Kisah Prajurit TNI Gugur Tertembak saat Operasi di Timor Timur, Beri Wasiat Terakhir ke Komandan

Pensiunan jenderal bintang dua TNI AU membagikan pengalaman pilu semasa tugas di Timor Timur saat mendapat wasiat dari prajuritnya yang gugur di pertempuran.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Kisah Prajurit TNI Gugur Tertembak saat Operasi di Timor Timur, Beri Wasiat Terakhir ke Komandan
Kisah Prajurit TNI Wafat Tertembak saat Operasi di Timor Timur, Beri Wasiat Terakhir ke Komandan (TikTok @aspers99)

Kisah haru dibagikan oleh seorang purnawirawan perwira tinggi TNI AU, Marsda (Purn) Daromi semasa bertugas di wilayah operasi Timor Timur.

Melansir dari akun TikTok @aspers99, Rabu (7/5) sang jenderal yang kala itu masih berpangkat letnan satu (lettu) menjadi saksi gugurnya sang prajurit di medan pertempuran.

Pada saat itu Daromi menjabat sebagai komandan peleton 1 kompi 1 yang mengemban tugas menutup jalur-jalur pelolosan kelompok fretilin yang diserang oleh yonif TNI AD.

Sayangnya, salah satu personel terbaiknya kala itu Pratu Psk Sukisno harus gugur akibat tertembak oleh kelompok pemberontak di Baucau Timor Timur.

Namun satu hal yang dibagikan oleh Daromi adalah sang prajurit menitipkan wasiat terakhir jelang mengembuskan napas terakhir. Seperti apa ulasan selengkapnya? Simak informasi berikut ini.

Peristiwa penembakan terjadi saat peleton yang dipimpin Daromi tengah melewati jalur patroli yang biasa mereka lewati.

Pada saat itu, posisi Sukisno tidak terlalu jauh dari sang komandan peleton. Sukisno berada di tengah-tengah barisan yang membentuk formasi berbanjar. Sukisno berada dikelompok Danton dan dilehernya tergantung tas berisi map lapangan.

Kejadian tak terduga pun terjadi saat dua suara tembakan seketika terdengar dan menyasar ke peleton yang dipimpin Daromi.

Mendengar adanya suara tembakan, pasukan langsung menyebar dan mencari perlindungan. Mereka tidak mengetahui pasti dari mana datangnya suara tembakan. Alhasil para prajurit langsung membalas tembakan ke semua sisi.

"Ya Allah..saya kena..saya kena!" ucap Sukisno kala itu.

Mendengar rintihan tersebut, semua personel langsung menghampiri dan melihat kondisi Sukisno.

"Balak satu.. Sukisno kena..!" kata salah seorang prajurit lain.

Beberapa anggota segera mendekati Sukisno yang merintih kesakitan, sementara yang lain siaga dan memberikan perlindungan.

Benar saja, sebutir peluru menembus perut Sukisno sampai tertembus ke belakang. Kencangnya laju peluru membuat personel lain di belakangnya, Koptu Yopi juga kena.

Nasib baik masih menyelimuti Yopi lantaran laju peluru terhenti tepat di kopelrimnya. Yopi hanya merasakan panas di sekitar perutnya.

Komandan Daromi langsung berlari ke depan setelah mengetahui anak buahnya tertembak. Daromi melihat sendiri kondisi Sukisno sudah berlumuran darah dan ada cairan keluar yang kemungkinan adalah sisa makanan.

Hal mengejutkan lantas terdengar dari mulut Sukisno kepada Daromi. Suara tersebutlah yang sampai saat ini tak pernah ia lupakan.

"Ndannn...titip anak saya ya, mohon diperhatikan," kata Sukisno kepada Daromi.

Kondisi Sukisno semakin memburuk, apalagi ia mengaku merasa badannya semakin dingin.

"Komandan..badan saya kok semakin dingin..?" sambungnya.

Daromi lanas menutupi tubuh Sukisno dengan selimut pribadinya lalu segera menyiapkan tindakan evakuasi. Evakuasi dibantu oleh ranpur FV603 Saracen milik Kavaleri AD yang dimintai bantuannya.

Sukisno dievakuasi ke Baucau menunggu pesawat Fokker F27 untuk diterbangkan ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Sukisno mendapat perawatan intensif di Dili. Pada saat itu ia masih sadar namun sudah semakin lemah ditemani oleh Koptu Psk. Fathoni.

Fathoni yang menunggui Sukisno semalaman di Dili menceritakan kondisi Sukisno yang sangat memprihatinkan hingga membuatnya sedih.

Sama seperti Daromi, Sukisno juga memberikan pesan wasiat kepada Fathoni.

"Bang.., titip anak saya ya," kata Sukisno.

Tak lama setelah kata-kata tersebut terucap, Sukisno mengembuskan nafas yang terakhir, dalam perjalanan evakuasi ke Jakarta.

Sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdiannya, pangkatnya dinaikan setingkat lebih tinggi secara anumerta menjadi Praka Anumerta Sukisno.

Selain itu, namanya diabadikan menjadi nama Mess di Batalyon Komando Kopasgat.

Rekomendasi