Kisah Kopka Azmiadi Sampai Sesak Napas Dipanggil Kasad TNI Dudung ke Jakarta

Rabu, 25 Januari 2023 10:23 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Kisah Kopka Azmiadi Sampai Sesak Napas Dipanggil Kasad TNI Dudung ke Jakarta Dandim Samarinda Tahan Tangis Sambil Peluk Babinsa Kopka Azmiadi. YouTube Kodimsamarinda ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Babinsa Sungai Dama dari Kodim 0901/Samarinda belakangan menjadi perbincangan hangat. Pria bernama Kopka Azmiadi ini rela menggadaikan motor pribadinya demi kepentingan masyarakat untuk menyewa alat berat evakuasi trailer melintang di tanjakan jalan di Samarinda.

Aksinya ini menuai banyak pujian dari masyarakat. Bahkan, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga telah mengetahuinya. Ia dipanggil menghadap Kasad di Mabes AD, Jakarta.

Lantas bagaimana kisah Kopka Azmiadi dipanggil Kasad TNI Dudung Abdurachman ke Jakarta? Simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 6 halaman

Dipanggil Kasad ke Jakarta

Azmiadi dipanggil menghadap Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Mabes AD, Jakarta. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung Selasa (24/1).

babinsa sungai dama kopka azmiadi
©2023 Merdeka.com/Saud Rosadi

Kabar itu disampaikan langsung Dandim Samarinda Novi Herdian ke Azmiadi.

"Alhamdulillah, sampai sesak nafas saya (terima kabar itu). Benar, besok pagi pesawat pertama Batik Air tujuan Jakarta menghadap Angkatan Darat 1 (Kasad Jenderal Dudung Abdurachman)," kata Azmiadi, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (23/1) malam.

3 dari 6 halaman

Sampai Sesak Napas

babinsa azmiadi
©2023 Merdeka.com/saud rosadi

"Bukan deg-degan, sesak Pak. Sesak napas saya. Antara terharu, gembira iya, juga antara percaya tidak percaya Pak. Tidak ada persiapan khusus. Alhamdulillah istri dan anak saya, dari dulu selalu mendukung buat kebaikan. Itu juga saya turunkan ke anak-anak saya. Jangan pernah malu dan ragu berbuat kebaikan kepada siapapun. Pimpinan kami juga selalu bicara itu. Jangan malu dan ragu berbuat kebaikan untuk kepentingan orang banyak," tutup Azmiadi.

Bersama Dandim 0901 Samarinda Kolonel Arm Novi Herdian, Azmiadi akan terbang tujuan Jakarta melalui Bandara APT Pranoto Samarinda, untuk selanjutnya menuju Mabes AD.

4 dari 6 halaman

Pengalaman Berharga

Azmiadi masih tidak menyangka dia dipanggil menghadap KASAD selama 30 tahun ini jadi prajurit TNI, dan itu akan menjadi pengalaman berharganya.

babinsa sungai dama kopka azmiadi

©2023 Merdeka.com/Saud Rosadi

"Saya, kalau terbayang dipanggil AD1 (Kasad) itu seumur hidup saya tidak pernah terbayang dan tersirat di hati saya. Dalam keseharian saya bergaul, saya tidak pernah pamer dan tidak pernah minta dipamerkan," ujar Azmiadi.

"Bagi saya, orangtua saya bilang, tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Itu selalu saya pegang amanah orangtua saya," tambahnya.

5 dari 6 halaman

Semata-mata Demi Masyarakat

babinsa sungai dama kopka azmiadi
©2023 Merdeka.com/Saud Rosadi

"Kejadian kemarin cuma satu Nawaitu saya Lillahi Ta'ala, untuk kepentingan orang banyak. Itu saja. Yang penting kebaikan untuk masyarakat, saya terjang saja (berinisiatif gadai motor sewa alat berat)," jelas Azmiadi.

"Lewat (jalan di depan Mabes AD) pernah. Masuk ke dalam belum pernah. Ini akan jadi yang pertama kalinya menginjakkan kaki di Mabes AD, di waktu saya sudah mendekati pensiun. Apalagi menghadap jenderal bintang empat," ungkapnya.

Nantinya akan berjabat tangan dengan pimpinannya berpangkat jenderal bintang empat pun menurutnya sebuah anugerah di kehidupannya. Karena selama ini, para pimpinan TNI hanya bisa disaksikan televisi.

"Selama ini kan lihat Pak Dudung, lihat Panglima TNI berganti lihat dari jauh saja. Jabat tangan saja boro-boro. Jangankan berjabat tangan dengan Kasad. Kita berjabat tangan dengan Pangdam saja sudah sebuah anugerah. Waduh, apalagi ini dipanggil khusus, Pak Dandim dengan Kopral, menghadap AD1," jelas Azmiadi.

6 dari 6 halaman

Rela Gadai Motor Demi Warga

babinsa sungai dama kopka azmiadi
©2023 Merdeka.com/Saud Rosadi

Diberitakan sebelumnya, truk trailer memuat mesin berat bernomor polisi N 8354 RE tidak kuat menanjak di Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/1) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Trailer itu kondisi memalang badan jalan. Ratusan pengguna kendaraan harus memutar jalan lainnya dan berakibat kemacetan parah.

Hingga tengah hari setelah sempat menemui jalan buntu, akhirnya disepakati menggunakan ekskavator mendorong trailer dan menarik trailer itu menggunakan dua Dump Truck. Diperlukan Rp 22 juta untuk menyewa alat berat karena pihak perusahaan enggan bertanggung jawab. Sempat muncul pertanyaan sumber dana menyewa alat berat saat itu.

Babinsa Kopka Azmiadi bergerak cepat dan memutuskan menggadaikan sepeda motornya untuk menyewa alat berat. Setelah 15 jam kemudian, trailer memalang badan jalan itu dievakuasi dan lalu lintas kendaraan kembali normal.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini