Pemimpin kartel narkoba Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan nama "El Mencho", dimakamkan oleh keluarganya dalam sebuah peti mati berwarna emas pada hari Senin, 2 Maret 2026. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka dalam baku tembak antara para pengawalnya dan pasukan khusus Meksiko yang ditugaskan untuk menangkapnya pada akhir Februari.
El Mencho, yang berusia 59 tahun, adalah pendiri Jalisco New Generation Cartel (CJNG), sebuah organisasi kriminal yang sangat ditakuti di Meksiko. Ia juga dikenal sebagai buronan paling dicari di negara tersebut, dan pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan imbalan sebesar USD 15 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Kematian El Mencho memicu serangkaian aksi kekerasan sebagai balasan. Anggota kartel dilaporkan melakukan pembakaran kendaraan dan memblokade jalan di 20 negara bagian di Meksiko. Untuk mencegah terjadinya kekerasan lebih lanjut selama pemakaman, pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar anggota Garda Nasional di sekitar lokasi pemakaman yang terletak dekat Guadalajara, di Negara Bagian Jalisco, yang merupakan basis kuat bagi kartel tersebut.
Tindakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban di tengah situasi yang sangat tegang ini.
Advertisement
Sejumlah karangan bunga berukuran besar terlihat dibawa ke rumah duka sebelum upacara pemakaman dimulai. Salah satu karangan bunga berbentuk ayam jantan, yang merujuk pada hobi El Mencho dalam sabung ayam.
Menurut laporan dari kantor berita AFP yang dikutip oleh BBC, lima truk dibutuhkan untuk mengangkut semua karangan bunga ke lokasi pemakaman. Kebanyakan pengiriman bunga tersebut datang tanpa nama pengirim.
Prosesi pemakaman juga diiringi oleh sebuah band yang memainkan musik ranchero dan narcocorridos, yaitu lagu-lagu yang memuliakan tokoh kartel narkoba. Media lokal melaporkan bahwa lagu tradisional "El Muchacho Alegre" diputar saat peti mati berwarna emas milik El Mencho tiba di kapel yang terletak di dalam kompleks pemakaman.
Setelah upacara berlangsung sekitar satu jam, para pelayat mengikuti peti mati yang kemudian dibawa menuju liang kubur. Banyak pelayat yang menutupi wajah mereka dengan masker untuk menyembunyikan identitas.
Media Meksiko mencatat bahwa makam El Mencho terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan makam bos narkoba lainnya yang biasanya dilengkapi dengan mausoleum yang megah. Di bawah kepemimpinan Oseguera, CJNG telah berkembang menjadi organisasi kriminal transnasional yang sangat kuat.
Kartel ini berhasil memperluas pengaruhnya dari basis di Jalisco ke berbagai negara bagian lain di Meksiko, serta terlibat dalam produksi dan perdagangan narkoba. Kematian El Mencho oleh pasukan khusus Meksiko dianggap sebagai sebuah kemenangan bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum.
Pemerintahannya sebelumnya menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan upaya dalam memerangi perdagangan narkoba. Namun, beberapa pihak mengungkapkan kekhawatiran bahwa kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh pemimpin kartel tersebut dapat memicu peningkatan kekerasan dalam waktu dekat.
Kekhawatiran ini muncul karena berbagai faksi dalam kelompok kriminal tersebut, yang diperkirakan memiliki puluhan ribu anggota, dapat saling bersaing untuk merebut kendali.