Fungsi Termometer, Beserta Jenis dan Cara Penggunaan yang Tepat

Sabtu, 19 September 2020 11:02 Reporter : Kurnia Azizah
Fungsi Termometer, Beserta Jenis dan Cara Penggunaan yang Tepat ilustrasi termometer. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Fungsi termometer biasa dikenal sebagai alat untuk mengukur suhu atau temperatur, serta perubahan suhu. Prinsip kerjanya bermacam-macam, tergantung pada jenis termometer. Namun yang paling sering digunakan ialah termometer air raksa.

Sesuai dengan namanya, fungsi termometer mampu mengenali suhu panas. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin 'thermo' yang berarti panas. Serta 'meter' yang artinya untuk mengukur.

Selain itu, fungsi termometer bisa mengukur suhu benda padat seperti makanan, cairan seperti air, gas seperti udara, atau reaksi kimia seperti api. Tiga satuan pengukuran suhu yang paling umum ialah Celsius, Fahrenheit, dan kelvin.

Fungsi termometer sebagai pengukur suhu sangat penting untuk berbagai aktivitas, termasuk industri, penelitian ilmiah, dan perawatan kesehatan. Meski selama ini lebih banyak mengenalnya sebagai pengukur suhu tubuh.

Berikutfungsi termometer, beserta jenis dan cara penggunaan yang tepat dirangkum dari berbagai sumber.

2 dari 5 halaman

Fungsi Termometer

Termometer merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur suhu materi gas, cair, atau padat atau reaksi kimia seperti api. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa fungsi termometer tergantung pada jenis dan cara penggunaannya.

Fungsi termometer bisa mengukur suhu benda padat seperti makanan, cairan seperti air, gas seperti udara, atau reaksi kimia seperti api. Guna mengenali suhu, terdapat tiga satuan pengukuran suhu yang paling umum, yakni Celsius, Fahrenheit, dan kelvin.

Skala Celsius

Dilansir dari National Geographic, Skala Celsius adalah bagian dari sistem metrik. Sistem pengukuran metrik juga mencakup satuan massa, seperti kilogram, dan satuan panjang, seperti kilometer. Sistem metrik termasuk Celsius adalah sistem pengukuran resmi, hampir semua negara di dunia.

Sebagian besar bidang ilmiah mengukur suhu menggunakan skala Celsius. Nol derajat Celcius adalah titik beku air, dan 100 derajat Celcius sebagai titik didih air.

Skala Fahrenheit

Tiga negara tidak menggunakan skala Celsius, yaitu Amerika Serikat, Burma, dan Liberia. Mereka menggunakan skala Fahrenheit untuk mengukur suhu.

Air membeku pada 32 derajat Fahrenheit dan mendidih pada 212 derajat Fahrenheit. Meski begitu, para ilmuwan masih menggunakan skala Celsius atau kelvin untuk mengukur suhu.

Skala Kelvin

Selanjutnya untuk skala Kelvin, digunakan oleh fisikawan dan ilmuwan lain yang perlu mencatat suhu yang sangat tepat. Skala kelvin menjadi satu-satunya unit pengukuran yang menyertakan suhu untuk "nol absolut", ketiadaan total energi panas.

Sehingga membuat skala kelvin penting bagi para ilmuwan yang menghitung suhu benda di angkasa luar yang dingin. Air membeku pada 273 kelvin, dan mendidih pada 373 kelvin.

3 dari 5 halaman

Jenis Termometer

Dalam perawatan kesehatan, termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Terdapat berbagai jenis dalam dunia medis, seperti mengetahui suhu tubuh melalui bawah lidah, telinga, dan di rektum. Berikut beberapa jenis termometer:

1. Termometer Oral dan Rektal

ilustrasi demam tinggi©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Ocskay Bence

Fungsi termometer berdasarkan jenis, dari termometer oral atau rektal konvensional. Terdiri dari tabung kaca tertutup yang berisi cairan seperti merkuri.

