Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trump, Presiden AS yang 'gaptek' dan tak percaya pemanasan global

Trump, Presiden AS yang 'gaptek' dan tak percaya pemanasan global Donald Trump. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rakyat Amerika Serikat telah memilih Presiden barunya, dia adalah Donald Trump. Tentu banyak dari rakyat Amerika Serikat yang memilih Trump karena kebijakan politik yang dijanjikannya. Namun dari segi teknologi, sepertinya Donald Trump bukan pilihan terbaik.

Bahkan, sudah sejak lama media memberitakan betapa Trump gagap dengan teknologi. 'Kegaptekan' Trump awalnya dibuktikan dari laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa Trump tak memiliki alamat email dan tak memiliki smartphone. Di laporan tersebut, Trump tak hanya menyebut dia tidak menggunakan email, Trump bahkan tidak mau dan tidak akan menggunakan email.

CNet beropini bahwa Trump yang tak ingin menggunakan smartphone, dilandasi ketakutannya bilamana perilaku komunikasinya terekam dan digunakan untuk menyerang dirinya kelak.

Tak cuma soal smartphone dan email, berdasarkan dari laporan New York Times, Trump diduga tidak faham cara kerja komputer. Dari laporan tersebut, di tahun 2007 Trump menyatakan bahwa dia tidak memiliki komputer rumah maupun kantor. Dia bahkan tidak menggunakan email, dan masih menggunakan surat yang diketik dengan mesin.

Bukti selanjutnya bahwa Trump 'gaptek' adalah foto dari akun Twitternya ditanggal 2 Februari 2016, yang memperlihatkan dirinya sedang membaca berita dari sebuah media online. Uniknya, sang Presiden ternyata membaca berita yang nampak dari media Huffington Post tersebut, dalam bentuk cetak. Trump memang membaca berita dari media online, namun minus proses browsing dan butuh asisten untuk mencetak berita tersebut untuknya.

donald trump

Donald Trump ©2016 Merdeka.com

Namun ini hanyalah hal kecil dari gapteknya Trump. Hal yang lebih jadi perhatian adalah bagaimana nanti administrasi President Trump membuat regulasi dalam dunia cyber. Hal ini dibahas dalam debat kepresidenannya melawan Hillary. Ternyata salah satu dari strateginya di dunia cyber adalah "menutup internet."

Benar. Mungkin bagi Anda ini terdengar konyol, namun pernyataan ini muncul langsung dari sang Presiden terpilih. Dilansir dari Forbes, Donald Trump ingin menutup internet untuk mencegah perekrutan ISIS secara online. Caranya? Donald menyatakan bahwa dia akan menemui Bill Gates.

Menurut Forbes, hal ini sangat mencerminkan betapa tak mengertinya Trump dengan konsep internet. Trump tak mengerti cara kerja internet yang tentu tak bisa dibuka tutup. Dia bahkan tak faham siapa Bill Gates dan bagaimana kapasitasnya di dunia teknologi.

Tak cuma di bidang teknologi, sains adalah salah satu kelemahan Donald Trump. Donald Trump sebelumnya telah menyebut bahwa pemanasan global itu hanya hoax. Dengan terpilihnya Trump, ia kini jadi satu-satunya pemimpin dunia yang tak mempercayai adanya pemanasan global di Bumi.

Sejak perubahan iklim jadi perhatian masyarakat dunia, Amerika Serikat bahkan jadi bangsa yang terdepan untuk mencegahnya. Di tahun 1992, Presiden George H.W. Bush bersama pemimpin dunia lain menandatangani perjanjian yang diadakan PBB tentang perubahan iklim. Presiden selanjutnya yakni Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama, semua berupaya untuk mereduki emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Jadi, bagaimana perkembangan kancah saintek dunia setelah Trump terpilih? Mari berharap agar kurang fahamnya Trump dalam sains dan teknologi tak membuat kebijakannya memberatkan para pegiat teknologi dan aktivis lingkungan.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP