Apa Itu Sinus? Ini Penyebab Lengkap Beserta Gejala & Cara Mengobatinya
Merdeka.com - Apa itu sinus? Mungkin bagi sebagian orang sering kali bertanya-tanya tentang apa itu sinus. Sinusitis merupakan pembengkakan atau peradangan pada jaringan yang melapisi dinding sinus atau sinus. Sinus sendiri adalah rongga kecil yang berisikan udara dan terletak pada struktur tulang wajah.
Sinus ini dapat tersumbat akibat berisi cairan. Sehingga nantinya bakteri akan tumbuh dan menyebabkan infeksi. Ketika terinfeksi, rongga tersebut akan terisi oleh lendir dan terjadi pembengkakan pada selaput lendir. Sehingga menimbulkan adanya sumbatan.
Jika bertanya apa itu sinus, banyak juga yang ingin mengetahui tentang penyebab beserta gejala dan cara mengobati. Hal ini agar bisa lebih mewaspadai gejala-gejala yang ada serta mengetahui tindakan apa yang diperlukan apabila menderita sinus.
Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut tentang apa itu sinus, penyebab beserta gejala dan cara mengobatinya? Melansir dari halodoc, Kamis (18/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Jenis Sinus
Jika bertanya apa itu sinus, kalian perlu untuk mengetahui jenis-jenis sinus. Pengelompokan kondisi sinus ini berdasarkan pada durasi gejala yang muncul. Adapun jenis sinusitis adalah sebagai berikut:
a. Sinus AkutBiasanya, jenis sinusitis akut ini berlangsung selama 2-4 minggu.
b. Sinus SubakutPada umumnya, jenis sinusitis ini berlangsung antara 4-12 minggu.
c. Sinusitis KronisUmumnya, jenis sinusitis berkepanjangan atau kronis ini berlangsung lebih dari 12 minggu. Kondsi ini juga bisa berlanjut hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Penyebab Sinus & Faktor Risikonya
Sinus dapat terjadi akibat adanya virus, bakteri maupun jamur. Di mana ketiganya dapat menyebabkan sumbatan atau pembengkakan pada sinus. Adapun beberapa penyebab spesifik dari gangguan sinus adalah sebagai berikut:Flu (common cold)Polip hidungRhinitis alergiSeptum deviasi (bengkoknya tulang hidung)Alami cedera hidungMemiliki berbagai macam alergiMengalami infeksi gigiAdenoid yang membesarRutin menyelam dan berenangAdanya benda asing yang tersangkut di hidungSelain penyebab, terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena sinus. Berikut adalah faktor-faktor risiko menderita sinus:
Sementara itu, pada anak-anak terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena sinus. Di antaranya:
Gejala Sinus
Gejala sinus biasanya akan bergantung pada usia dan jenis yang dialami oleh pasien. Pada sinusitis kronis, gejalanya bisa menyerupai gejala sinusitis akut. Namun, sinusitis kronis dapat menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berlangsung lebih lama.Akan tetapi, secara umum gejala kondisi tersebut mirip seperti flu biasa. Adapun gejala sinus adalah sebagai berikut:
Pada anak-anak, kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala umum di antaranya:
Cara Mengobati Sinus
Sebagian besar kasus sinusitis terjadi akibat adanya infeksi virus. Kondisi tersebut memungkin bagi pasien tidak memerlukan pengobatan. Meski begitu, untuk meringankan gejala akibat virus, penderita bisa mengonsumsi obat bebas. Penderita juga bisa melakukan pengobatan rumahan untuk membantu meringankan gejalanya. Tak hanya itu, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang bisa direkomendasikan oleh dokter, meliputi:1. Pengobatan Hidung TersumbatHidung tersumbat merupakan salah satu gejala sinusitis yang paling umum dialami. Berikut tips untuk membantu mengurangi hidung tersumbat:
- Untuk membantu meredakan rasa nyeri akibat tekanan sinus, tempelkan kain hangat dan lembap ke wajah dan dahi beberapa kali sehari.
- Lakukan pembilasan hidung menggunakan tetes hidung saline yang aman untuk membantu membersihkan lendir yang kental dan lengket dari hidung.
- Melakukan kompres hangat untuk meredakan nyeri pada hidung dan sinus.
- Minumlah air dan jus agar tetap terhidrasi dan membantu mengencerkan lendir. kamu bisa menggunakan obat OTC, seperti guaifenesin, yang mengencerkan lendir.
- Gunakan pelembab udara di kamar tidur untuk menambah kelembapan udara.
2. Konsumsi Obat NyeriDi beberapa kasus yang jarang terjadi, sinusitis bisa memicu terjadinya sakit kepala sinus atau tekanan pada dahi dan pipi. Untuk membantu meredakan gejala, penderita dapat membeli obat pereda nyeri yang tersedia bebas. Seperti acetaminophen dan ibuprofen.3. AntibiotikApabila gejala tidak membaik dalam beberapa minggu, kemungkinan besar sinus terjadi akibat adanya infeksi bakteri. Sehingga penderita membutuhkan antibiotik. Penderitanya pun harus mengonsumsi antibiotik dengan mengikuti petunjuk dan resep dari dokter. Jangan berhenti minum obat antibiotik lebih awal. Sebab, hal tersebut justru dapat membuat resistensi antibiotik. Sehingga akan menyebabkan kondisi tersebut mungkin tidak sembuh sepenuhnya. 4. OperasiApabila sinusitis kronis tidak kunjung membaik dengan waktu dan pengobatan, penderita dapat menjalani operasi untuk:
- Membersihkan sinus.
- Memperbaiki septum yang menyimpang.
- Menghilangkan polip.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya