Sebuah jejak kaki dinosaurus yang telah menjadi fosil ditemukan di sebuah lempengan batu berdebu di salah satu sekolah Australia.
Para arkeolog yang mengetahui temuan tersebut menceritakan bahwa awalnya pihak sekolah tidak menyadari bahwa batu dengan jejak itu merupakan benda purbakala.
Batu tersebut tidak banyak diketahui selama 20 tahun hingga sekolah yang berada di daerah pedesaan Banana, Queensland, meminta ahli paleontologi Anthony Romilio untuk memeriksa sekumpulan jejak kaki berjari tiga.
Beberapa temuan pun ditemukan dan memberikan petunjuk jejak kaki siapa yang tercetak di lempengan tersebut.
Seperti apa informasi selengkapnya? Melansir dari Science Alert, Rabu (2/3) simak ulasan berikut ini.
Advertisement
Romilio menjelaskan bahwa lempengan itu benar dipenuhi puluhan jejak kaki fosil yang berasal dari periode Jurassic awal sekitar 200 juta tahun lalu.
Tanda itu menunjukkan "salah satu konsentrasi jejak kaki dinosaurus tertinggi" yang pernah didokumentasikan di Australia, katanya.
"Ini adalah potret yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang kelimpahan, pergerakan, dan perilaku dinosaurus dari masa ketika tidak ada fosil tulang dinosaurus yang ditemukan di Australia."
Temuan tersebut menjadi hal yang membahagiakan mengingat berasal dari ketidaksengajaan pihak sekolah menyimpan benda tersebut.
"Fosil penting seperti ini bisa tidak terlihat selama bertahun-tahun, bahkan di depan mata. Sungguh luar biasa untuk berpikir bahwa sepotong sejarah yang kaya ini berada di halaman sekolah selama ini," kata Romilio, dari Universitas Queensland.
Advertisement
Pada tahun 2002, seorang penambang batu bara menggali lempengan itu dan melihat jejak kaki yang tidak biasa. Lantaran dirasa unik, ia menghadiahkannya ke sebuah sekolah di kota kecil Biloela, tempat batu itu akhirnya dipajang di serambi sekolah.
Batu itu pun menetap selama 20 tahun lebih sampai pada akhirnya para peneliti mulai bertanya-tanya tentang fosil dinosaurus yang ditemukan di daerah tersebut.
Romilio mengatakan bahwa para guru tidak menyadari lempengan tersebut berasal dari zaman purba. Mereka mengira bahwa hanya sebuah pajangan replika bernilai seni.
"Beberapa guru mengira ini adalah replika daripada yang asli. Semua orang tidak begitu menyadari apa yang sebenarnya mereka miliki," kata Romilio.
Advertisement
Jejak kaki itu diperkirakan milik dinosaurus yang hidup ratusan juta tahun yang lalu. Namun pihaknya masih terus mencari tahu informasi lain dari lempengan tersebut.
"Mereka benar-benar tahu itu adalah jejak kaki dinosaurus. Tetapi tidak sedetail yang akan diteliti oleh peneliti seperti saya," ucap Romilio.
Romilio mengatakan 66 jejak kaki terpisah ditemukan pada lempengan tersebut, yang memiliki luas permukaan kurang dari satu meter persegi.
Jejak-jejak itu milik dinosaurus bernama ichnospecies Anomoepus scambus. Dinosaurus ini berukuran kecil, dengan panjang kaki antara 15 hingga 50 cm, dan berjalan dengan kecepatan kurang dari 6 km/jam.
Menurut informasi, hewan ini merupakan pemakan tumbuhan kecil dan gemuk yang berjalan dengan dua kaki, katanya.
"Jejak kaki yang membatu, meskipun merupakan fosil dinosaurus yang paling banyak, cenderung dikesampingkan oleh banyak peneliti. Jejak kaki itu tidak memiliki daya tarik seperti tulang yang membatu."
"Sebagian besar fosil dinosaurus, tidak ditemukan oleh ahli paleontologi. Mereka sebenarnya ditemukan oleh orang-orang di darat," tandasnya.
Romilio juga berhasil menemukan sebuah batu besar seberat dua ton tepat di pintu masuk ke tempat parkir mobil tambang batu bara.
"Saat saya berkendara ke tempat parkir mobil, saya melihat salah satu batu besar tempat parkir mobil itu untuk menghentikan mobil melaju di halaman.
Ia pun tak menyadari adanya beberapa fosil dinosaurus yang juga banyak ditemukan di sana.
"Dan ada fosil dinosaurus yang sangat jelas. Mulutku ternganga saat melihat itu."