Hari Tasyrik Idul Adha Jatuh Pada Tanggal 11,12,13 Zulhijah, Ketahui Alasan Umat Islam Dilarang Berpuasa

Penjelasan mengenai hari tasyrik dan larangan melaksanakan ibadah puasa.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Hari Tasyrik Idul Adha Jatuh Pada Tanggal 11,12,13 Zulhijah, Ketahui Alasan Umat Islam Dilarang Berpuasa
Hari Tasyrik Idul Adha Jatuh Pada Tanggal 11,12,13 Zulhijah, Ketahui Alasan Umat Islam Dilarang Berpuasa (Merdeka.com)

Hari tasyrik Idul Adha jatuh pada tiga hari setiap tanggal 11,12, dan 13 Zulhijah atau tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dilarang melaksanakan ibadah puasa apapun. Hukum berpuasa di hari tasyrik bahkan diharamkan.

Berikut penjelasan lengkap mengenai hari tasyrik Idul Adha. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman mui.or.id dan berbagai sumber, Jumat (14/6/2024):

Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan segera merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah.

Berdasarkan SKB 3 Menteri, Idul Adha 2024 diperingati pada Senin, 17 Juni 2024.

Jika mengikuti edaran tersebut, hari tasyrik Idul Adha 2024 atau tiga hari setelah Idul Adha 2024 jatuh pada tanggal 18, 19, dan 20 Juni 2024.

Dilansir dari laman MUI, dijelaskan jika pada hari tasyrik Idul Adha setiap muslim dilarang untuk melaksanakan ibadah puasa.

Alasannya karena pada waktu tersebut sangat dianjurkan untuk umat Islam bergembira di hari raya dan menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging kurban. 

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW pernah mengabarkan terkait larangan ini sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

"Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: "Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada Hari Tasyrik

Kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji," (HR. Bukhari, no. 1859)

Pada kesempatan lain, Hari Tasyrik juga disebut juga dengan hari untuk makan dan minum. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam,

Serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum." (HR. An-Nasa'i, no. 2954).

Tasyrik atau tasyriq dalam bahasa Arab merupakan patron kata masdar dari “syarraqa” yang memiliki arti 'matahari terbit atau menjemur sesuatu'.

Dilansir dari MUI, dinamakan tasyrik dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging qurban mereka untuk dibuat dendeng.

Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah SAW belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas. 

Alhasil, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.

Langkah ini dilakukan agar daging qurban yang melimpah saat Idul Adha dapat disimpan dalam jangka panjang.

Pendapat kedua mengatakan, jika tasyrik berarti pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit.

Telah disebutkan di atas, pada hari tasyrik setiap muslim diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah apapun kecuali berpuasa. 

Pada hari tasyrik umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.

Seperti berzikir, berdoa, serta menyembelih hewan kurban. Perintah untuk berkurban termaktub dalam surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

"Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurban lah!"

Dapat disimpulkan, alasan diharamkannya berpuasa pada hari tasyrik karena tiga hari tersebut merupakan satu rangkaian Idul Adha.

Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan selama hari Tasyrik:

1. Menyembelih Hewan Kurban

Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada hari tasyrik adalah menyembelih hewan kurban.

Amalan ini sunnah dilakukan terutama bagi umat Islam yang mampu secara finansial.

Dengan berkurban, umat Islam dapat berbagi kenikmatan kepada orang-orang di sekitarnya dalam bentuk hidangan istimewa dari hewan sembelihan.

2. Menikmati Hidangan Makan dan Minum

Pada hari tasyrik, umat Islam diwajibkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“إِنَّ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ”

Artinya: "Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman." (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)

Karena hari Tasyrik adalah hari makan dan minum, umat Islam dilarang berpuasa.

3. Hari Utama Berdzikir dan Bertakbir

Pada hari-hari tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan takbir. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:

"وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ"

Artinya: "Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari-hari yang berbilang." (QS. Al-Baqarah: 203)

Pada hari Tasyrik, dzikir dilantunkan saat takbiran, membaca tasmiyah (Bismillah), dan takbir saat memotong hewan kurban. Rasulullah SAW bersabda:

"يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ"

Artinya: "Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum." (HR. An-Nasa'i)

4. Membaca Doa Terutama Doa Sapu Jagat

Doa merupakan amalan penting yang dianjurkan pada hari tasyrik. Salah satu doa yang banyak dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW pada hari Tasyrik adalah doa sapu jagat:

"رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ"

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Rekomendasi