Kisah Haru Nyai Tun Jadi Guru Ngaji, Rela Ajari Santri Meski Tak Bisa Lihat
Merdeka.com - Sosok wanita mulia baru-baru ini berhasil mencuri perhatian para netizen di media sosial. Di tengah keterbatasan fisik, wanita ini masih semangat mengajar ngaji para santri di daerah pelosok.
Ia diketahui baru kehilangan penglihatan beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dia tak berobat lantaran tak memiliki biaya.
Berikut ulasannya.
10 Tahun Lalu Kehilangan Penglihatan
Nyai Tun adalah salah seorang wanita yang memiliki hati mulia. Dia menghabiskan waktunya untuk mengajar ngaji para santri.
10 Tahun lalu dirinya harus kehilangan penglihatan. Sebelumnya ia sempat menjalani pengobatan ke dokter namun ia harus berhenti berobat karena terkendala biaya.

Instagram/kitabisacom ©2021 Merdeka.com
"Tapi, saat dokter menyarankan untuk operasi, Ibu Nyai Tun memilih berhenti berobat karena tak ada biaya yang mencukupi," keterangan yang dikutip dalam akun Instagram @kitabisacom.
Masih Jadi Guru Ngaji
Di tengah keterbatasan penglihatannya, wanita berusia 67 tahun ini tetap mengajari para santri untuk membaca Alquran. Perlu diketahui bahwa Nyai Tun sudah mengajar ngaji puluhan tahun.

Instagram/kitabisacom ©2021 Merdeka.com
"Saya berjuang untuk terus jadi guru ngaji karena saya lihat di daerah pelosok, guru ngaji jumlahnya sedikit. Kalau 5 atau 10 tahun ke depan gak ada pengajar Alquran, anak-anak sama sekali gak kenal dengan huruf-huruf Alquran," ungkap dia.
Tak Mau Berhenti Mengajar Meski Penglihatan Hilang
Begitu mulia, keterbatasan yang dimiliki saat ini tak menjadi penghalang untuk terus mengajar santri yang ada di Madrasah Al Barokah depan rumahnya. Tidak ada niatan sedikitpun untuk dia berhenti mengajar meski penglihatannya sudah hilang.

Instagram/kitabisacom ©2021 Merdeka.com
"Bagi Ibu Nyai Tun, melihat anak didiknya berprestasi di bidang agama sudah membuatnya bahagia," tulis keterangan unggahan dengan lanjut.
Tidak Menetapkan Biaya Saat Mengajar
Nyai Tun tidak pernah memungut biaya kepada para santri. Setiap anak yang ingin belajar mengaji ditampung tanpa ada syarat. Dia ikhlas berbagi ilmu meski memiliki keterbatasan.

Instagram/kitabisacom ©2021 Merdeka.com
"Meski dalam keterbatasan ekonomi, Ibu Nyai Tun sama sekali tidak menetapkan biaya saat mengajar ngaji. Semua santri bisa belajar mengaji gratis di tempatnya. Ia ingin ilmunya bisa bermanfaat untuk anak-anak didiknya di bidang agama,".
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya