Kesaksian Ibu & Kakak Palestina Tentara Israel Bunuh Anak & Adik di Depan Matanya, Kekejamannya Sungguh Mengerikan

Berikut kesaksian Ibu dan Kakak Palestina melihat tentara Israel bunuh keluarganya di depan mata.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Kesaksian Ibu & Kakak Palestina Tentara Israel Bunuh Anak & Adik di Depan Matanya, Kekejamannya Sungguh Mengerikan
Kesaksian Ibu & Kakak Palestina Tentara Israel Bunuh Anak & Adik di Depan Matanya, Kekejamannya Sungguh Mengerikan (Merdeka.com)

Kesaksian Ibu & Kakak Palestina Tentara Israel Bunuh Anak & Adik di Depan Matanya, Kekejamannya Sungguh Mengerikan

Berikut kesaksian Ibu dan Kakak Palestina melihat tentara Israel bunuh keluarganya di depan mata.

Genosida di Gaza, Palestina masih terus terjadi.

Para tentara Israel hingga kini masih melancarkan aksi kejamnya ke warga sipil di Palestina.

Mereka tidak peduli dengan warga sipil yang dibunuhnya.

Akibatnya, banyak anak-anak dan wanita yang meninggal dunia.

Baru-baru ini, seorang Ibu dan kakak Palestina memberikan kesaksian kejamnya tentara Israel.

Di mana tentara Israel dengan tega membunuh keluarganya langsung dan tepat di depan mata mereka.

Lantas bagaimana kesaksian Ibu dan Kakak Palestina ini?

Melansir dari akun Instagram handsfoundation.idn, Selasa (18/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pasukan tentara Israel kembali melakukan aksi kejinya. Pada Sabtu (8/6), mereka menyerang kamp pengungsi Nuseirat.

Para tentara Israel ini bahkan disebutkan oleh para saksi mata bahwa mereka mengeksekusi massal di rumah-rumah dan di jalan-jalan.

Akibat serangan tersebut, sedikitnya 274 warga Palestina terbunuh. Dua dari ratusan korban itu adalah Mu'men dan Yamen.

Mereka adalah anak-anak yang dibunuh di depan mata sang Ibu dan kakaknya.

"Mereka tiba dan ketika mereka masuk, anak-anak saya ada di depan. Mereka menembak mereka, Mu'men dan Yamen," ujar Ibu ini sembari menangis.

"Mereka tiba dan ketika mereka masuk, anak-anak saya ada di depan. Mereka menembak mereka, Mu'men dan Yamen," ujar Ibu ini sembari menangis. <br>
Dok. Istimewa

Sedihnya, wanita ini awalnya tidak mengetahui apabila anaknya yang bernama Yamen turut menjadi korban.

Sedihnya, wanita ini awalnya tidak mengetahui apabila anaknya yang bernama Yamen turut menjadi korban.<br>
Dok. Istimewa

"Saya tidak mengetahui. Saya pikir (Yamen) hanya tertembak di kaki. Dia gugur ketika saya tidak tahu dia terluka," paparnya.

Dikatakan oleh ayah keduanya, pasukan tentara Israel membunuh Yamen sebagai taktik interogasi.

Dikatakan oleh ayah keduanya, pasukan tentara Israel membunuh Yamen sebagai taktik interogasi. <br>
Dok. Istimewa

"Dia berkata, 'Anda tdak mau mengaku di mana para pejuang dan senjata berada? Aku akan menembak anak-anakmu'," ungkap ayah Mu'men dan Yamen.

Tidak berbeda jauh, kakak dari Mu'men dan Yamen rupanya juga melihat bagaimana bengisnya tentara Israel merengut nyawa adik-adiknya.

Tidak berbeda jauh, kakak dari Mu'men dan Yamen rupanya juga melihat bagaimana bengisnya tentara Israel merengut nyawa adik-adiknya. <br>
Dok. Istimewa

"Mereka masuk ke rumah di lantai bawah dan menghancurkannya.

Ketika mereka sampai di lantai atas, mereka menembak adikku. Mu'men," ujar sang kakak.

Instagram handsfoundation.idn

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mirisnya, Ia ternyata juga sempat terkena tembakan di jarinya. Beruntung, Tuhan masih menyelamatkannya dari serangan tersebut.

Akan tetapi, peluru justru meluncur ke arah sang bibi.

"Setelah menyerang saya, hal itu menimpa Bibi saya. Dan setelah itu, mereka menembak adik laki-laki saya. Adikku telah dibunuh. Semoga Tuhan mengampini dia," sambungnya.

Ia juga menggambarkan bagaimana kejamnya tentara Israel menganiayanya selama penggerebekan.

Ia juga menggambarkan bagaimana kejamnya tentara Israel menganiayanya selama penggerebekan. <br>
Dok. Istimewa

Pemuda ini bahkan sampai ditelanjangi oleh para tentara Israel untuk memastikan apakah dirinya benar-benar masih muda.

Ya, para tentara Israel tidak percaya jika pemuda tersebut masih muda.

"Lalu dia menyeretku ke ruang tamu, dan di ruang tami, dia meninjuku dua kali, di sini (hidung). Lalu dia mendudukkanku di lantai dan menutup mataku," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dia sedang merokok di sofa, sementara mata saya ditutup dan dia mematikan rokoknya (di leher saya)," lanjutnya.

"Dia sedang merokok di sofa, sementara mata saya ditutup dan dia mematikan rokoknya (di leher saya)," lanjutnya. <br>
Dok. Istimewa
Rekomendasi