Kepolisian Resor Jember melaporkan adanya delapan orang yang menjadi korban pesta minuman keras yang digelar pada Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia secara bertahap.
Dua korban meninggal dunia pada Minggu (28/12), yakni seorang perempuan berinisial MR, warga Kecamatan Patrang, serta seorang personel Babinsa berinisial PT atau Serka Putu.
Selanjutnya, pada Senin (29/12), tiga orang peserta pesta minuman keras lainnya dilaporkan meninggal dunia, yakni AM, ST, dan SL, yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Patrang.
Jumlah korban meninggal kembali bertambah setelah seorang peserta berinisial MM mengembuskan napas terakhir di RSD dr Soebandi Jember pada Selasa (30/12) malam. Total enam orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa pesta minuman keras tersebut.
Advertisement
Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah akhirnya angkat bicara terkait kabar meninggalnya personel Babinsa Karangrejo, Sersan Kepala Putu Menaka. Sebelumnya, almarhum dikabarkan meninggal dunia setelah menghadiri pesta minuman keras.
Dalam konferensi pers di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat (2/1/2026) sore, Indra menegaskan bahwa penyebab meninggalnya Serka Putu bukan karena konsumsi minuman keras, melainkan berdasarkan hasil medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Bahwa Serka Putu merupakan anggota Babinsa Karangrejo, Koramil Sumbersari, meninggal dunia di Rumah Sakit Baladhika Husada karena henti jantung (cardiac arrest) dengan diagnosa hipertensi," kata Indra dilansir Antara.
Advertisement
Ia menjelaskan, pemberitaan yang menyebutkan Serka Putu meninggal akibat minuman keras tidak sesuai dengan fakta medis. Hal tersebut merujuk pada resume medis resmi yang dikeluarkan oleh RS Baladhika Husada.
Saat ditanya mengenai keberadaan Serka Putu di lokasi pesta minuman keras, Indra menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti. Saat ini, Kodim 0824 Jember masih melakukan pendalaman dengan menunggu hasil penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
"Kami perlu melakukan pendalaman lebih lanjut sehingga belum bisa memberikan keterangan pasti dan masih menunggu hasil penyelidikan. Fakta yang bisa kami sampaikan penyebab meninggalnya berdasarkan resume medis," tuturnya.
Advertisement
Sementara itu, dokter jaga RS Baladhika Husada Jember, dr Deny Febriwijaya R., menjelaskan bahwa pasien atas nama Putu masuk rumah sakit pada Minggu (28/12) pukul 20.48 WIB dengan keluhan sesak napas. Tim medis kemudian memberikan penanganan berupa oksigenasi.
"Kami juga melakukan pemeriksaan yang hasilnya tensi pasien agak tinggi dan saturasi oksigennya juga menurun. Pasien punya riwayat sesak, batuk, dan darah tinggi," katanya.
Ia menambahkan, kondisi pasien yang terus memburuk membuat tim medis memutuskan untuk memindahkan Putu ke ruang ICU. Namun, selama menjalani perawatan intensif, kondisi pasien semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.01 WIB.
"Pasien meninggal dunia karena serangan jantung disebabkan hipertensi emergency dan juga sesak napasnya. Itu yang bisa kami sampaikan keterangan medis terkait dengan pasien Putu," ujarnya.