Guru Mengaji di Bali ini Sungguh Mulia, Tak Mau Dibayar Lebih Pilih Makan Nasi Aking
Merdeka.com - Sungguh mulia sosok pria satu ini. Hampir 40 tahun dia mengabdi dengan mengajar mengaji Alquran masyarakat di pelosok Bali.
Namun, selama itu pula dia tak mau diupah. Dia mengabdikan dirinya untuk mengajar warga mengaji dengan ikhlas tanpa ada pikiran ingin mendapatkan materi.
Medan yang ditempuhnya tidaklah mudah. Setiap hari ia harus berjalan cukup jauh, melintasi sungai besar, yang kapan saja bisa meluap menghanyutkan dirinya. Sebab sungai tersebut merupakan jalur lahar Gunung Agung.
Meski begitu, semua dijalaninya dengan ikhlas tanpa ada embel-embel mengharap materi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia memilih berjualan kangkung. Jika dagangannya tak laku, dia lebih rela makan nasi aking
Jualan Kangkung Buat Cukupi Kebutuhan Hidup

kitabisa.com
Demi bisa bertahan hidup, sehari-hari Ustaz Marsudin mencari kangkung untuk dijual agar hasil panennya bisa digunakan untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Semua ia lakukan dengan ikhlas sambil terus berikhtiar. Sehari Ust. hanya mendapatkan 20 ribu dari hasil menjual kangkung. Itu pun jika kangkungnya sedang musim panen," demikian dikutip dari website kitabisa.com yang melakukan penggalangan dana buat Ustaz Marsudin, Senin (11/04).

kitabisa.com
Jika tidak ada pemasukan sama sekali. Ustad akan menjemur sisa nasinya dan sisa nasi milik tetangga. Dia kemudian akan menjualnya ke orang yang mencari bahan pakan dan kerupuk.
"Sekilonya dihargai Rp2500".
Rela Makan Nasi Aking

kitabisa.com
Meski hasil yang didapatnya dari jualan kangkung jauh dari kata cukup, dia tak mengeluh. Baginya yang penting ada lauk untuknya dan keluarga untuk dimakan.
"Ustad juga terbiasa berpuasa atau bahkan makan nasi aking. Jika memang tak ada uang sepeserpun".
Sungguh mulia, meski ekonominya dipenuhi keterbatasan, pria paruh baya itu tidak pernah berhenti mengajar mengaji Alquran. Setelah lelah mencari kangkung, dia akan langsung bersiap mengajar para santri di desanya.
Dengan tekun, ia mengajar puluhan anak. Membaca dan menghafal Alquran serta ibadah-ibadah lainnya. Satu harapannya, dia ingin anak-anak di desanya mengenal dan menjalankan ajaran agama Islam dengan baik.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya