Kronologi Putra Lahir dengan Kelamin Laki-Laki Malah Dianggap Perempuan
Merdeka.com - Belum lama ini Pengadilan Negeri Surabaya baru saja menyetujui permohonan Putri Natasya (19) untuk mengganti status kelamin dari perempuan menjadi laki-laki, serta mengganti namanya menjadi Ahmad Putra Adinata pada Rabu (19/2) lalu.
Kisahnya pun viral di masyarakat, Putra juga mengaku dirinya tak pernah melakukan operasi kelamin untuk berubah menjadi laki-laki. Belum lama ini, melalui video yang diunggah oleh The Hermansyah A6 Putra didampingi kuasa hukumnya, Martin Suryana menjelaskan fakta yang terjadi sebenarnya. Berikut informasi selengkapnya:
Resmi Mengganti Namanya

Youtube/The Hermasyah A6 2020 Merdeka.com
Sidang putusan atas permohonan Putra digelar secara terbuka di ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya. Hakim memberikan keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan.
Ia akhirnya resmi mengganti status jenis kelaminnya dari perempuan menjadi laki-laki dan mengganti namanya menjadi Ahmad Putra Adinata.
Alami Kelainan Sejak Lahir

Youtube/The Hermasyah A6 2020 Merdeka.com
Dalam video tersebut, Martin menjelaskan jika Putra memang mengalami kelainan sejak lahir. Hal itulah yang membuat Putra dianggap sebagai perempuan karena memiliki bentuk kelamin yang tidak seperti biasanya.
"Putra ini sejak lahir mengalami suatu kelainan yang secara medis disebut hipospadia," kata Martin.
Hipospadia sendiri merupakan suatu kelainann di mana letak lubang kencing pada bayi laki-laki tidak normal.
Tak pernah Jalani Operasi Kelamin
Martin juga menjelaskan jika klien-nya tidak pernah melakukan operasi ganti kelamin hanya saja melakukan operasi penyempurnaan bentuk kelamin karena sejak lahir memiliki kelamin laki-laki yang tidak sempurna.
Bukti-Bukti yang Menguatkan

Youtube/The Hermasyah A6 2020 Merdeka.com
Martin juga mengungkapkan ada berbagai bukti yang memperkuat jika Putra memang sebenarnya berjenis kelamin laki-laki. Di antaranya, setelah dilakukan cek medis ia diketahui tidak memiliki indung telur, rahim dan semacamnya layaknya perempuan. Putra juga tidak pernah mengalami menstruasi selama 18 tahun.
"Bukti-Bukti itu meliputi secara tertulis termasuk tes kromosom yang secara medis sudah membuktikan Putra ini kromosomnya XY yaitu laki-laki," jelas Martin.
Pengacara Katakan Sudah Ada 10 Kasus Sama
Pengacara tersebut juga menceritakan jika sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang sama seperti yang dialami oleh Putra.
"Ini penyakit langka, kemarin dokter dari ahli mengatakan ada beberapa kasus yang sudah ditangani. Setidaknya di dokter Soetomo ada 10 kejadian menurut keterangan dokter," ungkap Martin.
Sempat Alami Bully

Youtube/The Hermasyah A6 2020 Merdeka.com
Martin mengatakan jika Putra juga sempat mendapatkan bully-an dari lingkungan sekolahnya. untuk itu, ia harus terus mendapatkan support dari orang-orang terdekatnya.
"Yang tidak support pasti kan anak-anak seumuran dia di lingkungan sosial di mana dia bergaul (sekolah) yang memang terus terang saja ada verbal bullying dan fisik bullying pasti ada," kata Martin.
Hidup dengan Keragu-raguan
Martin juga menjelaskan jika selama 18 tahun klien-nya hidup dalam keragu-raguan. Hingga masalah ibadah Putra merasa bingung harus menjalankan sesuai aturan laki-laki atau perempuan.
"Jadi karena keragu-raguan dia bahwa dia sebetulnya laki-laki atau perempuan. Sampai urusan sholat dia bingung harus sholat secara laki-laki atau perempuan," kata Martin.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya