Kenali Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi Beserta Gejala & Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Penyakit ayan atau epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik di otak yang berlebihan. Kondisi tersebut lantas menyebabkan penderitanya mengalami kejang di sebagian atau seluruh tubuh secara berulang.
Umumnya, seseorang dinyatakan menderita penyakit ayan atau epilepsi apabila pernah mengalami kejang lebih dari satu kali. Khususnya yang tanpa diketahui penyebabnya dengan jelas. Bukan hanya orang dewasa saja, penyakit ini sebenarnya bisa diderita oleh semua kalangan usia. Namun, biasanya penyakit ayan atau epilepsi dimulai sejak saat masih anak-anak.
Penyakit ini dapat menyerang seseorang saat terjadinya perubahan atau kerusakan di dalam otak. Seperti diketahui, terdapat neuron atau sel-sel saraf di dalam otak yang merupakan bagian dari sistem saraf. Setiap sel saraf ini akan saling berkomunikasi menggunakan impuls listrik. Pada kasus penyakit ayan atau epilepsi ini, kejang terjadi saat impuls listrik dihasilkan secara berlebih.
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (18/10), berikut penjelasan mengenai penyebab penyakit ayan epilepsi beserta gejala dan cara mengatasinya.
Gejala Penyakit Ayan Epilepsi
Melansir dari halodoc, kejang secara berulang adalah gejala utama penyakit epilepsi. Karakteristik kejang akan bervariasi bergantung pada bagian otak mana yang terganggu pertama kali. Selain itu juga bergantung pada seberapa jauh gangguan terjadi. Kejang penyakit epilepsi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan gangguan pada otak, berikut di antaranya:
1. Kejang ParsialPada kejang parsial atau focal, otak mengalami gangguan hanya sebagian saja. Kejang ini juga dibagi menjadi dua kategori, yakni:
2. Kejang UmumPada kejang umum atau menyeluruh, gejala terjadi pada sekujur tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan yang berdampak juga pada seluruh bagian otak. Adapun gejala-gejala yang bisa dialami penderita yang terserang kejang umum adalah sebagai berikut:
Faktor Risiko Penyakit Ayan Epilepsi
Terdapat beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ayan atau epilepsi. Berikut faktor-faktor risikonya:a. UsiaPenyakit epilepsi umumnya dialami oleh usia anak-anak dan lansia. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh semua kalangan usia yang memiliki risiko terkena epilepsi.b. GenetikRiwayat kesehatan yang dialami oleh anggota keluarga juga bisa menjadi pemicu penyebab seseorang menderita epilepsi. c. Cedera pada KepalaCedera kepala bisa menjadi penyebab epilepsi.d. Stroke dan Penyakit vaskularStroke dan penyakit pembuluh darah (vaskular) lainnya mampu menjadi penyebab terjadinya kerusakan otak di mana dapat memicu kondisi ini.e. Demensiaf. Infeksi OtakPeradangan pada otak atau sumsum tulang belakang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena epilepsi.g. Riwayat Kejang di Masa KecilKejang bisa disebabkan oleh demam tinggi. Pada kondisi ini, umumnya anak lebih rentan mengalami epilepsi.
Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi
Melansir dari Alodokter, penyebab penyakit ayan atau epilepsi sebelum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang diduga mampu mempengaruhi pola aktivitas listrik otak. Epilepsi terjadi akibat adanya pola aktivitas listrik yang tidak normal pada otak. Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga terkait dengan beberapa kondisi berikut:
Bukan hanya itu saja, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita epilepsi. Berikut faktor-faktornya:
Cara Mencegah Penyakit Ayan Epilepsi
Dikatakan belum ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ayan atau epilepsi. Akan tetapi, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari kejang kambuh setiap saat. Berikut upaya-upaya yang dimaksud:
Selain itu, terdapat beberapa cara yang bisa mencegah gangguan kesehatan yang mungkin menjadi pemicu epilepsi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya