Karya Seni Pirografi, Perpaduan Keterampilan Menggambar dan Membakar

Senin, 7 Juni 2021 12:15 Reporter : Ibrahim Hasan
Karya Seni Pirografi, Perpaduan Keterampilan Menggambar dan Membakar Perpaduan Keterampilan Menggambar dan Membakar. ©2021 Merdeka.com/Elvis Sendouw

Merdeka.com - Menggambar dengan kuas dan pena sudah biasa, namun ada cara unik menggambar dengan pena yang terbakar. Perpaduan menggambar dan membakar menjadi teknik utama dalam pembuatan karya seni yang satu ini. Pena gambar digantikan dengan solder listrik yang ujungnya terbakar. Mata pena panas ini akan menggores media gambar hingga menghasilkan gambar yang menawan.

Gambar dari lembaran potongan kayu terpajang rapi di Galeri Rumah Oenik, Kampung Ragamukti, Desa Citayam, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Seniman ini bernama Arfan Hidayat, fokus memegang pena solder dan kayu. Teknik pirografi bukanlah hal mudah. keterampilan menggambar sangat dibutuhkan bagi seniman gambar. Lebih dari itu, ketelitian menjadi faktor utama dalam menggoreskan mata pena bakar ke papan kayu.

Seni pirografi dipraktikkan pada abad ke 17, dan mencapai kualitas tertinggi pada abad ke 19. Pirografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti menulis dengan api.

perpaduan keterampilan menggambar dan membakar

©2021 Merdeka.com/Elvis Sendouw

Ibarat kayu terbakar menjadi abu, sama halnya dengan teknik pirografi. Bidang papan kayu berwarna cokelat kekuningan akan terbakar. Warnanya menghitam bak arang jika terkena ujung pena. Alhasil motif dan wujud gambar akan tertuang dengan indahnya. Media gambarnya beragam, mulai dari kayu, kulit hingga benda yang mampu tergores dengan pena bakar.

Namun bagi Arfan, media papan kayu dan kulit sering dilirik pelanggan. Selain simpel, media kayu dan kulit memberikan kesan artistik tersendiri. Aneka gambar wajah manusia, hewan, benda, hingga landscape sukses menjadi daya tarik. Sedangkan kayu yang digunakan ialah jenis Lame, Pule dan Mahoni. Kayu tersebut memiliki warna mendekati putih bak kertas kanvas.

Uniknya lagi, sebagian besar kayu yang Arfan gunakan adalah limbah kayu bekas. Berbagai jenis kayu sebenarnya dapat digunakan. Tekstur kayu yang beragam akan menghasilkan hasil lukisan yang lebih variatif. Misalnya kayu keras atau lunak, berserat halus atau kasar, hingga melengkung atau datar. Semuanya bisa diaplikasikan tergantung sang seniman.

perpaduan keterampilan menggambar dan membakar

©2021 Merdeka.com/Elvis Sendouw

Mulanya pesanan akan dibuatkan sketsa dengan pensil pada permukaan bidang gambar. Sketsa dengan pensil masih bisa dikoreksi dengan karet penghapus. Berbeda saat proses menggambar dengan solder panas. Jika salah tak bisa dihapus, goresan yang terbakar akan selamanya membekas. Dengan adanya sketsa akan sangat memudahkan proses membakar.

Saat ini sudah ada ujung pena solder listrik yang modern dan beragam. Ukuran mata pena menentukan tebal tipis guratan yang membakar. Berbeda dengan awal berkembangnya dengan logam yang dipanaskan. Ada juga yang bereksperimen dengan obat nyamuk bakar, rokok, bahkan kaca pembesar dengan bantuan cahaya matahari.

perpaduan keterampilan menggambar dan membakar

©2021 Merdeka.com/Elvis Sendouw

Satu buah gambar rata-rata dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 minggu. Namun tergantung pada tingkat kerumitan dan ukuran bidang gambar. Meski terkesan lama, namun sebanding dengan hasil yang didapatkan. Gambar bak kartun yang mirip dengan aslinya. Bermacam macam gambar potrait orang sering dipesan sebagai bingkisan dan kado spesial.

Selain itu, beberapa pelanggan juga memesan gambar pirografi yang dipadukan dengan tinta lukisan. Langkah terakhir ialah proses finishing. Papan kayu bergambar akan dilapisi dengan vernis. Selain melindungi gambar dari goresan, pelapis akan membuat gambar lebih tahan lama. Aneka bingkai dikreasikan untuk mempercantik dan membuat gambar lebih menawan.

perpaduan keterampilan menggambar dan membakar

©2021 Merdeka.com/Elvis Sendouw

Setidaknya sudah 4 tahun Arfan menggeluti dunia lukis bakar. Keunikan perpaduan antara menggambar dan membakar tentu tak bisa didapatkan secara instan. Hobi menggambar sejak dini membuatnya semakin mahir tiap hari.

Banyak pemesan hasil karyanya mulai dari lokal hingga tembus ke negara Australia, Jepang, Korea, Brazil, hingga Belanda. Bahkan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tertarik dan tak mau ketinggalan memesan pirografi karyanya.

Satu buah gambarnya dijual mulai dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah. Kerumitan dan ukuran menjadi patokan harga. Karya menawan ini dijual secara umum, dengan kualitas layaknya karya museum. [Ibr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Bogor
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini