Masjid di Rusia Berisi Kaligrafi Ayat Kursi, Dibawa Mega Ukiran dari Jepara
Merdeka.com - Selain sebagai tempat ibadah, masjid kerap menjadi destinasi wisata religi bagi para pelancong. Baik karena sejarah hingga keunikan arsitekturnya.
Salah satu contohnya adalah Masjid Biru di Kota Saint Petersburg, Rusia. Disebut masjid biru (Blue Mosque) karena masjid itu didominasi warna biru. Adanya keterlibatan Presiden pertama RI Soekarno atas pembangunan masjid itu mengakibatkan masjid itu juga dijuluki sebagai Masjid Soekarno.
Baca juga: Contoh Kaligrafi Ayat Kursi Yang Mudah Lengkap
Hebatnya lagi, terdapat ukiran kaligrafi ayat kursi yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah, yang dibawa oleh Megawati Soekarnoputri dan dipamerkan di dinding masjid biru tersebut. Ukiran hasil karya orang Jepara ini menambah kesan Jawa dan patut diapresiasi.
Hal ini lantas disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memotivasi dan membangkitkan semangat warganya.
Simak video dan ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari akun Instagram @ganjar_pranowo, Senin (6/6).
Kisah Bung Karno dengan Masjid di Rusia

Instagram @ganjar_pranowo ©2022 Merdeka.com
Selalu ada kisah menarik terkait hubungan Presiden Soekarno dengan Rusia. Kali ini mengenai desakan beliau kepada Rusia untuk mengaktifkan kembali Masjid Biru di St Petersburg yang ditutup.
Menurut catatan sejarah, semenjak kekuasaan Komunis Uni Soviet, hampir seluruh masjid dan gereja ditutup. Bung Karno yang berkunjung ke Uni Soviet tahun 1956, melihat ada sebuah masjid di St Petersburg yang dijadikan gudang.

Instagram @ganjar_pranowo ©2022 Merdeka.com
Baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menceritakan kembali kisah ini untuk memotivasi warganya. Dengan mengenang hubungan baik Indonesia dengan Rusia.
"Suatu ketika saya ke Rusia. Bukan urusan perang loh ya ini. Di Rusia itu ada masjid namanya masjid biru, blue mosque. Itu dulu masjid pernah jadi gudang. Lalu Bung Karno datang," kata Ganjar.
Mengutip dari Antara, Bung Karno meminta pada Pemimpin Uni Soviet saat itu, Nikita Khrushchev, untuk mengembalikan fungsi masjid biru.
"Kalau kamu sahabatku, maka aktifkan lagi masjid itu," pinta Soekarno yang ditirukan oleh Ganjar.
Ada Kaligrafi Ayat Kursi, Dibawa Mega

Instagram @ganjar_pranowo ©2022 Merdeka.com
Dalam hitungan hari, masjid itu lantas kembali jadi tempat ibadah umat Islam. Masjid itu sebenarnya dibangun sejak 1907 atas izin dari Tsar Nikolai II. Arsiteknya Nikolai Vasilyev sedangkan penyumbang dana terbesar adalah Emir Bukhara Said Abdoul Ahad.
Masjid selesai dibangun tahun 1910 dan resmi dibuka pada 1913. Saat itu menjadi masjid terbesar di Eropa.
Tak kalah hebat, rupanya ada kaligrafi ayat kursi yang dibawa oleh Presiden ke-5 RI Megawati. Sebuah mahakarya asal Jepara, Jawa Tengah yang mengagumkan.
"Diaktifkan lagi. Saya sempat datang dan salat di sana. Di sana ada kaligrafi ayat kursi dan dari ukiran, saya tanya siapa yang kasih? Yang membawa dulu bu Mega, dari mana? dari Jawa. Lalu saya cari takmirnya, menjelaskan secara detail ternyata ada tulisannya dan di masjid itu ada kaligrafi buatan Jepara," imbuhnya.
Ganjar Ingin Warga Bisa Mengoptimalkan Potensi

Instagram @ganjar_pranowo ©2022 Merdeka.com
Dalam sambutannya itu, Ganjar mengungkapkan harapan besar agar warganya bisa mengoptimalkan potensi dan berprestasi di kancah dunia.
Kisah karya Jepara yang mendunia merupakan salah satu hal yang patut dibanggakan dan dijadikan sebagai motivasi. Kekayaan negara berupa kreativitas masyarakat yang patut dijaga.
"Bapak itu, mungkin cerita ini kesannya simpel ya. Tapi diplomasi ukir itu bisa sampai mendunia dan sangat khas Jepara itu. Talenta yang bapak ibu miliki, warga miliki, mesti dijaga," tandasnya menyemangati.
Mengenal Masjid Biru di Rusia

Liputan6 ©2022 Merdeka.com
Melansir dari id.rbth.com, masjid Saint Petersburg dibangun pada 1910 yang bertujuan untuk menghormati Emir Bukhara dan menandai bergabungnya Asia Tengah dengan Rusia.
Memiliki nama asli Санкт-Петербу́ргская мече́ть (atau Sankt Peterburgkaya Mecet), di masa Kekaisaran Rusia kala itu tampak begitu menghormati kepentingan komunitas muslim, yang berjumlah lebih dari delapan ribu orang.
Masjid Biru ini mampu menampung lima ribu jemaah. Dua menaranya menjulang setinggi 49 meter, serta tinggi kubah 39 meter.

Liputan6 ©2022 Merdeka.com
Kubah Masjid Biru hampir merupakan tiruan tepat dari Mausoleum Guri Amir di Samarkand, Uzbekistan, dibangun pada abad ke-15. Di Mausoleum ini disimpan pula abu kremasi Tamerlane sang penakluk Asia Tengah.
Masjid pun beralih sebagai gudang saat Perang Dunia II. Namun sejak kehadiran Bung Karno yang meminta untuk diaktifkan lagi, masjid kembali difungsikan sebagai tempat ibadah lagi pada 1956.
Ganjar Ungkap ada Kaligrafi Asal Jepara di Rusia
Melalui unggahan video di media sosial, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menceritakan kunjungannya ke Rusia. Ia dibuat kagum akan mahakarya kaligrafi asal Jepara yang ada di sana.
Berikut videonya.
View this post on Instagram (mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya