Penyapu Koin Jembatan Sewo, Mengais Rezeki dari Tradisi

Senin, 17 Mei 2021 14:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Penyapu Koin Jembatan Sewo, Mengais Rezeki dari Tradisi Penyapu Koin di Jembatan Sewo Indramayu. ©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Merdeka.com - Di bawah sinar terik matahari, puluhan orang rela duduk berpanas-panasan di sepanjang Jembatan Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu. Beberapa orang memakai kursi kecil sebagai tempat pijakannya. Namun, ada juga yang tahan panas duduk di atas trotoar dilapisi dengan alas tipis.

Topi anyaman bambu caping di atas kepalanya untuk mengurangi panas sinar mentari. Sarung tangan dan masker tak lupa digunakan. Satu alat yang tak boleh dilewatkan, sapu lidi. Di tangan kanannya, sapu lidi panjang ini tak pernah lepas dari gengamannya. Bukan untuk membersihkan jalanan, melainkan mengambil uang yang dilempar pengendara saat melintas jembatan.

Ya, mereka adalah penyapu koin di Jembatan Sewo. Para penunggu setia pengendara yang melintas jembatan. Menanti lemparan koin untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

penyapu koin di jembatan sewo indramayu
©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Ada mitos yang melegenda di balik aksi penyapu koin ini. Bahkan, kental dihubungkan dengan kejadian mistis. Konon, katanya di bawah Jembatan Sewo disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah dan Saeni. Hidup keduanya berakhir di sungai tersebut

Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya, sedangkan Saedah yang menjadi tukang kendangnya yang berubah menjadi bunga cempaka putih. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi lemparan “saweran” di Jembatan Sewo.

Kesan mistis Jembatan Sewo bertambah kental setelah peristiwa kecelakaan sebuah bus transmigran asal Boyolali terjadi di Jembatan Sewo. Kecelakaan itu menewaskan 67 orang dalam kondisi bus terbakar. Hanya ada 1 penumpang yang selamat yaitu seorang bayi laki-laki.

penyapu koin di jembatan sewo indramayu
©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Sejak peristiwa tersebut, semakin banyak para pengendara yang melempar koin ketika melewati jembatan. Tujuannya agar diberi keselamatan selama perjalanan, dijauhkan dari gangguan makhluk halus. Bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Pengendara juga terkadang melempar lebih dari 1 koin, bahkan uang kertas dengan pecahan yang besar. Dulunya, sopir melempar uang di sungai namun beralih di pinggir jalan. Warga sekitar pun akhirnya memanfaatkan tradisi ini menjadi ladang mata pencaharian.

Di antara puluhan orang yang duduk setia dengan sapu lidinya. Warga percaya, salah satunya merupakan makhluk halus penghuni jembatan. Sisanya warga sekitar.

penyapu koin di jembatan sewo indramayu
©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Jalan sepanjang hampir 500 meter ini tempat mereka mengais rezeki. Saling berebut mengambil uang menggunakan sapu lidi. Tangan mereka selalu sigap menyapu jalanan lantas memasukkan rupiah ke dalam sakunya. Mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp50 ribu di hari-hari biasa.

Saat sudah memasuki Hari Raya Lebaran, mereka bak 'panen'. Pemudik yang kerap melewati jalur Pantura, pasti bakal melewati jembatan Sewo. Banyaknya pemudik membuat mereka berkali-kali lipat dari hari biasanya. Penyapu koin bisa meraup penghasilan ratusan ribu hingga jutaan rupiah hanya dalam satu hari saja.

penyapu koin di jembatan sewo indramayu
©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Beradu dengan kepulan asap kendaraan, panas terik matahari. Penyapu koin di Jembatan Sewo memang cukup membahayakan. Khawatirnya, warga yang terlalu sibuk menyapu uang recehan bisa tertabrak oleh kendaraan yang melintas.

Meski begitu, tradisi tersebut tampaknya sulit untuk dilarang atau dihentikan. Belum ada informasi yang jelas sejak kapan tradisi ini dimulai, namun tradisi penyapu koin Jembatan Sewo tersebut sudah lama dilakukan. Bahkan, katanya sejak zaman Belanda. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini