Jemaah Haji Lansia Asal Bulukumba Tersasar di Madinah, Sempat Ogah Diajak Balik ke Hotel Sampai Menepis Tangan Petugas

Seorang kakek berpeci hitam dan berslayer hijau bertuliskan Kloter 14 UPG tampak berjalan sendiri, lalu dibujuk petugas untuk diantar kembali ke hotel.

Dinny Mutiah
Oleh Dinny Mutiah - Reporter
Jemaah Haji Lansia Asal Bulukumba Tersasar di Madinah, Sempat Ogah Diajak Balik ke Hotel Sampai Menepis Tangan Petugas
Seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menjadi viral karena tersesat. (TikTok @musafirmekkah_12). (© 2025 Liputan6.com)

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @musafirmekkah_12 menarik perhatian publik. Video tersebut merekam seorang jemaah haji lansia dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tampak mengenakan peci hitam dan slayer hijau bertuliskan Kloter 14 UPG, sedang berjalan sendirian. Dia kemudian dibujuk oleh seorang petugas untuk kembali ke hotel.

Petugas yang tidak menyebutkan namanya berusaha meyakinkan kakek tersebut bahwa ia telah berjalan jauh menuju Jabal Uhud, bukan ke hotel atau Masjid Nabawi di Madinah. Meskipun petugas itu berulang kali mencoba meyakinkan kakek tersebut, si kakek tetap menepis tangan petugas yang ingin menggandengnya.

"Ayo pak, saya anterin. Jangan ke sana, itu jauh, sudah Jabal Uhud," ujar petugas tersebut.

Akhirnya, setelah beberapa kali dibujuk, kakek itu setuju dan terlihat sudah berada di dalam bus. Dalam cuplikan video tersebut, suara pria menjelaskan bahwa kakek itu tidak memiliki kartu identitas apapun, kecuali syal yang melingkar di lehernya. Menanggapi insiden ini, Ketua Kloter 14 UPG, Ardiansyah, mengonfirmasi jemaah lansia yang tersasar tersebut bernama Puang Tamma.

Ardiansyah menjelaskan kakek tersebut tersasar setelah melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi pada Minggu, 11 Mei 2025. Menurut penelusuran yang dilakukan oleh Liputan6.com, rombongan Kloter 14 UPG baru tiba di Madinah pada malam hari, tepatnya pada Sabtu, 10 Mei 2025.

"Kami tiba di Hotel Fairos Golden Madinah sekitar pukul 1 dini hari WAS (Minggu, 11 Mei 2025). Setelah pembagian akomodasi dan beristirahat sejenak, jemaah kemudian salat subuh berjemaah di Masjid Nabawi," jelasnya dalam rilis Media Center Haji 2025 pada Selasa, 12 Mei 2025.

Jarak Tersasar Mencapai 1,5 Kilometer dari Hotel

Ardi mengatakan ia telah menjelaskan rute perjalanan kembali dari Masjid Nabawi menuju hotel tempat mereka menginap kepada semua jemaah. Meskipun demikian, karena ini adalah pengalaman baru bagi mereka di Madinah, banyak jemaah yang merasa bingung, termasuk Puang Tamma. Ia juga menambahkan ada seorang petugas yang sempat melihatnya dalam keadaan bingung, tetapi jemaah tersebut tidak mau berhenti.

"Setelah share lokasi dan saya cek di Google Maps, jaraknya dari hotel kami itu memang agak jauh, sekitar 1,5 kilometer. Dan beliau ini tidak mau diam di tempatnya tapi terus berjalan sehingga lokasinya berpindah-pindah," ungkap Ardi.

Petugas yang pertama kali menemukannya kemudian kehilangan jejak karena kakek tersebut terus bergerak menjauh dari petugas. Setelah itu, Ardi bersama pembimbing ibadah KBIH dan petugas PHD Kloter 14 UPG berusaha mencarinya di sekitar Masjid Nabawi, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil hingga pukul 9 pagi.

"Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk menuju ke kantor Sektor 4 Madinah, tempat Kloter 14 UPG berada untuk melaporkan kejadian tersebut dan membantu pencarian," tambahnya.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik dalam setiap perjalanan, terutama dalam situasi yang tidak terduga seperti ini.

Jemaah Kelelahan

Dalam perjalanan menuju kantor sektor IT, Ardi bersama teman-temannya bertemu dengan petugas yang sedang mengantar Puang Tamma ke hotel tempat ia menginap. Ketika mereka menemukan kakek tersebut di hotel, Ardi menjelaskan kondisi Puang Tamma sudah sangat kelelahan.

"Beliau langsung saya antar ke kamarnya dan memberinya makan karena kondisinya sudah kelelahan, setelah makan dan diperiksa dokter kloter, beliau kemudian istirahat dan dokter kloter kemudian berkoordinasi dengan KKHI untuk penanganan beliau lebih lanjut," jelasnya.

Hal ini menunjukkan perhatian dan tindakan cepat yang diambil untuk memastikan kesehatan Puang Tamma.

Sekitar pukul 14.00 WAS, Puang Tamma dijemput oleh petugas medis KKHI menggunakan ambulans dan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, jemaah tersebut sudah berada di hotel dan berkumpul kembali dengan rombongan kloter 14 UPG," tambah Ardi.

Tindakan ini menunjukkan pihak KKHI berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji yang membutuhkan perawatan medis. Dengan adanya koordinasi yang baik antara petugas dan dokter, diharapkan kesehatan Puang Tamma dapat segera pulih dan ia bisa melanjutkan ibadahnya dengan baik.

Infografis Cara Dapatkan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jemaah Haji Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Dapatkan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Jemaah Haji Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Rekomendasi