Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru Diresmikan Jembatannya Ambruk, Ada Fasilitas Apa di Hutan Kota Kemayoran?

Baru Diresmikan Jembatannya Ambruk, Ada Fasilitas Apa di Hutan Kota Kemayoran? Jembatan ambruk di Hutan Kota Kemayoran. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Jembatan Hutan Kota Kemayoran ambruk, Minggu (22/12) lalu. Jembatan yang masih dalam tahap pembangunan ini tiba-tiba saja ambruk. Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti penyebab kejadian tersebut.

Padahal ambruknya jembatan itu berjarak hanya satu hari dari dibukanya Hutan Kota Kemayoran ini. Sebelumnya, pemerintah Kota Jakarta telah meresmikan Hutan Kota Kemayoran pada Sabtu (21/12). Saat itu, animo masyarakat begitu besar dengan diiringi oleh harapan-harapan besar untuk hutan ini.

Lantas, ada apa sajakah di dalam Hutan Kota Kemayoran? Langsung saja simak informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Hutan Kota Kemayoran Resmi Dibuka

Pemerintah Kota Jakarta meresmikan Hutan Kota Kemayoran yang dihadiri pula oleh sejumlah masyarakat pada, Sabtu (21/12) lalu. Peresmian Hutan Kota Kemayoran secara simbolis dibuka oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.

anies baswedan di kongres diaspora indonesia

Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Acara peresmian itu juga tampak dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Sigit Wijatmoko selaku Wali Kota Jakarta Utara, Asisten Ekonomi dan Pengembangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, dan Medi Kristianto selaku Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek (PPK) Kemayoran.

"Hari ini dibuka Utan Kemayoran, diharapkan besok sudah bisa diakses masyarakat terutama di Utara Jakarta, 'free' bebas biaya tanpa dipungut biaya, silahkan beraktivitas di sini," kata Medi Kristianto seperti yang dikutip dari Antara, Senin (23/12/19).

Konsep Hutan Kota Kemayoran

Bukan hanya sekedar taman kota biasa, arsitektur ternyata mengusung sebuah tema untuk membangun Hutan Kota Kemayoran ini. Diketahui Hutan Kota Kemayoran mengusung tema "Three Wonderful Journey". Tema ini memiliki karakter tersendiri yaitu jelajah hutan, ekspedisi mangrove dan area bermain air. Ketiga karakter inilah yang menjadi titik poin dari Hutan Kota Kemayoran.Tak hanya itu, diharapkan dengan adanya tiga karakter tersebut nantinya Hutan Kota Kemayoran akan menjadi pusat komunitas ataupun masyarakat biasa di ruang terbuka hijau. "Kita menyadari kebutuhan ruang terbuka hijau bagi masyarakat perkotaan. Untuk itu kami merevitalisasi hutan kota di kawasan Kemayoran sebagai solusi tata hijau perkotaan," kata Medi yang dikutip dari Antara, Senin (23/12/19).

Fasilitas Umum yang Disediakan

Seperti taman kota lainnya, Hutan Kota Kemayoran juga diberikan sejumlah fasilitas pendukung yang memadai. Pertama, ada sarana 'amphitheater' serta panggung terapung. Nantinya, kedua sarana itu bisa digunakan untuk kegiatan seni baik bermusik ataupun seni lainnya. Kedua, ada sarana 'viewing tower' di mana akan memudahkan para pengunjung untuk melihat pemandangan sekitar.hutan kota kemayoran

2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Kemudian, bagi kalian yang suka berolahraga ringan, di Hutan Kota Kemayoran juga dilengkapi dengan sarana 'jogging track'. Selain itu, ada pula sarana 'viewing deck' yang berupa sebuah jembatan gantung berbentuk lengkungan. Jembatan ini berada di atas air yang nantinya akan membawa kalian ke penangkaran kupu-kupu dan burung.