Ketika suhu naik atau turun, merkuri mengembang atau menyusut, menyebabkannya naik atau turun skala di dalam lorong kecil. Titik sempit di sepanjang lorong memungkinkan merkuri naik ke atas, tapi mencegahnya bergerak ke bawah sampai termometer "diguncang" setelah digunakan.

Melansir dari Medicinenet, termometer harus menjaga kontak dengan tubuh selama sekitar empat menit untuk menghasilkan pembacaan yang akurat. Termometer oral yang ditempatkan di bawah lidah. Sedangkan termometer rektal yang diletakkan di dalam rektum.

2. Termometer Cair

Cara kerjanya sama dengan termometer oral dan rektal. Dilansir dari National Geographic, merkuri menjadi salah satu bahan paling familiar yang digunakan. Cairan lain, seperti minyak tanah atau etanol, juga bisa digunakan dalam termometer jenis ini.

Termometer cair sering kali menyertakan skala suhu Celsius dan Fahrenheit, yang ditampilkan di kedua sisi tabung.

3. Termometer Digital

Termometer juga tersedia dengan tampilan digital yang memudahkan pembacaan suhu. Bunyi 'bip' untuk memberi sinyal kapan waktunya untuk menarik termometer, dan tabung fleksibel untuk menahan kerusakan.

Mengutip dari Healthdirect, termometer digital cukup akurat dan dapat digunakan di bawah ketiak sejak anak usia di bawah 5 tahun.

4 dari 5 halaman

4. Termometer Telinga

Jenis selanjutnya ialah termometer telinga atau lebih tepatnya termometer gendang telinga. Mengukur suhu dengan membaca radiasi infra merah yang berasal dari jaringan gendang telinga. Memiliki tiga keunggulan utama sebagai berikut:

  • Mengukur suhu tanpa bersentuhan dengan tubuh.
  • Memberikan perkiraan suhu otak, karena berdekatan dengan otak.
  • Memberikan pembacaan dalam dua atau tiga detik.

5. Termometer Basal

Jenis termometer berikutnya, terbilang spesial dan unik. Dikutip dari Medicinenet, termometer basal mengukur perubahan suhu kecil pada wanita untuk menunjukkan apakah ovulasi (pelepasan sel telur untuk pembuahan oleh sperma) telah terjadi.

Suhu tubuh wanita biasanya sedikit meningkat saat ovulasi terjadi dan tidak kembali normal sampai menstruasi dimulai. Termometer basal cukup sensitif untuk memantau sedikit perubahan suhu tersebut.

Suhu tubuh normal adalah 98,6 derajat Fahrenheit atau setara 37 derajat Celcius, meskipun bisa berkisar antara 36 dan 37 derajat pada siang hari. Suhu di awal hari, saat seseorang terbangun, disebut suhu basal.

5 dari 5 halaman

6. Kriometer

Jenis yang masih asing, apalagi fungsi termometer yang satu ini tak bisa digunakan sehari-hari. Dikutip dari National Geographic, Kriometer mengukur suhu yang sangat rendah, misalnya di ruang angkasa.

7. Pirometer

Masih dari lansiran yang sama, berikutnya ada Pirometer yang digunakan untuk mengukur suhu sangat tinggi. Fungsi termometer ini dalam industri baja, untuk mengukur suhu besi dan logam lainnya.

8. Termometer Kelvin

Termometer Kelvin biasanya merupakan perangkat listrik yang dapat merekam variasi kecil dalam radiasi. Variasi ini tidak akan terlihat dan mungkin tidak cukup mengubah tekanan udara untuk meningkatkan kadar merkuri dalam termometer cair.

9. Termometer Elektronik

Selanjutnya ada termometer elektronik bekerja dengan alat yang disebut termistor. Sebuah termistor mengubah resistansinya terhadap arus listrik berdasarkan suhu. Komputer mengukur resistansi termistor dan mengubahnya menjadi pembacaan suhu.

10. Termometer Inframerah

Kali ini jenis termometer yang kerap dijumpai selama mas pandemi Covid-19. Melansir dari Healthdirect, termometer ini menggunakan pemindai infra merah untuk mengukur suhu.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini