Doa Qunut yang Lengkap, Ada Arti dan Tata Caranya
Merdeka.com - Qunut dalam bahasa Arab memiliki arti ketaatan, kesungguhan, patuh, berdiri lama, dan diam. Dalam ibadah, qunut ini juga dapat diartikan sebagai meminta ampunan dan memberi pujian kepada Allah SWT setelah mengerjakan shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.
Doa qunut ini terbagi menjadi 3 yakni subuh, witir, dan nazilah. Berikut bacaan doa qunut yang dapat diamalkan.
Baca juga: Doa Witir Dan Sholat Tarawih Juga Doa Yang Dibaca Saat Jeda
Doa Qunut

©Shutterstock
Sejatinya, doa qunut merupakan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW selama satu bulan lamanya atas musibah yang menimpa qurra’ (sahabat Nabi yang hafal Alquran) di sumur Ma’unah.
“Rasulullah SAW apabila hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka beliau doa qunut setelah ruku.’” (HR. Bukhori dan Ahmad).
Doa Qunut Witir

©Shutterstock
Allahummahdini fiiman hadayta wa aafinii fiiman aafyata wa tawallanii fiiman tawallayta wa baariklii fiiman a thoyta waqinii syarro maa qodhoyta walla yuqdhoo alaika wa innahu laa yadzillu man waalayta walaa ya izzu man aadayta tabaarakta robbanaa wa ta aalayta.
Artinya:“Ya Allah beri aku hidayah sehingga aku termasuk orang yang mendapat hidayah, beri aku keselamatan sehingga aku termasuk orang yang selamat, jadikanlah aku mencintai-Mu sehingga aku termasuk di antara orang-orang yang mencintai-Mu, berkahilah apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari takdir yang buruk, sungguh engkaulah yang menerapkan takdir dan tidak ada selain-Mu yang menetapkan takdir, karena orang yang Engkau cintai tak akan terhinakan, dan orang yang engkau musuhi tidak akan mulia. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau Rabb kami.” (HR. At Tirmidzi No.464, Abu Daud No. 1425, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Doa Qunut Shalat Subuh

shutterstock/ neelsky
Allahummahdini fi man hadait, wa afini fi man afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma a thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik, wa innahu la yazillu man walait, wa la ya izzu man adait, tabarakta rabbana wa ta alait, fa lakal hamdu a la ma qadhait, wa astaghfiruka wa ‘atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayydinia muhammadin nabiyyil ummiyi wa ala alaihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:“Ya Allah, kumpulkan aku bersama orang-orang yang menerima petunjuk-Mu, selamatkan diriku ke dalam kelompok orang yang Kau lindungi dari bala dunia dan akhirat, sertakan daku bersama mereka yang Kau pelihara dari dosa, turunkan berkah-Mu untukku dalam semua anugerah-Mu, jauhkan diriku dari dampak buruk yang Kau gariskan. Karena sungguh Engkau yang memutuskan, bukan menerima putusan. Sungguh tiada hina orang yang Kau bimbing. Dan tiada mulia orang yang Kau musuhi. Wahai Tuhan kami, Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas segala putusan-Mu. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”
Doa Qunut Nazilah untuk Menangkal Malapetaka

©Shutterstock
Allahumma inna nasta inuka wa nastaghfiruk, wa nastahdika wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsni ‘alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allahumma iyyaka na’budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ‘ilaika nas’a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq.
Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu.
Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharap rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”
Tata Cara Doa Qunut

©Shutterstock
Doa qunut merupakan doa yang disunnahkan kepada umat Islam untuk dikerjakan dan dibaca setelah membaca doa i’tidal pada rakaat terakhir shalat wajib lima waktu. Sementara itu, doa qunut ini juga disunnahkan untuk dibaca ketika umat Islam sedang mengalami bencana seperti bencana alam ataupun bencana kemanusiaan.
Kendati demikian, ketika bencana tersebut sudah surut ataupun menghilang maka membaca doa qunut tidak disunnahkan untuk dibaca kembali. Doa untuk menangkal malapetaka, marabahaya, dan bencana tersebut juga disebut dengan doa qunut nazilah yang dibaca setelah rukuk.
Secara umum, doa qunut nazilah disunnahkan untuk dibaca pada saat shalat wajib sendiri atau ketika setelah selesai shalat berjamaah. Pada saat membaca doa qunut ini, maka umat Islam dianjurkan untuk menengadahkan tangan ke langit sebagaimana ketika kita memanjatkan doa sehari-hari.
“Sunnah mengangkat kedua tangan dalam qunut (nazilah) dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke langit saat meminta kebaikan dan membalik telapak tangan hingga mengarah ke bumi saat berdoa tolak bala. Hal ini berlaku pada semua doa. Tidak disunnahkan mengusap muka setelah doa di dalam shalat. Afdhalnya justru tidak mengusap muka ketika shalat, lain soal kalau di luar shalat” (Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Darul Kutub Al-Ilmiyah).
Sementara itu, doa qunut witir ini dibaca pada saat rakaat ketiga sebelum rukuk dalam setiap shalat sunnah. Lain halnya dengan doa qunut Subuh yang dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh. Sama halnya dengan doa qunut nazilah, membaca doa qunut witir dan Subuh juga dapat dilakukan dengan cara menengadahkan tangan ke langit.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya