Kondisi Miris Tawanan Palestina yang Dibebaskan Israel 'Tinggal' Tulang & Penuh Kudis, Bandingkan sama Sandera Dilepaskan Hamas

Di tengah hingar bingar pelepasan para tawanan, ada fenomena mengejutkan sekaligus mengiris hati.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Kondisi Miris Tawanan Palestina yang Dibebaskan Israel 'Tinggal' Tulang & Penuh Kudis, Bandingkan sama Sandera Dilepaskan Hamas
Selandia Baru memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan warga Israel pelamar visa untuk melaporkan detail riwayat militer mereka, bahkan menolak beberapa permohonan visa karena keterlibatan dalam konflik di Jalur Gaza, kebijakan serupa juga diterapkan. (© 2025 Antaranews)

Hamas dan Israel mulai melepaskan para tawanan sesuai dengan isi kesepakatan gencatan senjatan di Gaza. Sejumlah warga dan tentara Israel yang disandera Hamas sudah dibebaskan.

Begitu juga dengan warga Palestina yang ditawan Israel mulai dibebaskan dari penjara zionisi. Namun, perbedaan mencolok atas kondisi tawanan Hamas dan Israel begitu terlihat.

Jika warga dan tentara Israel yang ditawan Hamas dibebaskan dalam kondisi ceria dan sehat tak kekurangan apapun, hal sebaliknya justru dialami warga Palestina yang ditawan Israel. Kondisi mereka begitu miris akibat penyiksaan yang dilakukan tentara Israel di dalam tahanan.

Seperti yang dialami warga Palestina bernama Mohammed Sabah (20) yang baru saja dibebaskan dari penjara Israel ini. Simak kisah selengkapnya.

Warga Palestina yang Ditawan Israel Kondisinya Amat Memprihatinkan

Kondisi Sabah belum lama ini terungkap dalam unggahan akun X @Kahlissee. Dalam unggahan tersebut, potret Sabah dalam dua kondisi yang berbeda terungkap.

Pada potret sebelah kiri, Sabah diketahui baru saja dibebaskan dari penjara Israel. Dalam foto yang beredar luas tersebut, Sabah terlihat memiliki kondisi yang begitu mengenaskan.

Tubuhnya tampak kurus kering tak terurus hingga tulang belulangnya pun nampak begitu terlihat. Bahkan dilaporkan, Sabah kembali ke Gaza dengan penyakit kulit berupa kudis hingga mengalami trauma mendalam.

"Seorang tawanan Palestina dibebaskan kemarin; Kulit dan tulang, terinfeksi kudis dan mengalami trauma total," demikian dikutip dari keterangan unggahan.

Sementara pada potret kedua, terlihat foto Sabah pada saat dirinya sebelum ditangkap dan menjadi tawanan Israel. Dalam potret itu, Sabah terlihat memiliki tubuh yang lebih berisi dan terurus dengan senyuman yang tergambar jelas di wajahnya.

"Mohammed Sabah (20) diambil oleh Israel ketika dia masih kecil pada usia 14 tahun,"

Kondisi Miris Tawanan Palestina yang Dibebaskan Israel 'Tinggal' Tulang & Penuh Kudis
Kondisi Miris Tawanan Palestina yang Dibebaskan Israel 'Tinggal' Tulang & Penuh Kudis X @Kahlissee

Penyiksaan Warga Palestina oleh Israel di Penjara

Beberapa waktu lalu, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Otoritas Palestina baru saja merilis laporan berisi kesaksian para bekas tahanan Palestina.

Meskipun kamp militer Sde Teiman sebelumnya dikenal sebagai pusat utama penyiksaan dan penganiayaan, laporan para tahanan menunjukkan bahwa pelanggaran serupa diungkap turut terjadi di berbagai penjara dan pusat penahanan, termasuk Naqab dan Nafha.

Pada masa awal penahanan, kekejian dilancarkan Israel untuk mendapat informasi berharga mengenai Hamas dan lain sebagainya.

