Cara Mengatasi Mental Breakdown dengan Mudah, Agar Tidak Kelewat Stres
Merdeka.com - Istilah gangguan saraf bukanlah istilah medis, bahkan bukan nama kondisi kesehatan mental tertentu. Ini digunakan untuk menggambarkan krisis kesehatan mental, yang juga bisa disebut mental breakdown.
Cara mengatasi mental breakdown bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan, baru bertahap meminta seorang profesional kesehatan mental.
Selama krisis mental breakdown, seseorang merasakan stres yang intens, kecemasan, dan emosi negatif lainnya. Orang tersebut tidak mampu mengatasi stres dan tuntutan emosional, lalu mengarah pada gangguan di kehidupan dan fungsi sehari-hari yang berubah.
Mental breakdown bukanlah cara yang sehat. Penyebabnya bisa berbeda untuk setiap orang, dan tingkat keparahan krisis juga bervariasi menurut individu dan kejadian. Istilah mental breakdown dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi orang yang tidak dapat mengatasi stres dengan baik.
Mental breakdown benar-benar terasa seperti krisis bagi orang yang mengalami gangguan tersebut. Cara mengatasi mental breakdown melibatkan terapi, pengobatan, dan perawatan diri atau perubahan gaya hidup.
Untuk lebih jelasnya, simak mengenai cara mengatasi mental breakdown berikut ini seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (22/2).
Tanda Mental Breakdown

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/MitarArt
Gangguan saraf atau mental breakdown tidak memiliki gejala yang pasti, selain dari kesulitan atau ketidakmampuan untuk berfungsi "secara normal." Tapi ada sejumlah syarat yang menunjukkan perbedaan di antara orang-orang dari berbagai daerah, budaya, dan bahkan keluarga.
Karakteristik gangguan tergantung pada masalah kesehatan yang mendasari. Lalu bagaimana orang tersebut umumnya mengalami stres. Tanda-tanda bisa bervariasi dari orang ke orang. Penyebab yang mendasari juga bisa memengaruhi jenis gejala yang Anda alami, seperti fisik, psikologis dan perilaku.
Berikut ini fitur umum dari gangguan saraf sebagai tanda mental breakdown, seperti dikutip dari Healthline:
1. Gejala depresi
2. Gejala kecemasan, yang mungkin melibatkan:
3. Gejala insomnia, yang meliputi kesulitan tidur atau tidur tidak teratur waktunya.
Gejala Mental Breakdown

©Shutterstock
4. Serangan Panik, yang mungkin termasuk:
5. Gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD), yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis dan mungkin termasuk:
6. Perubahan suasana hati yang ekstrem atau ledakan emosi yang tidak dapat dijelaskan.
7. Halusinasi, yang berarti mendengar suara-suara atau melihat hal-hal yang tidak memiliki stimulus eksternal.
8. Paranoia, seperti percaya seseorang sedang mengawasi atau menguntit Anda.
Orang yang mengalami gangguan saraf juga dapat menarik diri dari keluarga, teman, dan rekan kerja. Tanda-tanda ini mungkin di antaranya:
Penyebab dan Faktor Risiko Mental Breakdown

©Shutterstock.com/Minerva Studio
Berbagai penyebab yang memicu munculnya mental breakdown, sejatinya karena lebih banyak stres daripada yang dapat ditangani oleh tubuh. Hal ini bisa menyebabkan gangguan saraf atau memicu gejala kondisi kesehatan mental yang mendasarinya.
Berikut ini beberapa penyebab umum dan faktor risiko seperti dilansir dari Medical News Today, meliputi:
Salah satu masalah kesehatan mental yang mungkin terlibat di sini adalah gangguan stres akut (ASD). Menurut Department of Veterans Affairs, ASD merupakan reaksi stres yang terjadi 3 hari hingga 1 bulan usai peristiwa traumatis. Jika berlangsung lebih dari 1 bulan, dokter dapat mendiagnosisya menderita PTSD.
Cara Mengatasi Mental Breakdown

www.grouponworks.com
Jika Anda berpikir merasa mengalami mental breakdown, cobalah untuk menemui profesional kesehatan mental. Hal ini dirasa penting terutama jika Anda berisiko melukai diri sendiri atau orang lain.
Ahli medis akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan mendiskusikan obat, untuk memastikan faktor lain tidak berkontribusi pada gejala Anda. Kemudian merujuk Anda ke psikoterapis atau psikiater untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut.
Namun jika masih pada tahap awal dan Anda ingin mengatasinya secara mandiri, mungkin sejumlah langkah berikut ini bisa membantu:
1. Terapi Bicara
Salah satu jenis psikoterapi umum yang digunakan untuk mengatasi mental breakdown dengan terapi perilaku kognitif (CBT). CBT telah terbukti efektif dalam mengobati kecemasan, depresi, dan kondisi kesehatan mental serius lainnya.
Terapi ini melibatkan identifikasi pola pikir yang bermasalah dan mempelajari keterampilan mengatasi untuk menavigasi situasi yang menantang dengan lebih baik.
2. Obat-obatan
Selain terapi bicara, praktisi Anda dapat merekomendasikan obat resep untuk mengobati gejala atau kondisi kesehatan mental yang didiagnosis lainnya. Mungkin ini termasuk obat antidepresan atau anti-kecemasan.
3. Mengubah Gaya Hidup
Jika Anda merasa kewalahan dan hampir putus asa, pertimbangkan strategi berikut untuk mengelola gejala mental breakdown:
a. Hindari kafein dan alkohol, yang bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan mental dan mengganggu tidur.
b. Berolahraga secara teratur, ini membantu memerangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas fisik secara teratur juga terbukti memperbaiki banyak gejala kondisi kesehatan mental.
c. Makan makanan yang sehat dan seimbang. Ini termasuk memperbanyak konsumsi:
d. Membuat jadwal dan rutinitas waktu tidur yang nyenyak, ini bisa berarti:
e. Berlatih teknik menghilangkan stres, seperti:
Mencegah Mental Breakdown

artofliving.org
Ada beberapa cara untuk mengurangi atau mencegah efek emosional dan fisik dari stres, strategi umum yang bisa Anda coba meliputi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya