Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Menulis Catatan Kaki yang Lengkap dan Benar, Perhatikan Langkahnya

Cara Menulis Catatan Kaki yang Lengkap dan Benar, Perhatikan Langkahnya Ilustrasi menggunakan laptop. © Istimewa

Merdeka.com - Cara menulis catatan kaki penting untuk diketahui sebelum membuat karya tulis. Seringkali, kita pasti akan berhubungan dengan penulisan karya tulis.

Salah satunya yakni karya tulis untuk penelitian hingga tugas akhir skripsi, tesis, hingga disertasi. Berbagai karya tulis tersebut terdiri dari beberapa unsur yang harus ditulis dengan benar dan baik sesuai dengan kaidah penulisan yang baku.

Aturan yang berlaku untuk menuliskan beberapa sumber atau rujukan yakni catatan kaki. Catatan kaki dapat memberikan beragam fungsi di dalam penulisan suatu karya tulis.

Secara singkat, catatan kaki tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada penulis terhadap daftar sumber rujukan yang dimiliki untuk menulis karya tulis. Sama halnya dengan karya tulis, cara menulis catatan kaki pun memiliki susunan dan aturan tertentu.

Hal itu menyangkut judul hingga nomor hingga nomor halaman yang dikutip oleh sang penulis pada karya tulisnya. Lalu, sebenarnya apa definisi dan bagaimana cara menulis catatan kaki yang baik dan sesuai kaidah penulisan tersebut? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan mengenai cara menulis catatan kaki selengkapnya.

Pengertian Catatan Kaki

Sebelum mengetahui cara menulis catatan kaki dengan baik dan sesuai dengan aturan yang baku, penting bagi Anda untuk memahami definisi dari catatan kaki itu sendiri. Sehingga, Anda tak akan terjerumus dengan definisi daftar pustaka yang hampir memiliki kemiripan dengan catatan kaki.

Melansir dari laman Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya, catatan kaki merupakan bentuk dari keterangan atas teks karangan yang ditulis pada kaki halaman. Catatan kaki secara langsung ditulis pada halaman yang sama dengan pengutipan kalimat pada karya tulis.

ilustrasi menggunakan laptop

©Shutterstock/Boris Ryaposov

Semisal, Anda menuliskan kutipan atau istilah dari salah satu sumber lalu mencantumkannya pada halaman 43. Maka, catatan kaki juga harus dituliskan pada halaman 43 di bagian bawah halaman.

Secara langsung, catatan kaki berfungsi untuk memberikan informasi singkat pada apa yang tertulis di halaman tersebut. Secara umum, catatan kaki ditulis bersama dengan nomor-nomor penunjukkan.

Sementara itu, nomor penunjukkan berfungsi untuk memberikan hubungan secara langsung antara teks dengan catatan kaki. Selain dengan nomor-nomor penunjukkan, catatan kaki juga dapat ditulis dengan memberikan tanda bintang atau yang disebut dengan tanda asterik.

Unsur Catatan Kaki

Cara menulis catatan kaki yang benar adalah dengan mengetahui unsur catatan kaki terlebih dahulu. Terdapat beberapa unsur catatan kaki yang wajib ditulis di bagian bawah halaman untuk memberikan informasi yang tepat.

Beberapa unsur catatan kaki tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Nama pengarang atau penulis (editor dan penerjemah)
  • Menuliskan judul buku atau karangan
  • Nama dan nomor seri buku atau karangan
  • Informasi data publikasi seperti jilid, nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, hingga tahun terbit
  • Nomor halaman yang dikutip
  • tua

    © FreeStockPhotos

    Istilah dalam Catatan Kaki

    Selain unsurnya, cara menulis catatan kaki yang benar yakni dengan memahami istilah-istilahnya sebelum mencantumkan catatan kaki. Istilah dalam catatan kaki tersebut dituliskan secara singkat atas suatu makna tertentu.

    Adapun beberapa istilah yang dapat digunakan untuk menuliskan catatan kaki yakni sebagai berikut:

    1. Ibid

    Istilah dari catatan kaki yang pertama adalah Ibid. Ibid merupakan singkatan dari ibidan yang memiliki arti yakni sama dengan tertulis di atas.

    Cara menulis catatan kaki yang memiliki sumber sama dengan catatan kaki di atasnya, maka Anda cukup menuliskan Ibid. Umumnya, Ibid dituliskan dengan huruf besar, menggunakan garis bawah, tanda koma, dan disusul nomor halaman. Contohnya, Ibid; halaman 30.

    2. op.cit.,

    Selain Ibid, istilah lain untuk menuliskan catatan kaki adalah op.cit., atau singkatan dari opere citato yang berarti dalam karya yang telah dikutip.

    Op.cit digunakan untuk penulisan catatan kaki dari rujukan yang pernah ditulis namun telah disisipi catatan kaki dari sumber lain. Untuk menulisnya, cukup tambahkan nama penulis, op.cit, lalu nomor halaman.

    3. loc. cit.,

    Istilah yang ketiga yaitu loc. cit. Istilah ini merupakan singkatan dari loco citato yang memiliki makna tempat yang diikuti.

    Secara umum, loc. cit menunjukkan bahwa penulisan catatan kaki tersebut akan memberikan halaman yang sama dengan sumber yang pernah dituliskan sebelumnya.

    Cara Menulis Catatan Kaki

    Cara menulis catatan kaki harus dipahami dengan benar. Salah satunya yaitu dengan mengetahui aturan dan kaidahnya untuk menuliskan catatan kaki pada sebuah karya tulis.

    ilustrasi menggunakan laptop

    ©Pexels/bongkarn thanyakij

    Adapun cara menulis catatan kaki dengan aturannya yakni sebagai berikut,

  • Perhatikan urutan penulisannya yakni diawali dengan nama penulis, judul, nama penerbit, kota penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
  • Menuliskan nama penulis dengan lengkap, tidak dibalik, dan tidak disertai gelar akademik.
  • Penulisan judul dengan huruf kapital, bergaya cetak miring, garis bawah, atau cetak tebal.
  • Menggunakan tanda baca koma (,) untuk memisahkan setiap unsur catatan kaki.
  • Menyediakan ruang pada bagian bawah halaman sehingga margin bawah tidak kurang dari 3 cm.
  • Setelah nomor penunjukkan, ketikkan setengah spasi ke bawah dan mulai tuliskan baris pertama dari catatan kaki.
  • Jarak antar baris catatan kaki yakni spasi rapat.
  • Sementara itu, jarak antar catatan kaki yakni spasi dua.
  • Baris kedua dari setiap catatan kaki dimulai dari margin kiri.
  • (mdk/mta)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP