Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menilik Kerajinan Sepatu Berbahan Kulit Ceker Ayam Pertama di Dunia

Menilik Kerajinan Sepatu Berbahan Kulit Ceker Ayam Pertama di Dunia Sepatu Kulit Ceker Ayam ©2021 Merdeka.com/Reival Akbar

Merdeka.com - Kuliner soto, atau mie ayam dengan topping ceker ayam sudah biasa. Membayangkan tekstur ceker atau kaki ayam yang empuk nan kenyal memang bilin ketagihan. Namun apa jadinya jika ceker diubah menjadi sebuah sepatu yang keren. Dialah Nurman Farieka Ramdhany, pemuda asal Bandung ini menganggap ceker istimewa. Disulapnya limbah kulit ceker ayam menjadi sepatu beraneka model kekinian.

Bertahun-tahun melakukan eksperimen, kini produk sepatunya makin dikenal luas di penjuru tanah air. Siapa sangka, di saat berbagai perusahaan mengembangkan produk fashion berbahan kulit ular dan buaya, Nurman menjadi orang pertama di dunia yang berhasil membuat sepatu dari kulit ceker ayam. Peminatnya tak hanya di Indonesia, bahkan sepatu kulit ceker ayam yang berlabel Hirka ini diminati hingga ke luar negeri.

Tidak serta-merta langsung memproduksi, sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 Nurman melakukan riset penggunaan kulit ceker ayam sebagai bahan baku sepatu.

sepatu kulit ceker ayam

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar

Beginilah penampakan sepatu berbahan kulit ceker ayam buatan Nurman. Sekilas memang seperti sepatu premium pada umumnya. Model sepatunya juga beragam, mulai dari sepatu sneakers, flat shoes, high heels bahkan custom model.

Tekstur kulit ayam yang khas membuatnya semakin terlihat beda. Warna cokelat mengkilap membuat sepatu ini tampil elegan. Patut bersanding dengan berbagai macam sepatu ternama di dunia. Terlepas itu, sepatu Hirka tak bisa lari dari bahan bakunya yang unik dan ekslusif.

Nurman memilih kulit ceker ayam karena melihat potensi ceker ayam yang ramah lingkungan. Dari riset yang ia lakukan, kulit ceker menjadi komoditas yang paling berkelanjutan bagi keberadaan hewan itu sendiri. Ia mendapatkan ceker ayam dengan bekerjasama dengan restoran di Bandung yang tak begitu memanfaatkan ceker ayam.

sepatu kulit ceker ayam

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar

Beberapa tempat memang menganggap ceker ayam tak punya nilai ekonomis yang tinggi. Ceker ayam selalu dihargai murah oleh penjual. Bahkan di luar negeri, ceker ayam dianggap sebagai limbah karena tak akrab di lidah. Namun peluang terbuka lebar bagi Nurman. Helaian kulit ceker ayam inilah yang menjadikannya sukses menarik perhatian dunia.

Kulit ceker ayam dipadukan dengan beberapa bahan yang umum digunakan pada sepatu. Pertama kulit ceker ayam terluar akan dipisahkan dari tulangnya. Kulit-kulit ini kemudian dibersihkan dan diberikan obat kimia khusus yang membuat kulit kuat dan tahan lama. Lantas kulit ceker ayam akan melalui tahap penjemuran hingga hingga kadar airnya menghilang.

sepatu kulit ceker ayam

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar

Mengubah bahan baku kulit ceker ayam ini tak sembarangan. Prosesnya memakan waktu lama dan ketelitian yang ekstra. Tahap terakhir ialah melakukan pewarnaan pada kulit ceker ayam yang sudah kering. Warna populer sepatu kulit ceker ayam Hirka ialah cokelat. Namun warna elegan lain seperti hitam, merah, hingga abu-abu juga laris di pasaran.

Setidaknya butuh waktu satu minggu lebih untuk mengolah ceker ayam menjadi bahan baku sepatu kulit ceker ayam. Kulit ceker ayam yang sudah jadi tak lupa dirapihkan tepiannya.

Butuh 45 kulit ceker ayam agar menjadi sepasang sepatu. Proses selanjutnya ialah menyatukan helaian kulit ceker ayam dengan lem pada pola yang sudah ada. Tahap terakhir ialah merangkai kulit ceker ayam menjadi sepatu yang menawan.

sepatu kulit ceker ayam

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar

Kualitas dan kekuatan sepatu kulit ceker ayam Hirka sama seperti sepatu kulit hewan lainnya. Proses pembuatannyapun hampir mirip. Tekstur kulit ceker ayam mejadi ciri khas yang unik membedakanya dari model sepatu yang sudah ada sebelumnya.

Sepasang sepatu kulit ayam ini dibanderol mulai Rp 400 ribu hingga Rp 6 juta. Hingga kini sepatu kulit ceker ayam telah dipasarkan di Pulau Jawa, Kalimantan hingga Sumatera. Tak sedikit beberapa pelangganya dari luar negeri seperti Hong Kong, Brazil, Singapura, Malaysia hingga Prancis. (mdk/Ibr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP