Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayi Muntah Darah atau Hematemesis, Ini Ragam Penyebab yang Tak Boleh Disepelekan

Bayi Muntah Darah atau Hematemesis, Ini Ragam Penyebab yang Tak Boleh Disepelekan Ilustrasi bayi menangis. ©Shutterstock.com/06photo

Merdeka.com - Bayi muntah darah atau bisa disebut dengan Hematemesis disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya pendarahan yang terjadi di bagian saluran cerna atas yaitu kerongkongan, lambung dan juga usus halus.

Muntah darah ini juga bergantung pada kelompok usia anak. Biasanya bayi akan memuntahkan darah berwarna merah segar, cokelat seperti ampas kopi atau bisa juga muntahan bercampur dengan darah.

Namun terkadang jenis makanan yang sudah dikonsumsi oleh bayi membuat para orang tua ketika dimuntahkan karena memiliki warna seperti darah. Misalnya makanan dengan kandungan pewarna merah seperti jus buah, buah bit hingga buah naga.

Terjadinya kondisi muntah darah pada bayi ini sebenarnya membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Sebagai orang tua Anda juga perlu memahami penyebab dari bayi yang tiba-tiba muntah darah. Dirangkum dari laman SehatQ, berikut adalah penyebab bayi muntah darah yang tak boleh disepelekan.

Penyebab Muntah Darah pada Anak Berdasarkan Kelompok Usia

Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab yang dapat membuat seorang bayi muntah darah adalah pendarahan di bagian saluran cerna atasnya. Peyebab pendarahan ini berbeda-beda tergantung pada kelompok usia bayi tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, Merdeka.com sudah berhasil melansir penyebab muntah darah pada anak berdasarkan kelompok usia dari laman SehatQ. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Usia 0-40 Hari (Bayi Baru Lahir)

Bagi seorang bayi yang baru lahir atau sedang berusia 0 hingga 40 hari yang muntah darah, bisa diakibatkan karena beberapa penyebab seperti berikut yang sudah dikutip dari SehatQ:

- Radang usus besar akibat alergi dapat menyebabkan muntah yang bercampur darah (alergi protein susu).

- Tertelannya darah ibu, baik saat proses kelahiran maupun saat menyusui (jika terdapat luka pada puting ibu).

- Kelainan pembekuan darah (kekurangan vitamin K)

- Stres gastritis, sering terjadi pada bayi prematur yang dirawat di ICU

- Tukak lambung juga dapat terjadi pada bayi baru lahir. Risiko terjadinya tukak lambung, yaitu stres pada ibu selama trimester ketiga kehamilan dan pemberian obat NSAID atau heparin.

- Pengikisan pada dinding mukosa kerongkongan, lambung, dan usus halus. Katup lambung pada bayi baru lahir biasanya belum dapat berfungsi dengan optimal sehingga seringkali asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan atau ke usus halus. Sifatnya yang asam dapat menimbulkan luka dan menyebabkan perdarahan.

Usia 1 Bulan - 1 Tahun

- Gastritis (maag) akibat infeksi kuman Helicobacter pylori, penggunaan obat anti-inflamasi, sindrom Zollinger-Ellison, dan penyakit Crohn.

- Pada anak-anak yang mulai memasukkan benda ke dalam mulut, tertelannya benda asing juga dapat menyebabkan muntah darah.

- Radang kerongkongan (esofagitis) akibat refluks gastroesofageal (GERD)

Usia 1 Tahun - 2 Tahun

- Penyakit sistemik juga dapat menyebabkan muntah darah, misalnya akibat trauma kepala (Cushing ulcer), kanker, atau sepsis.

- Penyebab muntah darah pada kelompok ini mirip dengan penyebab pada kelompok usia 1 bulan-1 tahun.

Usia Lebih dari 2 Tahun

- Pecahnya varises esofagus akibat tingginya tekanan darah pada hati. Penyakit pada hati dapat menyebabkan sumbatan pada sistem pembuluh darah hati. Sumbatan ini mengakibatkan aliran darah di kerongkongan terbendung sehingga pembuluh darahnya melebar (varises esofagus). Jika bendungan semakin besar dan lama, pembuluh darah kerongkongan bisa pecah dan menyebabkan muntah darah.

Usia Lebih dari 12 Tahun

- Muntah darah pada anak dalam kategori usia ini dapat disebabkan oleh tukak usus halus, radang kerongkongan, radang lambung, dan robekan Mallory-Weiss.

Perlu menjadi perhatian apabila anak sedang mengalami muntah darah, perlu segera bawa mereka ke Unit Gawat Darurat atau UGD rumah sakit di sekitar yang terdekat. Ini bertujuan agar anak Anda mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Apabila kondisi anak sudah mulai stabil, dokter mungkin perlu melakukan prosedur bilas lambung atau endoskopi guna mencari sumber pendarahan, agar penanganan bisa sesuai dapat dengan cepat dilakukan.

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP