Ini sosok wanita cantik pendamping Soekarno yang jarang disorot. Paras cantiknya bikin terpukau.
Advertisement
Menurut catatan sejarah, Bung Karno telah menjalin hubungan asmara dengan banyak perempuan. Sembilan di antaranya ia pilih untuk diperistri.
Publik dikenal akan sosok Siti Oetari yang menjadi istri pertama Soekarno, atau Fatmawati selaku penjahit bendera pusaka pertama, hingga Ratna Sari Dewi yang merupakan keturunan Jepang.
Namun ada satu sosok istri Soekarno yang kadang dilupakan dan jarang disorot namun memiliki peran cukup besar dalam perjalanan hidup Sang Proklamator.
Advertisement
Sosok itu adalah Siti Suhartini atau yang lebih akrab disapa Hartini Soekarno. Hartini adalah istri keempat Soekarno setelah Fatmawati.
Advertisement
Melansir dari Instagram @arsip_indonesia, Rabu (20/3) berikut kisah Hartini, istri keempat Soekarno.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kala itu Soekarno tengah dalam perjalanan menuju Yogyakarta untuk meresmikan Masjid Syuhada.
Tak perlu waktu lama, Soekarno lantas jatuh hati pada Hartini. Setahun kemudian, mereka bertemu lagi saat peresmian teater terbuka Ramayana di Candi Prambanan.
Soekarno pun mulai mengirimkan surat kepada Hartini melalui perantara temannya dengan menggunakan nama samaran "Srihana".
Berselang dua hari setelah kelahiran Guruh Soekarno Putra pada 15 Januari 1953, Soekarno meminta izin kepada Fatmawati untuk menikahi Hartini.
Fatmawati pun luluh dan mengizinkan Soekarno berpoligami. Hingga muncul kabar bahwa Fatmawati harus meninggalkan istana karena pernikahan Soekarno dan Hartini.
Advertisement
Keputusan Soekarno untuk menikahi Hartini kemudian menimbulkan protes dari berbagai organisasi perempuan, salah satunya Perwari yang sangat menentang poligami.
Meskipun demikian, Soekarno tetap menikahi Hartini di Istana Cipanas pada 7 Juli 1953.
Advertisement
Advertisement
Soekarno pun masih menikahi Ratna Sari Dewi (1961), Haryati (Mei 1963) dan Yurike Sanger (Agustus 1964).
Tapi tercatat bahwa Hartini menjadi sosok yang paling lama mengisi separuh usia Soekarno. Bahkan ia disebut sebagai sosok yang setia, menerima dan berbakti pada suami.
Bersama Soekarno, Hartini dikaruniai dua orang anak yaitu Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra.
Hartini meninggal dunia di Jakarta pada 12 Maret 2002 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak.