersebut adalah anak dari Mayjen TNI (Purn) Mindarto a.n. Yonatan Wiliam Pascalis, yang bersangkutan kini sudah berada di Australia untuk melanjutkan pendidikan. Saat dikonfirmasi yang bersangkutan tidak menyadari saat menggunakan kendaraan tersebut ternyata terpasang pelat dinas militer milik orang tuanya serta tidak memahami tentang aturan maupun mekanisme bahwa kendaraan pelat dinas TNI tidak diperbolehkan untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU. Karena hal tersebut yang bersangkutan berinisiatif mengganti plat dinas dengan pelat hitam yang ada di dalam kendaraan tersebut.
3. Melalui sebuah video singkat Yonatan Wiliam Pascalis juga telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada institusi TNI khususnya bagi TNI AD karena kesalahpahaman atas perbuatan yang telah dilakukan saat berada di SPBU tersebut hingga video tersebut menjadi viral di Medsos.
(mdk/thw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya