5 Film Kontroversi yang Tetap Laris Manis, Adegannya Bikin Merinding
Merdeka.com - Bagi para penikmat film, menonton film memang sebuah kegiatan yang menyenangkan. Terlebih jika film dengan genre yang kita sukai. Sama halnya dengan pembuatan sebuah film.
Film yang telah dibuat belum tentu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Film-film yang mengandung beberapa unsur sensitif pada umumnya akan memperoleh protes dari banyak pihak.
Tetapi belum tentu film yang kontroversi tidak laris manis di pasaran. Berikut 5 film kontroversi yang tetap laris manis :
Joker (2019)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBelum lama ini, bioskop tanah air tengah menayangkan film berjudul "Joker". Joker diperankan oleh Joaquin Phoenix dengan sangat bagus. Film ini menuai kontroversi karena terdapat konten-konten sensitif pelecehan terhadap perempuan. Pada akhirnya, bagian tersebut tidak di masukkan ke dalam film.
Banyak psikolog yang menyarankan para pasien depresif untuk tidak menonton film tersebut. Meskipun demikian tiket film "Joker" tetap laris manis di pasaran hingga meraup untuk 939 juta dolar AS pada awal November lalu.
Django Unchained (2012)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFilm Django Unchained menceritakan tentang kisah nyata yang menggambarkan penderitaan budak kulit hitam di Amerika. Film ini menggunakan bahasa yang kasar. Film ini menuai banyak protes karena dianggap terlalu rasis terhadap kulit putih. Sutradara memberikan penjelasan bahwa film tersebut memang untuk menggambarkan buruknya perbudakan kala itu.Meskipun menuai banyak protes, film ini tetap laris di pasaran dan mampu mengantongi sejumlah 425 juta dolar AS.
The Da Vinci Code (2006)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFilm The Da Vinci Code menuai kontroversi karena menyentuh isu agama dan kepercayaan. Tak hanya film, novelnya pun juga sebelumnya telah menuai kontroversi karena mempertanyakan kepercayaan agama Kristen.Meskipun terdapat larangan penanyangan film The DA Vinci Code di beberapa negara, tetapi film ini tetap laris manis dengan meraup 758 juta dolar AS.
Basic Instinct (1992)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFilm Basic Instict menuai kontroversi karena protes komunitas LGBT yang mengkritik penggambaran stereotip psikopat biseksual dan kekerasan yang terlihat terlalu ekstrem. Dalam film tersebut terdapat adegan Sharon yang sekilas memamerkan bagian sensitifnya saat scene interview dengan beberapa lelaki. Meskipun mendapatkan banyak protes tetapi film ini tetap laris dan mampu mengantongi 352 juta dolar AS.
The Silence Of Lambs (1991)
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu film yang menuai kontroversi yaitu The Silence Of Lambs. Film ini menimbulkan kontroversi di masyarakat dan mendapat protes dari komunitas LGBT dan feminis karena menampilkan cerita tampak lebih ekstrem.Meskipun menuai kontroversi, tetapi film ini dapat meraup tiket penjualan hingga 272 juta dolar AS.
(mdk/add)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya