Kisah Inspiratif Menteri Muda Era Soekarno, Jujur dan Sederhana Cuma Punya Dua Kemeja
Merdeka.com - Mengemban tugas di kementerian, tak pernah lepas dari sorotan publik. Selain sebagai bentuk pengawasan dari rakyat, tapi juga menarik untuk diperbincangkan.
Terdapat salah satu kisah menarik saat Presiden Soekarno memilih menteri kala itu. Ia menunjuk seorang dokter muda dari Maluku untuk menduduki posisi Menteri Kesehatan.
Sosoknya terkenal jujur dan menginspirasi hingga dipercaya menjabat selama 20 tahun. Keistimewaan lain berasal dari kesederhanaannya, hanya memiliki dua kemeja dan harus dipinjami dasi saat acara besar kenegaraan.
Pribadinya begitu menginspirasi. Penasaran? Berikut kisah inspiratif sang menteri muda yang jujur dan sederhana.
Bertemu Soekarno Saat Perang

©2020 Merdeka.com
Pria itu ialah Johannes Leimena. Soekarno mengenalnya ketika perang dan mendapat sinyal tepat untuk memilihnya.
"Kami pernah berjumpa sebentar di masa perang, ketika dia mengobati sakit kepalaku. Lalu saat Indonesia merdeka, saat aku berkunjung ke kotanya sebentar," kata Soekarno.
Sederhana saja perkataan Soekarno. "Begini, aku ingin engkau menjadi menteri," katanya pada Leimena.
Leimena sang dokter pedesaan, akhirnya terpilih sebagai menteri muda kesehatan Republik Indonesia tahun 1946. Nama yang sudah tidak asing lagi dan masih menggaung hingga kini.
Menteri Bhinneka Tunggal Ika
Pria asal Maluku tersebut merupakan seorang Kristen yang kuat. Hingga Soekarno memuji Leimena dengan begitu indah.
Ia juga menilai hal itu sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dalam kabinetnya. Intuisi saat jumpa pertama dengan Leimena, sepertinya benar. Soekarno mengenalnya sebagai sosok yang jujur.
"Dia sejujur Yesus dari Nazareth," kata Soekarno dalam biografinya Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams.
Dasi Pinjaman

©2020 Merdeka.com
Soekarno menggambarkan Leimena bukanlah orang berada. Masih zaman Jepang, Leimena tak punya pakaian pantas. Kemejanya hanya dua helai. Saat yang satu dicuci, yang satu dipakai.
Usai kemerdekaan, Leimena harus menghadiri sebuah acara diplomatik mewakili Indonesia. Akhirnya ia meminjam dari temannya, sebab tak punya.
"Untuk menghadiri resepsi resmi, dia meminjam dasi dari seorang kawan," kata Soekarno.Bukan hanya itu saja, ia juga harus meminjam jas milik teman sekamar yang ukuran badannya tak jauh berbeda. Meski tidak begitu pas benar saat dikenakan.
"Aku hanya memakainya selama beberapa jam. Jangan kuatir. Aku tidak akan bikin malu negara kita," kata Leimena.
Dia bukan tipe pejabat yang seenaknya pergi menggunakan fasilitas negara dan belanja pakai duit rakyat.
Duduk Bersama Para Pembesar
Maka di suatu perundingan, para diplomat dadakan dengan gaya percaya diri mewakili Indonesia. Semua duduk berdampingan dengan politikus dunia, berstelan jas mahal dan topi laken dari Eropa.
Waktu itu mereka memanggil delegasi Indonesia dengan sebutan 'Yang Mulia', sebagai bentuk penghormatan.
"Orang-orang desa dengan baju pinjaman, beberapa dengan sepatu pinjaman, berunding dengan para bangsawan bergelar Sir atau Lord. Kesulitan terbesar dari para menteriku adalah menahan ketawa bila memikirkan keganjilan ini," kata Soekarno dengan tawa geli.
20 Tahun Jadi Menteri

©2020 Merdeka.com
Dokter Johannes Leimena tercatat dalam sejarah. Sebagai satu-satunya orang yang menjadi menteri selama 20 tahun tanpa terputus, di era Soekarno.
Leimena telah menduduki 18 kabinet yang jatuh bangun kala itu. Menjalani era demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin. Sampai ia mendapat gelar Laksamana Madya Tituler dari TNI AL.
Setelah kepemimpinan Soekarno beralih ke Soeharto, Leimena mengundurkan diri. Namun ia masih diamanahi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), hingga 1973.
Nama Johannes Leimena resmi memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2010.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya