Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Lo Kheng Hong, Raja Investasi Saham Beserta Tips Rahasia Sukses

Kisah Lo Kheng Hong, Raja Investasi Saham Beserta Tips Rahasia Sukses Lo Kheng Hong. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Lo Kheng Hong terkenal sebagai 'Bos Saham' Indonesia. Bukan hal mudah untuk mencapai kehidupan mewahnya saat ini. Lo Kheng Hong berasal dari keluarga sederhana, tukang pemecah kelapa di Pontianak hingga keluarganya memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Kegigihan Lo Kheng Hong untuk sukses di Ibu Kota, dipicu pula dengan kecerdasannya. Seusai SMA, lanjut bekerja untuk biaya kuliah. Sampai berani memutuskan menjadi investor di beberapa perusahaan.

Sebagai investor pasar modal yang sukses, ia kerap membagikan tips untuk berani menjadi seorang penanam saham, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kekayaannya tahun 2020, disebut-sebut mencapai Rp2,5 triliun.

Ingin tahu sepak terjang Lo Kheng Hong yang begitu menginspirasi? Simak informasinya berikut ini.

Merantau ke Jakarta

Lo Kheng Hong terlahir dari keluarga sederhana pada 20 Februari 1959, di desa terpencil Pontianak. Keluarganya mencari nafkah dengan bekerja serabutan, sebagai tukang pemecah kelapa.

Demi mencukupi tiga buah hati, akhirnya keluarga Lo Kheng Hong memutuskan untuk merantau. Orang tuanya bekerja sebagai pegawai toko dan menyewa satu kamar selama mengadu nasib di Ibu Kota.

Perjalanan Karier Lo Kheng Hong

Semenjak lulus SMA, Lo Kheng Hong mulai bekerja untuk mengumpulkan biaya kuliah. Hingga dia berhasil melanjutkan studi di Universitas Nasional, jurusan bahasa Inggris.

Sembari bekerja dan mengenyam pendidikan, ia tekuni sekian tahun. Sampai Lo Kheng Hong bisa bekerja sebagai TU di PT. Oversas Express Bank (OEB). Kemudian pindah ke Bagian Pemasaran di Bank Ekonomi, hingga naik jabatan sebagai Kepala Cabang.

Memutuskan Menjadi Investor

ilustrasi saham

©shutterstock.com

Akhirnya tahun 1996 sebagai cikal bakal Lo Kheng Hong, memberanikan diri keluar dari pekerjaan, dan terjun sebagai penanam saham. Selama sekian tahun, ia mempelajari setiap perusahaan.

Hingga di usianya yang 30 tahun, baru mulai menanam saham. Kemudian bersabar hingga saham tersebut melonjak di tahun berikutnya. Setiap hari ia memantau dan banyak membaca buku soal saham.

"Tiap pagi saya cari koran, ada berita bagus saya gunting, saya file. Kalau kita beli saham enggak tahu perusahaannya, seperti beli kucing dalam karung," katanya saat ditemui merdeka.com di acara Investor Summit dan Capital Market Expo (ISCME) 2013, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Tips Sukses Jadi Investor Saham

Ada tips sukses yang dapat dipelajari dan diterapkan dari Lo Kheng Hong. Cara pertama untuk menjadi investor ialah mempelajari perusahaan, secara mendalam.

"Kalau kita ingin menjadi seorang investor saham, kita harus melihat perusahaan tersebut. Sebelum kita membeli, kita harus pelajari dulu, siapa yang mengelola perusahaan itu. Apakah perusahaan itu dikelola oleh orang yang jujur, profesional, berintegritas," kata Lo Kheng Hong seperti dikutip dari channel YouTube Indotrader.

Langkah Menjadi Investor

Selanjutnya, memahami betul bidang usaha yang diajalankan. Ada banyak pilihan yang patut dipelajari dan sesuai keinginan.

"Kedua, bidang usaha perlu dilihat. Ada bidang usaha yang baik, ada juga bidang usaha yang tidak baik. Bidang yang baik, ada perbankan, ada barang konsumsi, ada batu bara, banyak sekali," ujar Lo Kheng Hong.

Baru kemudian memilih perusahaan dengan keuntungan besar. Sebab, nilai saham berbanding lurus dengan laba yang diperoleh setiap tahunnya.

"Yang ketiga. Lihatlah perusahaan tersebut labanya besar atau tidak. Pilihlah perusahaan yang labanya besar. Karena kalau punya perusahaan yang labanya besar, kita seperti memiliki mesin pencetak uang. Harga saham berkorelasi dengan laba perusahaan," imbuhnya.

Pilih Perusahaan yang Masa Depannya Cerah

ilustrasi saham index

Ilustrasi shutterstock.com

Langkah berikutnya, membeli saham dari perusahaan yang terus bertumbuh. Lo Kheng Hong menyarankan untuk lebih teliti memperhatikan selama lima tahun laba yang didapat perusahaan tersebut.

"Keempat, belilah saham perusahaan yang bertumbuh. Jadi setiap tahun labanya terus meningkat. Biasanya melihat itu di lima tahun," papar Lo Kheng Hong.

"Yang kelima, belilah perusahaan-perusahaan yang valuasinya murah. Artinya perusahaan yang salah harga, pricing ratio rendah," jelasnya.

Kini dirinya tak perlu lagi berangkat ke kantor, cukup bekerja di taman rumah. Lo Kheng Hong mengaku, setiap hari mengisi waktu luang dengan membaca, uang sudah mengalir dengan sendirinya ke rekening.

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP