12 Penyebab Tidur Ngorok Jarang Diketahui, Kenali Cara Mengatasi yang Tepat
Merdeka.com - Tak dapat dipungkiri tidur ngorok atau mendengkur acap kali mengganggu. Bukan hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi orang di sekitarnya. Otot-otot di langit-langit mulut, lidah, dan tenggorokan mulai rileks.
Jaringan di tenggorokan bisa cukup rileks sehingga menghalangi sebagian jalan napas dan bergetar. Getaran tersebut yang menjadi penyebab tidur ngorok.
Semakin sempit jalan napas, semakin kuat aliran udaranya. Peningatan getaran jaringan, membuat dengkuran juga semakin keras.
Ini adalah kondisi umum yang dapat menyerang siapa saja, meski lebih sering terjadi pada pria dan orang yang kelebihan berat badan. Mendengkur cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Jika sesekali ngoroknya, bukan masalah serius.
Namun jika mendengkur dalam jangka panjang, akan merusak kualitas tidur Anda sendiri. Mendengkur sendiri bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan. Sebagian kasus mungkin membutuhkan bantuan medis untuk bisa mengatasi penyebab tidur ngorok berkepanjangan.
Berikut beberapa penyebab tidur ngorok yang jarang diketahui. Serta penanganannya yang tepat.
Anatomi Mulut
Penyebab tidur ngorok yang jarang diketahui pertama bisa dari anatomi mulut Anda. Dilansir dari Mayoclinic, memiliki langit-langit lunak yang rendah dan tebal dapat mempersempit jalan napas. Hal ini juga bisa dialami oleh orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Mengalami kasus, memiliki jaringan ekstra di bagian belakang tenggorokan yang mempersempit saluran udara. Demikian juga, jika potongan segitiga jaringan yang menggantung dari langit-langit lunak (uvula) memanjang. Aliran udara bisa terhalang dan membuat getaran meningkat.
Masalah Hidung Kronis

©2017 cdn2.stylecraze.com
Masih dari lansiran yang sama, hidung tersumbat kronis atau partisi bengkok di antara lubang hidung (septum hidung menyimpang) jadi penyebab tidur ngorok.
Namun beberapa di antaranya akan mendengkur hanya selama musim alergi atau ketika mereka mengalami infeksi sinus.
Masalah pada hidung seperti septum yang menyimpang. Ketika dinding yang memisahkan satu lubang hidung dari yang lain tidak berada di tengah. Serta polip juga bisa menyumbat saluran udara.
Konsumsi Alkohol
Penyebab tidur ngorok juga bisa muncul karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Hal itu terjadi karena alkohol melemaskan otot-otot tenggorokan. Lalu menurunkan pertahanan alami Anda, terhadap penyumbatan saluran napas.
Kurang Tidur

© drgranny.com
Siapa sangka, ternyata bagi Anda yang kurang waktu tidur yang tepat bisa menjadi penyebab tidur ngorok. Kurang tidur akan membuat relaksasi tenggorokan lebih lanjut.
Sehingga sebaiknya, mulai memperbaiki pola jam tidur sehat sesuai kebutuhan dan usia Anda, dari sekarang. Seperti mengutip dari Alodokter, berikut aturan waktu tidur yang baik:
Posisi Tidur

©Shutterstock/Zaretska Olga
Selain kurang waktu tidur, ternyata penyebab tidur ngorok juga bisa terjadi dari posisi yang tidak tepat. Biasanya mendengkur paling sering dan paling keras, saat tidur telentang.
Dikutip dari WebMD, terjadi karena efek gravitasi pada tenggorokan mempersempit jalan napas. Cobalah untuk beberapa saat mengubah posisi dengan miring ke kanan.
Penyebab Tidur Ngorok Lain

©Shutterstock.com/Werner Heiber
Melansir dari the American Academy of Sleep Medicine, sekitar 40 persen pria dewasa dan 24 persen wanita dewasa mendengkur secara teratur. Mendengkur lebih sering terjadi pada usia paruh baya, sementara pria berusia di atas 70 tahun cenderung mendengkur lebih kecil daripada pria yang lebih muda. Berikut beberapa penyebab tidur ngorok lainnya:
Tidur Ngorok Gejala Sleep Apnea
Mendengkur atau tidur ngorok merupakan salah satu gejala sleep apnea. Seseorang yang mengalami kondisi ini mungkin tampak berhenti bernapas untuk beberapa saat di kala tidur. Kemudian mengeluarkan suara tersedak atau terengah-engah.
Dilansir dari Medical News Today, terdapat dua jenis sleep apnea. Pertama, apnea tidur obstruktif, yang melibatkan penyumbatan struktural. Jenis sleep apnea ini sering dikaitkan dengan dengkuran.
Sedangkan apnea tidur sentral disebabkan oleh masalah pada sistem saraf pusat yang mengontrol pernapasan. Jenis apnea tidur ini tidak terkait dengan mendengkur.Selain dengkuran keras, pengidap sleep apnea mungkin juga mengalami hal berikut:
Apnea tidur berkaitan pula dengan kondisi lain, yakni hipertensi, gagal jantung kongestif, hipotiroidisme. Atau masalah yang berkaitan dengan sistem saraf. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50 persen orang dengan hipertensi mungkin mengalami sleep apnea. Para ahli juga percaya bahwa sleep apnea berkontribusi pada tekanan darah tinggi.
Cara Mengatasi Tidur Ngorok
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi tidur ngorok, dilansir dari Medical News Today:
Melatih Tenggorokan Mencegah Tidur Ngorok

Shutterstock/lightwavemedia
Latihan tenggorokan dapat membantu memperkuat otot tenggorokan dan mencegah ngorok bagi sebagian orang. Berikut adalah contoh latihan yang direkomendasikan beberapa ahli:
- Mengulangi setiap vokal ("a, e, i, o, u") dengan suara keras beberapa kali sehari selama 3 menit.
- Tutup mulut Anda dan mengerucutkan bibir, lalu tahan selama 30 detik.
- Membuka mulut Anda dan mengencangkan otot di bagian belakang tenggorokan selama 30 detik. Ulangi beberapa kali.
- Membuat bunyi vokal sesekali lalu terus menerus selama 3 menit setiap hari.
- Letakkan ujung lidah di belakang gigi depan atas, lalu geser lidah ke belakang. Lakukan ini selama 3 menit setiap hari.
- Mendorong lidah ke langit-langit mulut selama 3 menit setiap hari.
- Menekan lidah ke bagian bawah mulut sambil menjaga ujungnya menempel pada gigi depan selama 3 menit sehari.
- Membuka mulut dan menggerakkan rahang ke satu sisi. Tahan selama 30 detik, lalu ulangi di sisi lainnya.
- Seseorang perlu melakukan latihan ini secara konsisten dan teratur untuk melihat hasilnya.
(mdk/kur)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya