Jadi Kawasan Situs Taman Sari, Begini Penampakan Tempat Pusaka dan Toilet Raja Yogyakarta

Berikut penampakan kawasan situs Taman Sari Yogyakarta yang tak banyak diketahui orang.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Jadi Kawasan Situs Taman Sari, Begini Penampakan Tempat Pusaka dan Toilet Raja Yogyakarta
Jadi Kawasan Situs Taman Sari, Begini Penampakan Tempat Pusaka dan Toilet Raja Yogyakarta (YouTube TIYANG DUSUN)

Taman Sari merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Yogyakarta.

Tempat ini dulunya adalah tempat untuk peristirahatan para raja dan kegiatan mereka sehari-hari seperti tidur hingga keperluan hajat.

Selain itu terdapat beberapa ruangan yang tidak sembarangan dimasuki orang. Konon terdapat ruangan untuk menyimpan benda pusaka hingga bertapa untuk meminta nasib baik.

Seperti apa ulasan selengkapnya? Melansir dari YouTube TIYANG DUSUN, Jumat (28/3) berikut informasi selengkapnya.

Situs Taman Sari merupakan tempat beristirahat sultan di masa lalu. Terdapat beberapa ruangan yang diketahui kerap dikunjungi sultan.

Salah seorang pemandu wisata pun mengajak melihat ruangan yang dijaga orang kepercayaan sultan yang pada saat itu diminta menjaga ruangan ruangan tersebut.

"Ini orang kepercayaan Sultan nah itu disuruh jaga di sini nanti kalau sultan ingin ketemu ada masalah yang apa tuh yang penting. Nah nanti harus izin dulu. Sultan kan (datang) di sini dalam rangka untuk meditasi," ucapnya.

Selain ruangan meditasi, terdapat bangunan yang konon digunakan oleh sultan sebagai villa. Tempat tersebut sering dipakai untuk bersantai oleh sultan.

"Di sini itu kalau sini ini tempat bersenang-senangnya, vilanya Sultan. Kalau putri-putrinya dan istrinya tinggalnya di sana semua," sambungnya.

Terdapat pula sebuah ruangan yang kemungkinan dipakai untuk dapur umum. Menurut keterangan pemandu wisata, terdapat sebuah tungku raksasa yang dahulu dipakai untuk memasak menggunakan arang.

"Ini namanya gedung madaran. Nah ini buat masak. Ini dulu masaknya pakai arang tidak pakai kayu kalau pakai kayu kan matanya pedih pakai kayu," ucapnya.

Konstruksi bangunan yang dipakai juga berpengaruh pada suasana di sekitarnya. Berbeda dari bahan bangunan pada umumnya, terdapat campuran batu bata yang membuat ruangan tetap sejuk meski terjemur sinar matahari.

"Jadi ruangan-ruangan di sini walaupun tidak ada semen, tidak ada kipas angin, tidak ada AC tapi sudah nyaman. Gak perlu pakai AC lagi ventilasinya sudah ada anginnya," ucapnya.

Ruangan selanjutnya yang diperlihatkan adalah kamar sultan yang dahulu digunakan untuk beristirahat. Berbeda dari kasur saat ini, dahulu kasur hanya berupa lantai tanpa busa yang dilapisi kulit binatang.

"Kalau dulu ya gak ada kasur mana ada. Gak ada busa nah atasnya ini lantai seperti ini tapi atasnya dulu kulit binatang. Kalau lantai aja kan keras. Iya ada kulit binatangnya kerbau atau harimau tadi," tambahnya.

Selain itu terdapat sebuah ruangan mirip kamar yang dipercaya manjur bagi seseorang yang ingin meraih kesuksesan dalam jabatan.

Sampai saat ini masih ada orang yang berkeyakinan bahwa harapannya menjadi seorang pemimpin bisa terwujud jika tidur di tempat itu.

"Nah ini yang tempat tidurnya ini. Ini ruangan khusus ini sekarang dipakai maaf orang-orang yang pengin jadi camat pengin jadi lurah pengin naik pangkat biasanya orang-orang Kejawen ini pak. Nah nanti beliau bakar kemenyan di sini nih meditasi ya Pak di Bakaran sini ada dupa itu kan pakai dupa pakai menyan," sambungnya lagi.

Ruangan berikutnya yang cukup menarik adalah tempat untuk menyimpan pusaka sultan. Ada banyak jenis pusaka yang lumrah dipakai oleh sultan termasuk pakaian miliknya.

"Ini untuk menyimpan patian dan pusaka-pusaka sultan. Karena mitosnya kan pusakanya ini pakaian pakaian termasuk benda pusaka. Nanti kalau sudah tidak dipakai nanti setiap bulan Muharam nanti ada acara Labuhan, nanti bersama potongan kukunya Sultan rambutnya nanti dilarung pantai selatan sana," ucapnya.

Pada sisi lain, terdapat sebuah tempat yang konon dianggap sebagai kamar mandi sultan. Dahulu tempat itu digunakan sultan untuk membersihkan diri.

Menariknya, sudah ada sistem pengairan yang baik agar air selalu jernih dan bersih meski tanpa teknologi canggih seperti sekarang.

"Nah ini ada tempat buang airnya (kamar mandi). Ini kan sana tuh sekat-sekatnya di sana juga ada sekat-sekatnya. Jadi fungsinya sekat-sekat itu untuk menjernihkan air. Jadi nanti air keluar dari sini sudah jadi air bersih lagi. Ini juga teknologi," tambahnya.

Rekomendasi