Anies Utang Rp50 M ke Sandiaga Uno buat Pilgub DKI, antara Ikhlas & Merusak Citra
Merdeka.com - Baru-baru ini muncul sebuah polemik perihal utang piutang yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Dikatakan bahwa Anies pada Pilkada DKI 2017 berutang kepada Sandi sebesar Rp50 miliar. Sandi pun kabarnya sudah mengikhlaskan uang yang dipinjam oleh Anies setelah menerima masukan dari keluarga dan salat istikharah.
Namun di sisi lain, naiknya isu utang piutang antara Anies dan Sandi ini dianggap sebagai upaya untuk menjegal dan merusak citra Anies Baswedan menjelang Pilpres. Simak ulasannya sebagai berikut.
Utang Piutang Merusak Citra Anies

©2022 Merdeka.com/Liputan6.com
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K Harman menganggap bahwa ada upaya untuk merusak citra Anies Baswedan dengan cara mengungkit kembali uang yang dipinjam dari Sandiaga Uno pada tahun 2016 lalu.
Benny menilai bahwa pertarungan politik menjelang Pemilu ini sudah biasa terjadi. Suatu kelompok membuat narasi untuk mendiskreditkan kelompok lain dalam konteks ini adalah utang piutang yang dilakukan Anies.
"Bagian dari agenda untuk membangun citra buruk tentang Anies. Dan ini bukan hanya satu saja, ada banyak," kata Benny, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta.
"Dengan berbagai cara dengan membangun isu, membangun narasi politik identitas, membangun korupsi Anies, membangun narasi Anies gagal di DKI, membangun narasi bahwa Anies itu orang Arab, membangun narasi bahwa Anies itu punya utang," lanjutnya.
Upaya mendegradasi Politik
Selain itu, Wakil Ketua Partai NasDem Ahmad Ali juga mengungkapkan bahwa seharusnya perlu adanya konfirmasi kepada Sandiaga mengapa utang tersebut dari 2016 sampai 2023 belum ditagih.
"Kalau tiba-tiba sekarang sudah tahun ke 6 tiba-tiba muncul utang, pertanyaannya apa betul utang itu? apa betul Anies Baswedan berutang pada Sandi 50 miliar? kalau berutang katakanlah 2016 seperti cerita itu, apakah Anies Baswedan sudah membayarnya? kalau belum membayar kenapa tidak dilaporkan ke polisi? kalau umpamanya dia merasa dirugikan, dan itu belum dibayar, supaya tidak menimbulkan polemik lapor polisi selesai kan?" kata Ali.
Ali juga menganggap bahwa upaya pembunuhan karakter kepada Anies ini bukan hanya mendegradasikan Anies sebagai bakal Capres yang diusung oleh Partai Nasdem itu, namun juga akan mendegradasi politik.
"Ini bukan saja mendegradasi Anies tapi mendegradasi politik, membuat orang makin tak percaya pada dunia politik. Sehingga ini perlu diklarifikasi, menurut saya yang perlu mengklarifikasi ini pak Sandi ya, kata-kata Erwin dia (Anies) berutang 50 miliar, betul enggak?" ujarnya.
Sandi Ikhlaskan Uang Rp50 Miliar

©2022 Merdeka.com/istimewa
Di sisi lain, Sandiaga Uno pun memberikan keterangan bahwa dirinya sudah mengikhlaskan uang tersebut. Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu mengaku ikhlas setelah menerima masukan keluarga dan salat istikharah.
"Setelah saya salat istikharah, setelah saya menimbang konsultasi dengan keluarga, saya tidak ingin melanjutkan pembicaraan mengenai ini, dan lebih baik nanti para pihak yang mengetahui untuk bisa menyampaikan, tapi dari saya cukup sekian," ujar Sandiaga di Acara Harlah NU, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2).
Sandi juga mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk fokus pada masa depan dan tak ingin mengungkit masa lalu. Selain itu ia juga menegaskan hubungannya dengan Anies Baswedan baik-baik saja meskipun sudah tak bersama kali di Pemprov DKI.
"Mari kita tatap masa depan dengan penuh rasa rasa suka cita gembira dan persatuan dan kesatuan bangsa kita," kata Sandiaga.
"Kami bersahabat dan sebagai seorang sahabat sekarang tugasnya saya di kementerian pada tugas saya untuk membangkitkan ekonomi dan tentunya menjaga, mengawal momentum dari kebangkitan sektor pariwisata," lanjutnya.
Perjanjian Utang Piutang Anies Sandi
Di luar polemik yang menjamur di media massa tentang utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno, Anies pun mengungkapkan duduk perkara masalah tersebut. Rekan Anies, Hendro Satrio mengaku mewakili Anies karena diminta untuk menjelaskannya kepada media.
Hendri mengaku bahwa perjanjian utang piutang Anies dan Sandi ini berbeda dari biasanya. Dalam klausulnya, apabila keduanya menang di Pilgub DKI 2017, maka utang tersebut lunas.
"Biasanya kalau orang ngutang itu buat pilkada pokoknya menang balikin. Kalau kalah tanggung ramai-ramai. Ini mas Anies enggak gitu. Dia ubah kebiasaannya. Kalau kalah dia ganti, tapi kalau menang selesai utangnya. Lunas dianggapnya," ujar Hendri.
"Jadi memang kita enggak usah masuk ke berapa besarnya, siapa yang tanda tangan. Tapi yang jelas bukan Sandi mengikhlaskan tapi sudah selesai. Begitu menang selesai. Ini kan kerennya ini setiap kali mau pilpres, pemilu ada satu parpol yang keliatannya punya perjanjian sama banyak orang," lanjutnya.
(mdk/mff)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya