Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apakah MSG Buruk untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Lengkapnya

Apakah MSG Buruk untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Lengkapnya Ilustrasi MSG. ©shutterstock

Merdeka.com - Apakah MSG buruk untuk kesehatan? Pertanyaan itu mungkin sering membuat penasaran banyak orang. MSG adalah kepanjangan dari monosodium glutamate. Ini merupakan zat aditif makanan yang berguna untuk menambah rasa gurih. MSG terbuat dari garam natrium dari asam glutamat.

Asam glutamat berfungsi mirip dengan glutamat untuk menghadirkan rasa asin gurih yang kerap disebut umami. Lalu, apakah MSG berbahaya untuk kesehatan? Simak penjelasan lengkapnya dilansir dari laman seriouseats.com dan berbagai sumber, Selasa (26/7/2022):

Pertama MSG Ditemukan

MSG atau monosodium glutamate pertama kali ditemukan oleh seorang ahli biokimia asal Jepang bernama Kukunae Ikeda. Ia melakukan penelitian untuk menemukan bahan apa yang membuat dashi (kaldu Jepang) memiliki karakter kuat dan gurih.

Ia kemudian menemukan bahwa kombu (kelp laut) sebagai bahan pembuat dashi, yang membuatnya memiliki rasa gurih. Ini karena kombu dikemas dengan asam glutamat. Kemudian, Ikeda lah juga yang menciptakan istilah umami.

Selama ini kita menerjemahkan kata tersebut untuk mendefinisikan rasa gurih yang ditemukan. Kemudian, pada tahun 1909, MSG kristal murni yang diekstraksi dari rumput laut di sekitar Jepang pun diproduksi dengan merek dagang Ajinomoto.

Kini, kita pun banyak menemukan MSG dalam berbagai merek. MSG tersebut umumnya terbuat dari bahan-bahan yang kaya asam glutamat. Ini banyak digunakan secara luas dalam makanan kemasan, biasanya dalam bentuk ekstrak ragi yang diautolisis atau protein kedelai terhidrolisis.

Awal Mula MSG Disebut Buruk untuk Kesehatan

Gagasan yang menyebut MSG buruk untuk kesehatan ternyata tidak muncul baru-baru ini. Sekitar tahun 1968, disebutkan seorang pria bernama Dr. Robert Ho Man Kwok menuliskan sebuah surat yang diterbitkan di New England Journal of Medicine. Ia menceritakan bahwa dirinya mengalami mati rasa serta jantung berdebar usai makan di sebuah restoran China. Kemudia, ia pun berspekulasi hal tersebut disebabkan oleh penggunaan monosodium glutamat atau MSG secara bebas dalam hidangan China. Meskipun tidak ada bukti nyata yang disajikan, gagasan itu berkembang dan menjadi viral. Dari situlah MSG mulai disalahkan menjadi penyebab dari beberapa masalah kesehatan, mulai dari migrain dan mati rasa hingga kembung dan jantung berdebar. Lalu, benarkah MSG berbahaya bagi kesehatan?

Penelitian soal MSG

Mengutip dari Mayo Clinic, Food and Drug Administration (FDA) selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat, telah memastikan MSG sebagai bahan makanan yang umumnya aman. MSG pun telah dipastikan aman untuk dikonsumsi anak-anak.Begitu pula dengan BPOM dan Kemenkes RI. Berdasarkan peraturan BPOM No. 23 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 33 Tahun 2012, MSG aman digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Akan tetapi, kita memang disarankan untuk membatasi takarannya. Alasannya adalah karena bagi beberapa orang, penggunaan MSG (monosodium glutamate) dapat menyebabkan sejumlah gejala yang mengganggu.Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1970 oleh Dr. John Olney yang diterbitkan di Nature1 juga menemukan bahwa penyuntikan MSG dosis tinggi di bawah kulit bayi tikus menyebabkan kerusakan retina, kerusakan otak, dan obesitas saat dewasa. Namun, perlu digaris bawahi bahwa hal tersebut dikarenakan pemberian MSG dosis besar yang disuntikkan langsung ke bayi tikus. Di sini jauh dari jumlah kecil yang dicerna secara oral oleh manusia.

MSG Bisa Menyebabkan Reaksi Tak Biasa di Beberapa Orang

Meski aman jika dikonsumsi dalam jumlah sesuai, MSG di beberapa orang dengan hipersensitivitas terhadap vetsin rupanya juga bisa mengalami beberapa gejala secara langsung, seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Keluar keringat berlebih
  • Merasakan tekanan hingga sesak
  • Mati rasa dan kesemutan.
  • Sensasi terbakar pada wajah, leher, atau area tubuh lainnya.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Timbul sakit dada.
  • Ada perasaan mual.
  • Perut kembung
  • Diare
  • Umumnya seseorang bisa mengalami sensitivitas ketika menambahkan lebih dari 3 gram micin ke dalam makanan. Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena gejala yang muncul biasanya ringan dan tidak perlu pengobatan khusus. Kesimpulannya, MSG atau monosodium glutamate cukup aman dikonsumsi dan ditambahkan pada makanan asal dengan takaran yang tidak berlebihan.

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP