Mengenal Totok Santosa, Raja Agung Sejagat Pernah Janjikan Uang Ratusan Dolar AS

Selasa, 14 Januari 2020 16:37 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Mengenal Totok Santosa, Raja Agung Sejagat Pernah Janjikan Uang Ratusan Dolar AS Keraton Agung Sejagat. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat. Sontak saja kemunculan kerajaan ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Terlebih sejak foto-foto kirab budaya serata Wilujengan mencuat ke permukaan.

Keraton atau kerajaan ini dipimpin oleh sepasang suami istri yakni Raja Totok Santoso Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyan Gitarja. Tak menunggu lama, pasangan itu langsung menjadi sorotan publik.

Penasaran dengan sosok Raja Totok Santosa, pimpinan Keraton Agung Sejagat? Simak ulasan informasi yang berhasil terangkum berikut ini:

1 dari 5 halaman

Sosok Pemimpin Keraton Agung Sejagat

Bukan kali ini saja, Raja Totok sukses menghebohkan publik. Pada tahun 2016 lalu, pria pemilik nama Sinuhun ini rupanya pernah menjanjikan sejumlah uang setiap bulannya. Tidak tanggung-tanggung, uang yang dijanjikan hingga bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Diketahui, uang itu akan diberikan melalui sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committee (JOGJA-DEC).

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Pimpinan Keraton Agung Sejagat ini menyatakan ada dana kemanusiaan dalam bentuk USD dengan nilai tak terhingga. Dia juga mengklaim uang tersebut masih tersimpan di Esa Monetary Fund (EMF), salah satu bank negara Swiss. Menariknya, uang itu nantinya akan diberikan pada masyarakat masing-masing USD50 juta hingga USD200 juta sebulan dan ditambah USD100 ribu.

"Uang ini merupakan hak bagi bangsa Indonesia. Namun untuk memperoleh uang tersebut harus memiliki register dan nomor keanggotaan di JOGJA-DEC. Nanti bisa dikirim tiap bulan lewat ATM atau lewat koperasi," kata Totok seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (14/1).

2 dari 5 halaman

Ada Singgasana Bak Kerajaan Sungguhan

Tak hanya itu saja, Keraton Agung Sejagat juga memiliki singgasana bak kerajaan pada umumnya. Tentu saja, singgasana tersebut hanya diduduki oleh Raja Totok Santosa dan Kanjeng Ratu.

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Dilansir akun Twitter aritsantoso, tampak singgasana pemimpin Keraton Agung Sejagat itu berwarna dipenuhi oleh warna merah dan hitam. Selain itu, sejumlah ornamen berwarna emas menghiasi ruangan Keraton Agung Sejagat.

3 dari 5 halaman

Mengaku Bukan Aliran Sesat

Sejak viral di media sosial, masyarakat banyak yang menyebutnya sebagai organisasi aliran sesat. Mengetahui hal itu, penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat buka suara. Menurutnya, keraton kerajaan yang berada di Purwokerto ini bukanlah organisasi aliran sesat. Dia juga menambahkan bila Keraton Agung Sejagat adalah kerajaan yang muncul karena sebuah perjanjian 500 tahun lalu telah berakhir.

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Lebih lanjut, penasihat Keraton mengatakan perjanjian itu mulai terhitung sejak Kemaharajaan Nusantara mulai menghilang. Lebih tepatnya pada imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018. Dengan berakhirnya perjanjian, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia.

"Kekuasaan tertinggi pun harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus dari Medang Majapahit, yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra." kata Resi Joyodiningrat.

4 dari 5 halaman

Miliki Ratusan Pengikut

Keraton Agung Sejagat pertama kali menjadi sorotan publik sejak video kirab budaya yang dilakukannya tersebar luas. Dengan menaiki kuda, Raja Totok dan Kanjeng Ratu tampak menyusuri sepanjang jalan. Bukan itu saja yang berhasil mencuri perhatian publik.

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

Diketahui jumlah pengikut Keraton Agung Sejagat ditaksir mencapai 450 orang, terbilang cukup besar untuk sebuah organisasi baru. Bahkan, dilansir dari Twitter arisantoso, sebagian besar pengikut Raja Totok bukanlah orang asli Purwokerto. Dia menyebutkan hanya dua orang saja yang turut serta dalam prosesi kirab tersebut.

5 dari 5 halaman

Respon Kepolisian Setempat

Mengenai berita yang beredar luas, Polres Purworejo bersama TNI dan Pemkab berencana untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Twitter @aritsantoso 2020 Merdeka.com

"Kami mengetahui informasi tersebut, tetapi tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kami akan bersama-sama klarifikasi," kata Wakapolres Purworejo Komisaris Andis Arfan Tofani, yang dikutip dari Liputan6.com, Selasa (14/1).

Pernyataan itu sejalan dengan belum ada konfirmasi apapun dari pihak keraton pada Polres, TNI dan Pemkab. Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak terlalu resah dan khawatir.

[tan]
Topik berita Terkait:
  1. Keraton Agung Sejagat
  2. Trending
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini