Seorang Bripda terciduk para pamen usai miliki badan terlalu kurus sampai dituding bayar masuk polisi. Simak informasinya.
Para perwira menengah (pamen) di Polda Bengkulu menggelar apel sekaligus mengecek kondisi jajarannya.
Di sela acara, terlihat beberapa pamen berpangkat AKBP berkeliling dan menyidak para anggotanya yang menarik perhatian.
Advertisement
Di sela acara, terlihat beberapa pamen berpangkat AKBP berkeliling dan menyidak para anggotanya yang menarik perhatian.
Salah satunya adalah Bripda Harlinsya yang memiliki badan terlalu kurus untuk seorang personel polisi.
Tak hanya kurus, Bripda Harlinsya terlihat kecil hingga diminta para komandannya untuk menggemukkan badannya.
Advertisement
Seperti apa informasinya? Melansir dari TikTok @pujiprayitno_21, Selasa (27/2) berikut ulasannya.
Para pamen berpangkat AKBP dari Polda Bengkulu 'menangkap' seorang anggota bintara yang miliki tubuh kurus.
Momen tersebut direkam oleh salah seorang perwira bernama Puji Prayitno via kamera ponselnya.
"Harlinsya sini dulu. Ini sudah berapa minggu? Kau sudah minum susu belum?," ucap Puji Prayitno.
"Siap minum komandan," balas bintara bernama Harlinsya.
Advertisement
Sebelumnya, Harlinsya sempat diminta untuk menggemukkan badan dalam waktu 2 bulan namun gagal.
"Kau janji berapa minggu biar gemuk?," tanya komandannya.
"Siap 2 bulan komandan," jawab Harlinsya.
"Pagi ini kau minum susu?," tambah komandan.
"Siap tidak komandan," ucap Harlinsya.
Advertisement
Ia pun diminta kembali menggemukan badan dalam waktu 1 bulan.
Advertisement
"Siap sabar komandan," jawab Harlinsya.
Berat badan Harlinsya pun terlampau ringan sebagai seorang anggota polisi.
"Harlinsya, badanmu ini terlalu tipis. Gemukin lagi lah. Berapa berat badanmu? tanya komandan.
"50 komandan," jawab Harlinsya.
Harlinsya pun diminta untuk minum susu setiap hari dan menambah porsi makannya untuk mempercepat berat badannya.
Advertisement
"Kau minum susu setiap hari ya, pagi, siang, sore, malam sebelum tidur. Sebelum tidur makan lagi," ucap komandan.
Karena postur dan berat badan yang kurus, Harlinsya sempat dikira bayar untuk menjadi seorang polisi.
Saat ditanya lebih jauh, ternyata Harlinsya merupakan anak dari seorang petani kopi di kampung halamannya.
Advertisement
"Petani apa?," sambung komandan.
"Petani kopi komandan," jawab Harlinsya
Ia pun sempat diminta jujur oleh komandannya saat mengikuti seleksi di kepolisian.
"Eh tapi jujur kamu masuk polisi bayar gak?," Penempatan bayar enggak?," ucap komandannya.
"Siap tidak komandan." tanggap Harlinsya.
"Kau nanti jangan sampai mengajukan bank lo ya, yang tanda tangan saya. Nanti kalau tanda tangan bank datanya untuk apa kau bayar gak?," ancam komandan.
"Siap tidak ndan," jawb tegas Harlinsya.
Tubuh kurusnya membuat Harlinsya sempat diragukan untuk masuk kepolisian oleh komandannya.
"Tapi kok kurus? Jangan-jangan uangmu habis untuk itu?"
"Bayar siapa? Kamu tidak, orang tuamu?,"ucap komandan.
"Siap tidak komandan," balas Harlinsya.
Advertisement
@pujiprayitno_21 Sehat selalu
♬ suara asli - PP21 - Pujiprayitno21