Harapan dari Pembangunan Hutan Kota Kemayoran

Bukan tanpa alasan, hutan ini dibangun dan diresmikan. Terdapat sejumlah harapan besar yang tertanam dalam Hutan Kota Kemayoran ini. Diketahui, Hutan Kota kemayoran ini dibangun guna menciptakan pembaharuan ruang terbuka publik khususnya bagi warga Jakarta Utara."Ini kebaruan bagi kami, kami siap untuk berkolaborasi, kami siap membangun bersama-sama menghadirkan kebaharuan, bagi wilayah Jakarta Utara menghadirkan kebahagiaan bagi warga Jakarta," kata Sigit Wijatmoko seperti yang dilansir dari Antara, Senin (23/12/19).Tak hanya itu saja, Hutan Kota Kemayoran ini didirikan juga bertujuan untuk mengembalikan ekosistem yang secara perlahan semakin rusak. "Keberadaan Utan Kemayoran diharapkan dapat menjadi oase di kawasan Kemayoran dan menambah jumlah ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat sesuai dengan tujuan revitalisasi Utan Kemayoran sekaligus untuk menjaga keseimbangan ekosistem," kata pengurus PPK Kemayoran dari Antara, Senin (23/12/19).

Jembatan di Hutan Kota Kemayoran Ambruk

Alih-alih menjadi tumpuan ruang terbuka hijau, sehari setelah pembukaan jembatan lengkung yang menjadi salah satu fasilitas justru ambruk. Jembatan gantung berbentuk lengkung dan berwarna kuning yang berada di Taman Hutan Kemayoran ambruk, Minggu (22/12). Peristiwa itu terjadi pukul 13.30 WIB.jembatan ambruk di hutan kota kemayoran

2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun saat kejadian, dikabarkan ada beberapa pekerja tengah melakukan finishing jembatan hingga tercebur ke danau. Kapolsek Pademangan Kompol Joko Handono sudah mendapatkan laporan ambruknya jembatan di hutan kota Kemayoran."Iya infonya seperti itu, tapi saya belum tahu benar apa tidak ya, soalnya anggota masih dalam perjalanan untuk cek ke lokasi," ujar Kapolsek Kompol Joko kepada merdeka.com.

Dirut PPK Kemayoran Meminta Maaf

Mengetahui adanya sebuah insiden di Hutan Kota Kemayoran, Medi Kristianto selaku Dirut PPK Kemayoran langsung menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat. Terlepas dari itu, Medi masih bersyukur tidak ada korban atas kejadian mengejutkan ini."Kami sampaikan permintaan maaf kami," kata Medi dalam keterangan tertulis, Senin (23/12).Medi mengaku sudah memanggil dan bertemu kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas pembangunan jembatan. "Kami telah memanggil pihak kontraktor hingga pengawas," ucapnya.

Jembatan Masih dalam Proses Penyelesaian

Lebih lanjut, Medi Kristianto menyampaikan jika sebenarnya jembatan lengkung ini masih dalam tahap proses penyelesaian. Bahkan, jembatan yang nantinya dijadikan sebagai salah satu fasilitas andalan ini belum dibuka untuk umum."Hal ini ditandai dengan adanya pembatas khusus di kedua sisi jembatan lengkung sebagai tanda larangan agar pengunjung tidak menaiki dan tidak melewatinya," ujarnya.jembatan ambruk di hutan kota kemayoran

2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Saat ini, PPK Kemayoran masih mendalami penyebab robohnya jembatan lengkung dimaksud."PPK Kemayoran memastikan bahwa area Utan Kemayoran merupakan lokasi yang aman untuk kegiatan rekreasi masyarakat Jakarta," jelas dia.Kendati begitu, masyarakat tak perlu merasa cemas dan kecewa. Sebab, Hutan Kota Kemayoran masih tetap dibuka untuk umum meski untuk kawasan yang belum sepenuhnya selesai masih ditutup.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP