Curiga Istri Hamil karena Selalu Pakai Alat Kontrasepsi, Perselingkuhan dengan Tetangga Terbongkar

Bagaimana urutan kejadian yang menyebabkan perselingkuhan seorang pria di China ini bisa terungkap?

Indra Cahya Vanleon
Oleh Indra Cahya Vanleon - Reporter
Curiga Istri Hamil karena Selalu Pakai Alat Kontrasepsi, Perselingkuhan dengan Tetangga Terbongkar
Ilustrasi Selingkuh. (foto: Pinterest/popbella.com). (© 2025 Liputan6.com)

Seorang pria di Jiangxi, China timur nekat menyerang tetangganya menggunakan pisau setelah mengetahui bahwa janin yang dikandung istrinya bukanlah anaknya, melainkan hasil dari perselingkuhan. Kasus ini terungkap melalui laporan media Xiaoxiang Morning Post pada 10 Agustus, yang mengutip informasi dari China Judgments Online.

Pria yang bernama Chen tersebut sering terlibat dalam pertengkaran dengan istrinya. Pasangan ini dikenal cukup akrab dengan tetangganya, Shao, yang sering berkunjung ke rumah mereka.

Pada tahun 2022, saat mereka bertiga bekerja di luar kota, istri Chen diam-diam menjalin hubungan gelap dengan Shao hingga akhirnya hamil, sebagaimana dilansir oleh SCMP pada Rabu (20/8/2025).

Kehamilan yang dialami istri Chen ternyata merupakan kehamilan ektopik, sebuah kondisi medis yang dapat menyebabkan nyeri perut, perdarahan hebat, bahkan syok, sehingga memerlukan penanganan medis yang mendesak. Chen kemudian membawa istrinya ke rumah sakit untuk menjalani operasi yang biayanya mencapai lebih dari 10 ribu yuan (sekitar Rp22 juta).

Namun, rasa curiga Chen mulai muncul. Ia mengaku selalu menggunakan alat kontrasepsi, sehingga meragukan kehamilan istrinya. Kecurigaan tersebut semakin menguat ketika ia menemukan percakapan mesra antara istrinya dan Shao di ponsel. Akhirnya, Shao mengakui perselingkuhan tersebut dan menawarkan ganti rugi sebesar 38 ribu yuan (sekitar Rp83 juta).

Rahasia Perselingkuhan Terbongkar, Suami di China Nekat Bacok Tetangga
Ilustrasi Selingkuh. (foto: Pinterest/popbella.com). © 2025 Liputan6.com

Meskipun telah ada kesepakatan, Shao masih belum melunasi utangnya sebesar 10 ribu yuan. Pada bulan Februari yang lalu, dalam keadaan mabuk, Chen mendatangi rumah tetangganya dengan membawa pisau dan menyerang Shao dengan menghantam kepalanya sebanyak lima kali.

Dalam insiden tersebut, ibu Shao yang berusaha melerai juga terkena sabetan dan mengalami luka di dahi serta tangannya. Beruntung, laporan medis menyatakan bahwa baik Shao maupun ibunya hanya mengalami luka ringan.

Pengadilan pun memutuskan bahwa Chen bersalah atas tindakan melukai dengan sengaja. Namun, hakim mempertimbangkan dua hal yang meringankan: Tindakan istrinya dianggap melanggar norma moral, dan Shao tidak memenuhi perjanjian ganti rugi. Akhirnya, Chen dijatuhi hukuman penjara selama tujuh bulan penjara.

Heboh, Pria Jepang Tawarkan Donasi Sperma Sampai Bikin 7 Wanita Hamil
Ilustrasi pembuahan sel sperma dengan sel telur (Foto dok : Freepik/freepik). © 2025 Liputan6.com

Kasus ini telah menjadi topik hangat di media sosial di China, mencapai lebih dari 69 juta tampilan. Banyak pengguna internet yang berpendapat bahwa keputusan pengadilan tersebut sudah sesuai dengan keadilan yang seharusnya.

"Putusan ini adil. Pihak yang berselingkuh juga harus ikut bertanggung jawab," ungkap salah seorang warganet.

Selain itu, ada juga komentar yang menekankan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan.

"Dalam pernikahan, pengkhianatan adalah sumber tragedi. Kesetiaan adalah pondasi keluarga," tulis warganet lainnya.

Di sisi lain, sejumlah warganet mengingatkan tentang bahaya tindakan kekerasan yang mungkin terjadi.

"Saat hubungan bermasalah, cara mengatasinya adalah hukum dan batas yang jelas, bukan dengan pisau," kata seorang pengguna media sosial.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak orang merasa keputusan pengadilan sudah tepat, masih ada kekhawatiran mengenai bagaimana masalah ini ditangani secara emosional.

Diskusi ini mencerminkan berbagai pandangan masyarakat tentang isu pernikahan dan tanggung jawab dalam hubungan.

Rekomendasi