Para tahanan dilaporkan menerima banyak penyiksaan hingga tindakan keji dari Israel. Bahkan, pelecehan seksual sering dilakukan tentara zionis terhadap warga Palestina yang ditawan.

Tak cuma itu, tahanan juga disiram dengan air limbah hingga air kencing. Kelaparan ekstrem, kedinginan, kesakitan luar biasa pun turut dirasakan para tahanan Palestina.

Bahkan, hal tragis harus dialami salah seorang warga Palestina berinisial MD. Dia bercerita jika dirinya mendapat kekerasan fisik hingga harus kehilangan mata palsunya.

Para tentara zionis juga diketahui turut menyita kacamata hingga berbagai barang pribadi yang dikenakan para tahanan.

Perbandingan dengan Sandera yang Dilepaskan Hamas

Hal berbeda justru dialami warga Israel yang disandera Hamas. Dalam kesaksian usai dibebaskan, mereka selalu mengakui kebaikan Hamas terhadap para sandera.

Semua kebutuhan mereka mulai dari makanan, pakaian hingga obat-obatan selalu dipenuhi. Mereka juga dilindungi dari bombardir yang dilakukan tentara Israel.

Karenanya, saat dibebaskan Hamas, penampilan mereka terlihat tak kurang suatu apapun.

Belum lama ini momen dibebaskannya empat tentara wanita Israel oleh Hamas begitu menyita perhatian publik dunia. Sebab, mereka nampak begitu ceria dan tak kekurangan suatu apapun.

Mengutip dari Al Jazeera, keempat wanita tersebut bernama Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy dan Liri Albag. Mereka diarak ke podium dan beberapa kali melambaikan tangan dan tersenyum sumringah ke publik.

Mereka kemudian dibawa ke kendaraan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) lalu kemudian diangkut ke pasukan Israel. ICRC mengonfirmasi pada hari Sabtu telah memindahkan 128 tahanan Palestina ke Gaza dan Tepi Barat.

Meski telah menjadi tawanan Hamas, kondisi empat tentara wanita Israel itu nampak begitu baik. Mereka nampak begitu sehat dan glowing. Tak ada raut kusam dan ketakutan dari wajah mereka.

Mereka bahkan nampak begitu glowing dan ceria dengan melambai-lambaikan tangan sembari tertawa lepas. Tak ada raut ketakutan ataupun trauma dari wajah mereka.

Hal itu membuat netizen di seluruh dunia memuji Hamas, sebagai kelompok pejuang Palestina yang sangat memanusiakan tahanan

Gencatan Senjata Gaza: Hamas Bebaskan 8 Sandera dan Israel Lepaskan 110 Tahanan Palestina
Tentara perempuan Israel, Agam Berger, dikawal para anggota Hamas saat menuju penyerahannya kepada Palang Merah, Kamis (30/1/2025). (Dok. AP Photo/Mohammed Hajjar) © 2025 Liputan6.com

Genosida di Gaza hingga Gencatan Senjata

Seperti diketahui, genosida Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menewaskan lebih dari 47 ribu warga Palestina di Gaza. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari setengah korban tewas tersebut ialah kaum wanita dan anak-anak.

Israel telah melakukan genosida hingga membuat dunia internasional mengecam. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada Kamis (21/11) lalu bahkan telah mengeluarkan surat perintah untuk menahan Netanyahu hingga eks Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang hingga kemanusiaan di Gaza.

Sementara awal tahun lalu, Hamas dan Israel diketahui telah berhasil mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata usai berperang selama 15 bulan di Gaza. Pakta ini merupakan hasil dari negosiasi berliku-liku selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh mediator Mesir dan Qatar, dengan dukungan Amerika Serikat dan terjadi menjelang pelantikan presiden Trump pada hari Senin.

Kesepakatan gencatan senjata ini nantinya juga mencakup pembebasan tahanan atau sandera yang telah ditahan. Dilansir dari Al Jazeera, sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.

Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Rekomendasi