Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Jenis-Jenis Pondasi, Pahami Agar Bangunan Menjadi Lebih Kokoh dan Tak Mudah Runtuh

6 Jenis-Jenis Pondasi, Pahami Agar Bangunan Menjadi Lebih Kokoh dan Tak Mudah Runtuh Ilustrasi bangunan lengkap Stonehenge. © Mailone

Merdeka.com - Jenis jenis pondasi tidak dapat disepelekan. Utamanya bagi kalian yang ingin mendirikan sebuah bangunan, baik pada nantinya akan dijadikan tempat tinggal atau rumah atau lainnya.

Adanya pondasi bangunan yang kuat akan menjadi salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan. Sehingga baik atau buruknya pondasi akan sangat memengaruhi daya tahan serta kuatnya sebuah bangunan.

Nah bagi Anda yang belum tahu jenis-jenis pondasi, merdeka.com akan segera memberikan ulasannya untuk Anda. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 6 jenis-jenis pondasi yang bisa dipahami agar bangunan menjadi lebih kokoh dan tak mudah runtuh.

Pondasi Dangkal

Jenis-jenis pondasi yang pertama adalah pondasi dangkal yang biasa digunakan dalam sebuah proyek bangunan yang sederhana. Pondasi ini dibuat tidak jauh dari permukaan tanah yang umumnya memiliki kedalaman pondasi kurang dari 1/3 dari lebar pondasi dengan kedalaman kurang dari 3 meter.

Pondasi dangkal ini juga terbagi menjadi 3 jenis bagian. Mulai dari pondasi raft, pondasi tapak hingga pondasi jalur yang masih termasuk ke dalam pondasi dangkal.

Pondasi Dalam

Selanjutnya adalah pondasi dalam yang merupakan jenis pondasi biasa digunakan dalam membangun bangunan bertingkat. Pondasi jenis ini didirikan di permukaan tanah dengan kedalaman tertentu sehingga beban struktur sebuah bangunan dan kondisi permukaan tanah memengaruhi daya dukung serta pondasinya.

Sama halnya dengan pondasi dangkal, pondasi dalam juga terbagi menjadi tiga bagian yakni jenis pondasi dinding atau diafragma atau piers, pondasi tiang pancang, dan juga pondasi bor pile atau biasa disebut dengan caissons.

Pondasi Jenis Jalur

Jenis pondasi selanjutnya adalah pondasi jalur yang biasa dikenal juga dengan pondasi memanjang atau strip foundations. Biasanya digunakan untuk bangunan dengan beban yang memanjang.

Umumnya, jenis pondasi bangunan ini akan dibuat dengan kolom memanjang berbentuk trapesium atau persegi. Jenis pondasi jalur ini biasanya dibangung dengan menggunakan bahan campuran pecahan batu kali, batu, serta cor beton tanpa tulang.

Pondasi Tapak

Jenis-jenis pondasi berikutnya adalah pondasi tapak atau pad foundations yang banyak dipakai untuk mendukung titik beban tunggal dalam sebuah bangunan. Umumnya, detail dari pondasi tapak akan dibandung dalam bentuk melingkar atau bulat dan bentuk kotak atau persegi.

Namun, pondasi tapak ini juga bisa dibangun dalam bentuk bertingkat untuk menopang beban dari kolom yang cukup berat. Biasanya jenis pondasi ini dibangun dengan struktur lapisan beton bertulang dengan ketebalan yang sama.

Pondasi Sumuran

Jenis-jenis pondasi yang kelima adalah pondasi sumuran atau cyclop beton. Biasanya pondasi ini berbentuk bulat dengan menggunakan beton selebar 60-80 cm pada kedalaman 1 hingga 2 meter di dalam tanah.

Selanjutnya, pondasi sumuran ini akan diisi dengan coran beton yang dicampur dengan batu kali dengan tambahan elemen pembesian di atasnya. Dari beberapa jenis pondasi yang ada, jenis inilah yang banyak digunakan untuk membangun sebuah rumah.

Pondasi Bentuk Rakit

Pondasi selanjutnya adalah pondasi bentuk rakit atau juga disebut dengan raft foundations. Biasanya jenis pondasi ini akan digunakan untuk menampung beban di are yang luas agar lebih menyebar.

Umumnya, detail pondasi rakit ini akan disusun dari plat beton besar dengan beberapa jalur kolom-kolom garis menyesuaikan permukaan tanah. Pondasi rakit terdiri dari pelat beton dengan tulang yang digunakan kepada tanah lunak atau longgar dengan daya tahan rendah.

 

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP