Bikin Haru, Kisah Pengamen Berjuang untuk Pengobatan Anak-Anak Kurang Mampu

Jumat, 17 Januari 2020 16:50 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Bikin Haru, Kisah Pengamen Berjuang untuk Pengobatan Anak-Anak Kurang Mampu Kisah Pengamen 'Pejuang Receh'. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamen jalanan yang menamakan dirinya dengan 'Pejuang Receh' ini bukanlah pengamen biasa. Mereka menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk aksi sosial membantu anak-anak yang sakit dari kalangan kurang mampu.

Menurut Ade, Doni dan anggota 'pejuang receh' lainnya, bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus di selamatkan. Hal inilah yang mendasari para anggota 'pejuang receh' untuk mendonasikan setiap receh yang mereka dapatkan untuk kesembuhan anak-anak. Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Menyumbangkan Setiap Recehan

recehan rev1Youtube: @TRANS7 OFFICIAL

Di lansir dari video yang diunggah oleh akun Youtube TRANS7 OFFICIAL, grup 'pejuang receh' ini sudah dibentuk sejak 1 tahun yang lalu. Mereka mendonasikan setiap recehan yang mereka dapat dari hasil mengamen.

"Kita konsepnya kan recehan, setiap recehan yang kita dapat dikumpulkan untuk membantu teman-teman. Dan ditambah lagi setiap hasil ngamen kita keluarkan lagi sekitar 2,5 persen," ungkap salah satu anggota pejuang receh.

2 dari 4 halaman

Sumbang Anak-Anak yang Kesulitan Biaya Pengobatan

anak yang kesulitan biaya pengobatan rev1Youtube: @TRANS7 OFFICIAL

Anggota 'pejuang receh' ini mengatakan jika fokus mereka membantu anak-anak di rumah sakit yang kekurangan biaya.

"Setiap anak-anak yang dirawat di rumah sakit, kadang keluarga itu kan tidak mampu. Kami dari pejuang receh sepakat setiap keluarga yang masuk ke rumah sakit kita tanggung biayanya sampai dia pulang," tambah anggota pejuang receh.

3 dari 4 halaman

Awal Mula Melakukan Misi Sosial Ini

melakukan misi sosial ini rev1

Sandri Doni, salah satu anggota pejuang receh ini mengungkapkan bahwa awal mula mereka tergerak untuk membantu anak-anak karena dulunya anak dari Sandri meninggal dunia karena sakit meningitis.

"Waktu itu saya juga di tolong oleh orang lain, sampai saya beli obat satu hari habis Rp. 300 Ribu. Dari kisah ini saya ingin nolong orang juga," kata Sandri Doni.

Karena merasa pernah ditolong oleh orang lain, maka Sandri memutuskan juga untuk bisa membantu orang yang membutuhkan.

4 dari 4 halaman

Jumlah Keluarga yang Dibantu

Grup 'pejuang receh' ini mengungkapkan jika sudah ada sekitar 10 keluarga yang di tanggung oleh mereka dan jumlahnya terus bertambah.

"Sampai sekarang sudah 10 masih ada juga yang minta tapi kami belum bisa meng-cover semuanya," kata salah satu anggota pejuang receh

Dari kisah 'pejuang receh' ini bisa menjadi contoh bagi kita untuk bisa berguna bagi banyak orang.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini