Ketahui Beda Henti Jantung dan Serangan Jantung, Penyakit yang Diderita Didi Kempot

Selasa, 5 Mei 2020 12:19 Reporter : Mutia Anggraini
Ketahui Beda Henti Jantung dan Serangan Jantung, Penyakit yang Diderita Didi Kempot Ilustrasi serangan jantung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Kladej

Merdeka.com - Banyak kalangan yang menyebutkan bahwa serangan jantung sama halnya dengan henti jantung. Dua penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan kondisi yang fatal hingga kematian.

Kendati demikian, terdapat beberapa perbedaan yang mendasar mengenai kedua penyakit ini. Berikut ulasannya yang dirangkum dari Halodoc.

1 dari 6 halaman

Pengertian

5 macam penyakit jantung yang paling sering ditemui

©2020 Merdeka.com

Beberapa perbedaan yang mendasar mengenai kedua penyakit kronis ini yakni yang pertama pada definisi atau pengertiannya.

2 dari 6 halaman

Henti Jantung
Henti jantung atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah cardiac arrest merupakan sebuah kondisi tubuh yang mengalami masalah pada organ jantung yang krusial. Pada kondisi ini, organ jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak karena adanya gangguan pada gaya listrik di dalam otot jantung. Otot jantung hanya dapat bergetar dengan sangat lambat. Sehingga, hal tersebut dapat membuat jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan seketika aliran darah juga akan terhenti.

Serangan Jantung
Serangan jantung atau dalam dunia medis disebut dengan heart attack adalah suatu kondisi dimana organ jantung tidak dapat menerima pasokan oksigen yang cukup untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Gangguan ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah pada arteri sehingga menyebabkan jantung kekurangan oksigen.

Berbeda dengan henti jantung, gangguan ini dapat terjadi pada jangka waktu yang lebih panjang. Jika jantung sering mengalami gangguan ini, maka dapat terjadi kondisi yang fatal seperti kematian otot jantung.

3 dari 6 halaman

Gejala

jantung

©2018 liputan6.com

Berdasarkan gejala, henti jantung dan serangan jantung juga terdapat beberapa perbedaan yang mendasar yakni meliputi:

4 dari 6 halaman

Henti Jantung

Beberapa gejala yang nampak pada seseorang yang menderita henti jantung yaitu:

  1. Tidak sadarkan diri
  2. Warna kulit menjadi pucat dan biru
  3. Pupil mata masuk ke dalam tengkorak kepala
  4. Napas terputus ataupun terhenti
  5. Lemas secara mendadak
  6. Denyut nadi atau detak jantung tidak ditemukan

Serangan Jantung

Sementara itu, tidak jauh pula perbedaan pada seseorang yang mengalami serangan jantung dengan henti jantung. Namun, serangan jantung ini dapat terjadi dalam waktu yang lebih panjang dengan beberapa gejala yang nampak spesifik yaitu:

  1. Detak jantung tidak beraturan
  2. Keringat dingin
  3. Lemas secara tiba-tiba
  4. Sesak napas
  5. Sakit perut
  6. Mual dan muntah
  7. Pusing atau sakit kepala hebat
  8. Terjadi kontraksi otot di sekitar leher, lengan, dan dada
  9. Merasakan nyeri pada perut atas bagian diafragma, dada, tangan, dan rahang serta tulang belikat.
5 dari 6 halaman

Penyebab

ketahui 12 jenis penyakit jantung

www.boldsky.com

Gangguan organ jantung yang berupa henti jantung dan serangan jantung dapat diamati pula melalui perbedaannya pada faktor penyebabnya.

6 dari 6 halaman

Henti Jantung

Pada sebagian kasus penderita, henti jantung dapat terjadi lantaran adanya aritmia yang berasal dari bilik jantung. Hal ini dikenal di dunia kesehatan dengan sebutan fibrilasi ventrikel.

Masalah ini dapat terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan listrik pada otot jantung sehingga membuat aliran darah ke seluruh tubuh dan jantung menjadi terhambat hingga berhenti.

Serangan Jantung

Gangguan pada organ jantung yang juga dapat mengancam nyawa satu ini dapat disebabkan oleh adanya penyumbatan arteri pada bagian jantung. Penyumbatan ini bersifat progresif atau dalam kata lain akan terus mengalami peningkatan selama penderita masih menerapkan pola makan yang tidak sehat.

Hal ini dapat disebut juga sebagai akibat dari penyakit kardiovaskuler. Penyumbatan pada arteri ini dapat dipicu oleh tumpukan lemak darah ataupun kolesterol jahat. Sehingga hal ini dapat meningkatkan tekanan darah yang dapat menggerus dinding pembuluh darah.

Apabila kondisi ini berlangsung secara terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya luka dan penumpukan darah beku yang berasal dari inflamasi. Beberapa faktor yang menyebabkan serangan jantung yaitu gaya hidup yang tidak sehat, riwayat penyakit kardiovaskuler, serta usia lanjut.

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini